06 June 2016

Pentingnya Protein Bagi Tubuh di Saat Berpuasa




Marhaban ya Ramadan...
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi teman – teman yang menjalankannya....

Bagaimana puasa hari pertamanya? Semoga lancar ya...

Saat berpuasa, karena menahan lapar dan haus seharian, ketika berbuka puasa kita cenderung menyantap makanan apa saja yang ada di depan mata. Tak jarang makanan yang kita santap sering kali hanyalah makanan sampah tanpa berisi nutrisi yang diperlukan bagi tubuh. Orang biasanya bilang lapar mata, kalap saat berbuka. Padahal saat berpuasa kita perlu menyiapkan strategi agar tetap bersemangat menjalankan ibadah puasa dengan sehat tanpa rasa lemas, letih dan lesu. Rahasianya adalah mengatur menu makanan saat berbuka dan saat sahur agar tubuh tetap bugar beraktivitas.

Untuk menjaga agar perut tetap kenyang lebih lama, ada baiknya saat sahur kita mengkonsumsi lebih banyak protein, dan mengurangi asupan karbohidrat tinggi seperti roti ataupun bubur. Namun jika terpaksa harus mengkonsumsi karbohidrat, disarankan sebaiknya mengkonsumsi karbohidrat kompleks yang terbukti membantu mempertahakan rasa kenyang lebih lama seperti beras merah maupun roti gandum. Hindari juga makanan berlemak yang ternyata bisa meningkatkan hormon insulin. Hormon ini akan mempercepat turunnya gula darah sehingga membuat kita merasa cepat lapar kembali. Jadi sahur dengan menu nasi putih, rendang, dan sayur lodeh its a Big No No yaa....

Informasi ini saya peroleh ketika mengikuti sebuah acara kesehatan yang bertema Pentingnya Keseimbangan Protein untuk Kesehatan Optimal, Kamis 26 Mei 2016 yang diselenggarakan oleh Amway Indonesia di Kota Kasablanka, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Profesor Hardinsyah, MS. PhD, Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia yang juga Guru Besar Ilmu Gizi di Institut Pertanian Bogor sebagai narasumber. Menurut Profesor Hardinsyah, sahur tidak boleh hanya berfokus pada makanan, tetapi minuman juga penting."Baiknya, asupan terakhir yang masuk ke dalam mulut adalah air putih untuk meminimalkan dehidrasi yang dialami selama berpuasa," jelasnya.



Konsumsi Protein di Masyarakat

Saat ini sebanyak 37% penduduk Indonesia terbukti kekurangan protein. Padahal protein merupakan salah satu zat gizi yang penting bagi tumbuh kembang anak, pembentukan otot dan pencegahan berbagai penyakit. Kondisi ini disebabkan berbagai faktor antara lain kurang tepatnya pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia, belum diprioritaskannya pangan protein dalam pengeluaran belanja harian masyarakat Indonesia, dan rendahnya daya beli disertai dengan kurangnya pemahaman tentang protein berkualitas. Masyarakat Indonesia lebih banyak belanja makanan dan minuman siap saji serta rokok dibandingkan dengan belanja pangan protein, miris yaa....

“Pengeluaran belanja masyarakat Indonesia terhadap pangan protein hanya 1/5 dari total belanja pangan, sementara untuk belanja rokok mencapai 12,3%. Hal ini mengindikasikan bahwa rendahnya kualitas asupan protein dan konsumsi pangan masyarakat bukan hanya karena faktor daya beli“ ujar Profesor Hardinsyah. Kebanyakan masyarakat Indonesia memiliki gaya hidup yang beresiko terhadap kekurangan dan kelebihan gizi, bahkan rentan terhadap stress dan terpapar polusi. Pola makan yang kurang beragam, rendah protein, vitamin dan mineral sehingga asupan gizi tidak lengkap dan tidak seimbang. Untuk itu kita perlu memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi telah memenuhi kebutuhan tubuh dengan gizi yang lengkap dan seimbang, terlebih saat berpuasa.

Profesor Hardinsyah juga menyarankan untuk tetap berolahraga selama berpuasa untuk menjaga kebugaran. Waktu yang tepat untuk berolahraga yakni menjelang waktu berbuka. Jadi ketika haus setelah berolahraga, kita dapat langsung minum setelah berbuka. “Pilihlah olahraga ringan untuk menghindari cedera dan dehidrasi yang parah, mengingat saat berpuasa kondisi seseorang tidak sebugar biasanya” ujar Profesor Hardinsyah menjawab pertanyaan seorang teman.

Protein Penting Bagi Tubuh

Jaringan otot pada manusia sebanyak 25% dipenuhi oleh protein. Hal ini menjadikan protein sebagai salah satu sumber gizi yang penting terutama ketika kita menjalankan ibadah puasa. Asupan protein yang cukup bagi tubuh dapat dilihat darii keseluruhan rambut, otot, saluran pencernaan, tulang, darah, otak, kuku, jantung hingga kulit. Meskipun dapat menyimpan energi, protein tidak berfungsi sebagai makanan cadangan seperti lemak. Selain itu, tubuh kitapun tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan protein setiap harinya, padahal kebutuhan akan protein cukup tinggi.


Kebutuhan protein tergantung keseimbangan kebutuhan asam amino atau protein tubuh (protein balance). Dibutuhkan sekurangnya 1.1-2.0gr protein/kg BB/hr, dipengaruhi oleh kualitas protein, umur dan ukuran tubuh (BB). Kualitas protein dipengaruhi oleh cara pengolahan dan kelengkapan AAE. 



Protein memiliki peran penting dalam tubuh, antara lain bermanfaat sebagai berikut:
  1. Pembentukan sel dan jaringan.
  2. Pemeliharaan dan perbaikan jaringan.
  3. Pembentukan otot, tulang dan rambut.
  4. Pembentukan imunitas, hormone, enzim dan berbagai proses kimiawi yang diperlukan tubuh untuk kekebalan, pencernaan, metabolisme dan lain-lain.
  5. Sebagai simpanan energi, bila kekurangan karbohidrat dan lemak.
  6. Lambat lapar atau lama kenyang.
  7. Mengendalikan lemak dan kolesterol tubuh.


Kementerian Kesehatan menganjurkan, mengkonsumsi pangan protein (lauk pauk) 2-4 porsi sehari atau seperlima (20%) dari jumlah makan yang dikonsumsi setiap kali makan. Namun pola konsumsi masyarakat Indonesia saat ini ;
  • Kurang buah dan sayur
  • Kurang pangan protein
  • Kelebihan pangan karbo
  • Kelebihan lemak 

Hal ini yang menyebabkan masih banyak penduduk Indonesia, terutama anak dan remaja yang mengalami masalah gizi; seperti anemia, kurang gizi, tubuh pendek (stunting)maupun obesitas.


Dan berikut adalah alasan mengapa kita wajib mengkonsumsi protein :
  1. Untuk tumbuh kembang otak, modal agar cerdas.
  2. Untuk tumbuh kembang tubuh secara keseluruhan sehingga tercegah dari gizi kurang dan stunting.
  3. Untuk meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tubuh terhindar dari penyakit infeksi.
  4. Untuk tidak cepat lapar dan tidak rakus makan sehingga tercegah dari obesitas.
  5. Untuk pengendalian lemak dan kolesterol tubuh.
  6. Untuk mempercepat pemulihan dari sakit. 

Apa yang terjadi jika kita tidak mengkonsumsi protein sesuai dengan anjuran yang disarankan? berikut adalah dampak buruk yang akan kita alami:
  1. Peningkatan keinginan mengkonsumsi yang manis dan karbohidrat
  2. Gangguan fungsi otot sehingga tubuh terasa lemah 
  3. Gangguan kerja otak sehingga sulit fokus atau konsentrasi
  4. Gangguan kesehatan rambut (rontok), kuku dan kulit (kusam)
  5. Berisiko gemuk dan gangguan keseimbangan kolesterol 






“Setiap jenis protein mengandung komposisi asam amino yang berbeda, sementara tubuh membutuhkan 9-11 asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh. Oleh karena itu, kualitas asupan protein masyarakat dapat diperbaiki dengan meningkatkan jumlah dan jenis konsumsi pangan protein baik nabati maupun hewani. Akan lebih baik lagi bila disertai pilihan pangan protein yang rendah lemak jahat, rendah kolesterol, tinggi serat dan tinggi vitamin-mineral”, tambah Profesor Hardinsyah. Menurut beliau hal ini dapat dibantu dengan mengkonsumsi suplemen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein tubuh. 



Menjawab kebutuhan protein tubuh Amway Indonesia menghadirkan Nutrilite Hi Protein yang berbahan dasar kedelai mengandung protein dengan asam amino esensial lengkap. Protein kedelai mempunyai keunggulan dalam membuat rasa kenyang lebih lama karena lebih lambat diproses tubuh dibanding protein beras dll, pengendalian berat badan, kolesterol dan trigliserida. Untuk varian Nutrilite Hi Protein tertentu disertai vitamin dan mineral.

“Nutrilite Hi Protein mengandung rendah lemak dan laktosa, serta bebas kolesterol. Karena itu, produk ini dianjurkan untuk dikonsumsi oleh berbagai usia  yaitu mulai usia anak 2 tahun hingga konsumen dewasa", ujar Maya Vianti Fibriani sebagai Nutrilite Brand Manager.  


Selain Berry dan Green Tea, Nutrilite Hi Protein juga tersedia dalam varian Chocolate

Nutrilite Hi Protein tersedia dalam bentuk bubuk, mudah dikonsumsi guna mendukung tumbuh kembang anak dan gaya hidup sehat optimal. Produk yang dikeluarkan oleh Amway Indonesia ini, dapat menjadi solusi bagi setiap orang yang ingin menambah asupan protein tubuh tanpa tambahan kalori yang berlebihan. Jadi, sudah cukupkah konsumsi protein harian kamu?

















14 comments

  1. Aaaaaak kebetulan banget tadi pagi aku sahur pake rendang *jadi malu* Jadi ini jatohnya semacam susu gitu kah mak? Ada greentea dan coklat? Kayanya enak yaaaaa. Disana nyobain rasanya kah mak? Enak ngga? Weheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enakkk....bisa dicampur ke minuman lainnya loh

      Delete
  2. Huaa...gagal paham selama ini berasumsi kudu banyak mengkonsumsi karbohidrat saat sahur.. Ternyata protein tinggi lebih dibutuhkan tubuh agar tidak lemas saat berpuasa ya Mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan...makan nasi banyak malahan ngantuk ya mbak...

      Delete
  3. Aku baru tau produk ini. Kayaknya enak ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak mba, bisa dicampur ke susu atau jus juga

      Delete
  4. Protein memang asupan yang penting
    Bisa didapat dari makanan yang murah meriah (tempe/ tahu)

    ReplyDelete
  5. kyaaa.. tadi pagi sahur pake rendang 2 potong pula hehehe.. plus susu anget segelas.. btw, produk baru ya mba? semacam herba**** itu bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cmiiw sepertinya mirip mbak...

      Delete
  6. Lengkaaap dan lengkiip. Waah keren yss

    ReplyDelete
  7. Semoga puasa kali ini membawa berkah yaaa kak

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall