19 January 2015

Rumah Vaksinasi - Biofarma Edukasi Tour : Salah Satu Cara Belajar Tentang Vaksinasi




Vaksin itu kan Produk Yahudi!
Saya ga imunisasi anak-anak karena vaksinnya terbuat dari enzim babi, bagian tubuh manusia yang diberi racun
Vaksin itu tidak ada manfaatnya bagi tubuh, melumpuhkan generasi. Asi yang memberikan imunitas.


Pernah baca artikel, dengar ceramah atau diskusi dengan tema-tema di atas?Atau ada teman blogger yang tidak mengimunisasikan anaknya? Apa alasannya? 

Tahu tidak kalau vaksin yang ada dan dipergunakan di Indonesia adalah vaksin yang diproduksi di Indonesia, dibuat oleh 100% orang Indonesia dan 99% muslim. Pernah dengar Biofarma? Atau Rumah Vaksin? Yang satu adalah perusahaan vaksin sedangkan satunya lagi adalah rumah vaksinasi yang menyediakan vaksin dengan harga terjangkau.

Bicara soal imunisasi, sebenarnya imunisasi itu apa sih? Dalam blognya, dr. Piprim menuliskan bahwa  Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan pada penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan pasif disebut imunisasi pasif, dengan cara memberikan antibodi atau faktor kekebalan kepada seseorang yang membutuhkan. Contohnya adalah pemberian imunoglobulin spesifik untuk penyakit tertentu, misalnya imunoglobulin antitetanus untuk penyakit tetanus. Contoh lain adalah kekebalan pasif alamiah antibodi yang diperoleh janin dari ibu. Kekebalan jenis ini tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen secara alamiah atau melalui imunisasi. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif disebut imunisasi aktif dengan memberikan zat bioaktif yang disebut vaksin, dan tindakan itu disebut vaksinasi. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi berlangsung lebih lama dari kekebalan pasif karena adanya memori imunologis, walaupun tidak sebaik kekebalan aktif yang terjadi karena infeksi alamiah. Untuk memperoleh kekebalan aktif dan memori imunologis yang efektif maka vaksinasi harus mengikuti cara pemakaian dan jadwal yang telah ditentukan melalui bukti uji klinis yang telah dilakukan. Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tersebut pada sekelompok masyarakat (populasi), atau bahkan menghilangkannya dari dunia *sumber dari sini* 

Pemahaman saya yang awam, imunisasi bertujuan untuk pencegahan  dari  penyakit - penyakit yang berbahaya sehingga berdampak kecacatan atau bahkan kematian.  Lalu dari mana datangnya anggapan untuk menolak imunisasi dengan alasan tidak halal? Apakah sudah ada bukti konkrit nya? Dalam arti mereka yang mengklaim kalau vaksin-vaksin tersebut haram adalah orang – orang yang sudah lihat langsung pembuatannya, mengerti cara pembuatannya, atau mereka – mereka yang terlibat dalam pembuatan vaksin tersebut.   Paling tidak mereka memang belajar mengenai vaksin. Sudah menjadi rahasia umum kalau program vaksinasi/imunisasi di Tanah Air sering kali diterpa kampanye hitam dari kelompok antivaksin. Kelompok ini menyebarkan isu –isu atau berita –berita bohong dan palsu yang tidak berdasar pada temuan atau data –data ilmiah.  Yang saya tahu, mereka yang mengklaim vaksin – vaksin haram bukan orang yang kompeten di bidangnya. Ada ahli hukum yang mempelajari  ilmu herbal, lalu ada juga montir pesawat, dan lainnya. Dan info yang beredarpun menjadi tidak benar, tidak ada bukti klinis yang mendukung.  Lalu masyarakat awan yang menerima pun menelan info yang ada mentah-mentah. Apalagi kita tahu, konsep halal haram di Indonesia ini sangat sensitive, senggol bacok deh pokoknya, padahal ulama Internasional tidak ada yang melarang imunisasi.

Bapak dan Ibu dokter memberikan sharing di bus 1

Ketika Rumah Vaksinasi mengundang saya minggu 11 Januari 2015 lalu untuk mengunjungi BioFarma, salah satu perusahaan vaksin di Indonesia dan di Asia Tenggara,  saya sangat senang sekali.  Nah ini kesempatan langka yang sayang dilewatkankan.  Saatnya masyarakat awam diberi kesempatan untuk mengetahui  mengenai tempat pembuatan vaksin.  Bersama dengan beberapa dokter anak, dokter umum, bidan, tenaga kesehatan lainnya,  dan masyarakat umum seperti saya, kami mengunjungi  BioFarma di Pasteur Bandung.  Undangan yang saya terima menyebutkan meeting point di Mesjid At Tin pukul 5.30 pagi. Setelah registrasi, saya dan fadlun (blogger yang saya ajak menemani) ditempatkan di bus 1 bersama dr. Piprim dan dsa lainnya. Waah seru nih saya dapat kesempatan langka bisa bertatap muka langsung dengan beliau. Selama dalam perjalanan Jakarta Bandung, dr. Piprim, dr. Mukhlis, dr. Santi, dr. Yanti, dan dr. Yulher bergantian sharing mengenai sepak terjang mereka dalam mengkampanyekan imunisasi.  Bapak dan Ibu dokter ini juga meminta kepada semua pihak khususnya pemerintah dlam hal ini Kementrian Kesehatan, ulama, tenaga medis  dan masyarakat pada umumnya untuk sama – sama  mengkampanyekan imunisasi. Sudah terbukti sejauh ini, dengan adanya PIN banyak anak Indonesia yang terbebas  dari Polio, Disentri, Campak dan sebagainya.  Penjelasan yang logis, dengan kalimat yang sederhana dan mudah dimengerti membuat perjalanan Jakarta Bandung tidak terasa lama, bahkan rasanya waktu sharing di bus kurang lama hahahahaha.


Alamat Rumah Vaksinasi

Sesampainya di Biofarma, saya disuguhi pemandangan yang asri dan sejuk. Ya, Biofarma dengan luas 9 ha, memiliki lebih kurang  1300  karyawan adalah perusahaan pelopor vaksin di Indonesia. Biofarma sudah mengekspor ke  lebih dari  123 Negara di dunia, dimana 47 diantaranya adalah Negara Islam.  Biofarma mengakomodir  100% kebutuhan vaksin di Indonesia, sudah diakui WHO dan telah menyediakan hampir 50% vaksin polio di dunia. Berarti bukan perusahaan abal –abal donk ya, bukan perusahaan Yahudi  donk ya wong  salah satu lokasi pabrik dan kantornya ada di Pasteur, Bandung dan karyawannya 100% orang Indonesia. Inshaa Allah juga produk – produk vaksinnya  juga tidak mengandung babi, racun, atau hal – hal yang merugikan umat Islam wong karyawannya 99% adalah muslim.  Jadi hal apa lagi yang kita ragukan?

Ada 3 vaksin yang dikabarkan mengandung enzim babi, namun ketiga vaksin tersebut telah mendapat sertifikat halal. Ketiga vaksin tersebut adalah Meningitis, Rotavirus, dan PV13. Bahkan NU telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin meningitis tidak mengandung enzim babi, boleh disuntikkan pada calon TKI, jemaah Haji dan Umrah karena Saudi Arabia termasuk daerah risiko tinggi untuk meningitis, sehingga sesuai dengan surat dari kerajaan Saudi Arabia bahwa setiap jemaah haji, tenaga kerja dan umroh harus mendapat imunisasi meningitis untuk mendapatkan visa (Sumber ; Surat edaran Direktur jenderal Protokol dan konsuler, Departemen Luar Negeri. Nota D iplomatik dari Ke Dubes Saudi Arabia Jakarta no: 588/PK/VI/06/61)




Sambutan dari Rumah Vaksinasi - Biofarma





Sempat ga konsen ngetweet karena terkesima penjelasan dr.Piprim



Setelah sambutan dan pemaparan dari Biofarma, lalu dilanjutkan dengan penjelasan pentingnya imunisasi oleh dr.Piprim. Disini dr. Piprim membahas imunisasi dari sudut pandang medis dan agama. Menurut saya, penjelasannya beliau logis – masuk akal, mudah dicerna dan sudah pasti jelas dunk sumbernya. “Cari hubungan sebab akibat dahulu, jangan hanya menyalahkan vaksin. Kalaupun memang KIPI, selidiki dulu apa dan bagaimana penyebabnya, ga bisa langsung menyimpulkan itu karena vaksin” ujar beliau. Semua Imunisasi  adalah wajib, merupakan program pemerintah, namun pemerintah sendiri terkendala dalam persediaannya. Untuk itu lah beliau mendirikan Rumah Vaksinasi agar semua program imunisasi dapat dijangkau oleh segenap lapisan masyarakat. Sehingga tidak ada lagi alasan karena harga yang mahal, anak - anak kita tidak diimunisasi.Setelah pembahasan dari dr. Piprim, kita semua dijamu makan siang dan sholat di mesjid yang ada dalam lingkungan Biofarma. Lalu dilanjutkan tour keliling Biofarma mulai dari museum, lalu masuk ke dalam ruangan pabrik, lapangan sepak bola dan berakhir di depan pohon sawo dimana dibawahnya terdapat abu dari salah satu peneliti Jepang yang meminta abunya ditaruh di depan gedung Polio, Dr. Konosuke Fukai. Puas sudah tour edukasi hari ini, ya belajar, ya silaturahmi semua didapat.





Berkeliling PT Biofarma
Beberapa hal yang saya catat khusus berkaitan tour edukasi Rumah Vaksinasi – Biofarma ini;
  • Butuh kerja sama kemenkes dengan pemuka agama dalam hal ini ulama untuk membantu menyebarluaskan info halal tidak nya imunisasi.
  • Tenaga medis juga harus diberi pemahaman yang mendalam mengenai vaksinasi
  • Dosis dan cara pemakaian yang tidak tepat justru membahayakan.
  • Masih banyak tenaga medis yang tidak  tahu cara penggunaan vaksin yang tepat
  • Cari hubungan sebab dan akibat, jangan hanya menyalahkan vaksin saja
  • Penggunaan obat herbal tidak dilarang SELAMA sudah ada penelitian ilmiahnya
  • Semua imunisasi wajib, program pemerintah imunisasi terkendala persediaan vaksin.
  • Bayi yang lahir prematur boleh diimunisasi,namun BB bayi minimal 2kg. Bayi prematur dianjurkan untuk diberikan Vit K sebelum imunisasi Hep B.
  • Pemberian imunisasi ga usah terlalu saklek, jika belum imunisasi bisa disusul secepatnya selama jarak pemberian antara 1 vaksin dengan vaksin lainnya minimal 4 minggu.
  • Rubella, MMR, Varisela, Hep B dan Tetanus adalah imunisasi wajib bagi ibu hamil
Terima kasih untuk Rumah Vaksinasi, Biofarma, atas undangan, perkenalan dan jamuannya yang menyenangkan. Semoga kita dapat bertemu kembali. 

Jangan lupa untuk sesegara mungkin mengimunisasi anak - anak kita agar terhindar dari penyakit - penyakit berbahaya. Masa sih kita mau bersusah  payah memberikan Asix, MPASI rumahan, menyiapkan dana pendidikan dan mencari sekolah terbaik untuk buah hati, tetapi untuk imunisasi yang penting bagi kesehatan anak tidak kita lakukan. Untuk informasi ketersediaan vaksin,harga, layanan dan jadwal imunisasi sila follow/like FB Rumah Vaksinasi dan FB Biofarma.
Dan Semoga dikemudian hari dengan adanya Rumah Vaksinasi makin banyak anak Indonesia yang terlindungi dari penyakit berbahaya dan mematikan.

7 comments

  1. Coba donk sekali2 kita para blogger diundang ke BioFarma buat menyaksikan proses pembuatan vaksinnya secara langsung. Supaya polemik tentang vaksinasi ini tidak berkepanjangan dan masyarakat juga mendapatkan informasi yang berimbang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sayangnya kemarin tuh pas hari minggu..jadi ga ada proses produksi. Mudah2an Biofarma berkenan mengundang kembali di hari kerja, biar kita bisa lihat proses produksinya....

      Delete
  2. Mr.Pler ada kontak perwakilan para blogger yang dapat dihubungi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas Hafizh ,

      bisa via saya mas, email ke keluarga.fauzi@gmail.com atau ke hp 085891922077

      Delete
    2. Halo Bpk. Hafizh, Salam kenal :)
      Silakan langsung menghubungi penulis di atas aja pak. Sang empunya blog ini. Da saya mah apah atuh, cuma pengunjung saja :D

      Delete
  3. Saya setuju banget mak dengan vaksin. Yang bilang vaksin produk yahudi, haram, bla bla bla... Itu hanya ingin melemahkan generasi muslim saja :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah mampir kak....


      toss ah..

      Delete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall