23 May 2016

Secuil Kisah Meja Makan Punya Cerita






Kali ini saya mau bernostalgia dalam kenangan saya dengan almarhumah nenek dan almarhum kakek. Bulan ini, bertepatan dengan 10 Mei lalu tepat setahun sudah nenek meninggalkan saya. Bagi saya nenek adalah seorang perempuan tangguh, mandiri, tidak pantang menyerah, memiliki kemauan yang keras dan penuh kasih sayang bagi anak – cucunya. Namun nenek tak pernah mengeluarkan kasih sayangnya dalam kata – kata dan ucapan. Sering kali beliau menunjukkannya dalam perbuatan. Sedangkan kakek sudah meninggalkan kami beberapa puluh tahun yang lalu.

Sejak ibu saya wafat, saya tinggal bersama kakek dan nenek. Beliau banyak mengajarkan saya berbagai macam hal. Etika, Sopan santun, agama dan ilmu pergaulan dalam masyarakat. Dulu sih segala nasehat nenek biasanya bikin saya meradang bosan. Iiih engga banget ya saya dulu, bukan cucu yang sholehah banget deh :( Tetapi sekarang, disaat saya sudah menjadi seorang ibu, segala nasehat nenek begitu membekas di dalam ingatan.

Masih teringat saat – saat makan bersama nenek, beliau selalu bercerita mengenai kisah hidupnya di masa silam. Atau lain waktu dia menceritakan kisah percintaannya dengan almarhum kakek saya, lelaki yang menurut dia bijaksana dan welas asih. Saat – saat di meja makan inilah menurut nenek saat yang tepat untuk menceritakan apa saja kepada anak dan cucunya. Memang sih sejauh yang saya ingat, nenek dan kakek saya ini suka banget makan bersama di meja makan. Ya sarapan, makan siang maupun makan malam. Pekerjaan kakek sebagai pengusaha membuat waktu kerjanya fleksibel. Jadi kakek selalu mengusahakan untuk berada di rumah sewaktu jam makan agar bisa berkumpul dan makan bersama di meja makan. Tapi nih menurut nenek, kakek saya begitu karena nenek yang meminta dan sedikit memaksanya hihihi. Ini semata – mata nenek ingin kakek juga terlibat dalam pengasuhan anak-anaknya.

Hanya ini foto yang tersisa dari meja makan.Kadang terima tamu juga di meja makan

Kakek dan nenek saya dikaruniai 5 orang anak. Kakak ibu, ibu saya, dan 3 orang adik -adiknya. Meja makan rumah nenek dulu berukuran sedang, muat 6 orang. Kebiasaan ibu dan saudara-saudaranya sebelum makan adalah berebut menyiapkan posisi di sebelah kakek. Mengapa?karena yang duduk di sebelah kakek biasanya selalu mendapat tambahan lauk dari piring kakek. Kakek yang suka makan ikan, selalu disiapkan nenek posi dalam ukuran besar. Tetapi porsi besar tidak beliau habiskan sendiri, melainkan dibagikan kepada anak – anaknya. Hihihi termasuk saya loh...

Dari kakek dan nenek saya belajar bagaimana menghadapi persoalan anak-anaknya Saya melihat dan merasakan kedekatan saudara – saudara ibu satu dengan lainnya, bahkan kedekatan itu tetap terjalin ketika mereka sudah menikah dan hidup terpisah. Kakek adalah bapak yang tidak banyak omong kepada anak – anaknya, tetapi beliau dengan penuh perhatian akan mendengarkan semua keluh kesah anaknya, semua cerita bahagia anaknya. Sedangkan nenek dengan senang hati akan mengomentari semua cerita keseharian anak -anaknya bahkan terkadang beliau memberi solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Dan semua itu dilakukan di meja makan. Sambil makan, sambil bercerita. Ya....#MejaMakanPunyaCerita.

Lalu bagaimana dengan saya dan keluarga?apakah saya pun melakukan kebiasaan makan bersama di meja makan?

Awal saya dan pak suami menikah, kami selalu berusaha untuk makan malam bersama di meja makan, bertukar cerita mengenai keseharian kami. Saya bercerita mengenai suasana kantor atau kejadian di dalam mobil jemputan, pak suami bercerita mengenai teman kantornya yang tak mau kalah latah dengan kehidupan orang. Bahkan tak jarang kami membahas rencana weekend pun di meja makan. Selain untuk makan, meja makan juga tempat kami untuk rapat/berdiskusi mengenai rumahtangga kami. Ketika Fadly lahir, suasana di meja semakin heboh dengan tingkah dan polahnya. Fadly tak segan – segan kami dudukkan di kursi makannya walaupun Fadly sudah selesai makan malam. Paling tidak Fadly juga merasakan kedekatan kami dan belajar memahami rutinitas yang ada.







Yang bahagia dapat botol

Hingga kemudian Fara lahir, dan pak suami berpindah kantor ke daerah yang lebih jauh lagi. Kebiasaan makan bersama mulai jarang dilakukan.Bbiasanya saat makan malam pasti rumah ramai oleh celotehan anak-anak bercerita dengan Bapaknya, begitu pak suami pindah kerja dan pulang lebih larut, keceriaan itu menghilang. Meja makan baru terasa ramai di Sabtu atau Mnggu saat weekend.


Menurut Mbak Ajeng Raviando, Psikolog Anak dan Keluarga di acara #MejaMakanPunyaCerita yang diadakan oleh Tupperware Indonesia bekerja sama dengan Viva.co.id, Jumat 20 Mei 2016 lalu di kantor PT Tupperware, Jakarta, kesibukan yang padat seperti orang tua yang keduanya bekerja maupun agenda anak yang padat di sekolah, menjadi salah satu faktor hilangnya tradisi makan di rumah. Dan hilangnya tradisi ini memiliki pengaruh buruk bagi perkembangan hubungan antar anggota keluarga karena bersantap di meja makan menjadi ajang berkomunikasi antar anggota keluarga. Karena bersantap di rumah lebih santai, ketimbang di restoran. “

“Jika tradisi bersantap di rumah menghilang, maka orang tua dan pasangan tidak punya kesempatan menanamkan nilai – nilai yang akan diangkat dalam sebuah keluarga. Sehingga yang terjadi seperti sekarang, yakni generasi yang acuh” ungkap Ajeng Raviando.



Iih siapa yang bisa nolak makan di sini?

Duh kok ya serem banget ya, ditambah lagi sekarang gadget menguasai anak – anak dengan mudah, lalu budaya media sosial membuat orang malas makan di rumah karena masakan rumahan yang kurang menarik untuk difoto dan diunggah ke instagram sehingga budaya makan di rumah berubah menjadi budaya makan di restoran. Saya kok takut ya tradisi makan bersama ini akan menghilang dari keluarga Indonesia. Untuk itu Tupperware Indonesia kembali meluncurkan kampanye #MejaMakanPunyaCerita dengan harapan mendorong masyarakat Indonesia untuk kembali menghidupkan tradisi berkumpul di meja makan dan bersantap di rumah. Karena tradisi ini memberikan banyak manfaat baik. Dalam acara ini juga Tupperware meluncurkan sebuah produk baru yang akan menciptakan suasana makan menjadi istimewa sehingga membuat keluarga senang makan di rumah. Hidanganpun akan terasa spesial disajikan menggunakan Petite Blossom, koleksi terbaru dari Tupperware Indonesia.






Kalau kami makan ya begitu, ketauan selfi jadi seriu...gaya

Petite Blossom merupakan rangkaian produk saji terbaru yang cocok digunakan untuk sajian harian. Terdiri dari wadah untuk nasi, sup, saus, lauk tanpa kuah, yang dilengkapi dengan sendok dan penutup. Desain modern dengan warna hijau yang fresh diharapkan mampu mengugah selera makan dan membuat momen makan bersama semakin ceria dan hangat. Produk Petite Blossom ini membantu ibu menyiapkan hidangan di rumah menjadi praktis, rapi dan bersih. Hihihi warnanya yang cantik membuat saya pengen bungkus bawa pulang :)

“Tupperware ingin mengajak para keluarga untuk kembali makan bersama di rumah melalui program Meja Makan Punya Cerita dimana diharapkan dengan program ini banyak keluarga terinspirasi untuk menumbuhkan kembali kebiasaan makan bersama dan mendapatkan manfaat positif terutama semakin kuatnya rasa saling menyayangi dan mendukung anatr anggota keluarga,” ungkap Nurlaila Hidayaty, Marketing Director Tupperware Indonesia.




Makan bersama  juga asik bersama tenang. Kalau kamu?


Di acara tersebut selain ada talkshow, ada juga games seru, doorprizes dan livetweet. Hadiahnya?tentu saja produk Tupperware yang  terjamin kualitasnya. Alhamdulillah saya mendapat hadiah sebuah box multifungsi berwarna pink yang langsung saja diakui oleh Fara sebagai miliknya hihihihi.








Asikkk dapat hadiah :)
Dan kini, saya dan keluarga sepakat untuk tetap meneruskan kebiasaan dan tradisi makan bersama di meja makan. Sebisa mungkin kami berempat meluangkan waktu untuk duduk dan bersantap bersama. Dengan menu seadanya, namun kebersamaan dan keceriaan kami di meja makan harus tetap ada, harus tetap menjadi secuil cerita dan kenangan bagi Fadly dan Fara selamanya.



















22 comments

  1. Nah itu dia, makan bareng dirumah juga udah jarang karena kesibukan masing2 dan jadwal engga klop xixixi.

    Tapi kalo makannya dan suasananya pake blossom itu hmm..hmm.. sapa tauu bisa yaa barengan lagi eeeaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus teh...makan pake peralatan kece bikin pengen wefie mlulu kan...

      Delete
  2. Aaaahh.. farah dpt botolnya bgs warna favorit bude.. Yuk kita kembalukan tradisi makan bareng di rumh tentunya dgn petite blossom dong...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya budhe, warna kesayangan emaknya hahahah

      Delete
  3. Foto jadulnya masih ada ya, mbaa.. Aku ga punya kenangan dgn kakek :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah masih mba, ini juga tinggal satu...

      Delete
  4. Warna petite blossomnya menarik banget mak

    ReplyDelete
  5. Petite blossomnya aku suka mba

    ReplyDelete
  6. di rumah saya ga ada meja makan :)
    biasanya, kami makan ngedeprok (lesehan) wkwkwkwk

    btw, saya punya beberapa peralatan dari tupperware indonesia, yang setiap hari dibawa ya botol minumnya, kuat sih n ga pernah pecah meski sering jatuh dari motor hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makannya ala jepang donk...

      Iya mas, di rumah juga botol itu yang paling awet asal gak ketinggalan aja di kelas hahahha

      Delete
  7. emang bener banget ya.. makan bersama di meja makan tuh, emang harus di adakan biar ada komunikasi sesama anggota keluarga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Ke...mau berantakan apa pada asik makan, seru bisa barengan

      Delete
  8. Kemaren aku pingin banget beli petite blossom. Sayang belum kesampaian. Pulang malam terus akhir pekan. Pas untuk bulan puasa. Bisa untuk menyajikan. Simpan pas malam kalau ada sisa. Trus subuh hangatkan deh. Cuma microwavenya masih di toko. H h modus colek suami. Masa iya beli petite blossom berlanjut beli microwave.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Didoain dari sini mbak, semoga petite blossom dan microwavenya jadi kenyataan

      Delete
  9. horeeee juara pertamaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak...makasih yaa

      Delete
  10. Selamaaat yaaa 1st winner. Lumayaan ya hadiahnya. buat tabungan lebaran mudik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi aku kan gak mudik, makasih ya Olin

      Delete
  11. selamat ya mba juara hehehe...

    ReplyDelete
  12. Terima kasih mbak Rina....

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall