03 May 2017

Kisah 3 Ekor Kucing




Teman-teman suka sama kucing gak? Atau ada yang pelihara kucing?


Hampir setahun ini, saya di rumah memelihara kucing. Terasa istimewa karena memelihara kucing baru bisa saya dan anak-anak lakukan setelah nenek tiada. Semasa hidupnya, nenek melarang saya untuk memelihara kucing. Padahal sebagai pecinta hewan, kucing merupakan salah satu binatang yang kiyut dan imut untuk saya, selain kelinci dan bajing tentunya.


Almarhumah nenek mengaku takut dan geli dengan kucing sejak ia masih gadis. Dulu, rumah keluarga besar nenek di Tapak Tuan, Aceh Selatan, memiliki tangga seperti rumah bernuasa minang lainnya. Suatu hari nenek yang sedang sholat dilewati oleh seekor induk kucing yang sedang memindahkan anaknya yang baru lahir ke tempat lain. Teman-teman tahu kan, kalau induk kucing biasanya akan memindahkan bayinya beberapa kali setelah lahir. Dan sialnya hari itu, sang induk kucing memindahkan bayinya melewati nenek yang sedang shalat. Karuan saja nenek menunda shalatnya dan kabur ngibrit loncat jendela ke luar.


Saat itu nenek gak berpikiran apa-apa selain geli dan takut. Iih..padahal resikonya loncat jendela dengan rumah tinggi bertangga kan seram ya. Untungnya alhamdulillah  nenek tidak kenapa-napa. Huha lagian nekat sih, jendela tinggi diloncati, pakai kain lagi.


Sejak hari itu, nenek berjanji bahwa di rumahnya dilarang keras memelihara kucing. Tapi kenyataannya kucing yang deketin nenek. Lagi -lagi nenek mengalami kisah yang tak menyenangkan dengan kucing. Suatu malam, entah dari mana datangnya, seekor induk kucing melahirkan anak-anaknya  di dalam lemari nenek. Jam 2 pagi, sang induk kucing ngeong – ngeong dengan kerasnya. Karuan saja nenek terbangun dan kaget mendengarnya. Beliaupun buru – buru membangunkan saya yang tidur bersamanya kala itu. Kami berdua mencari dari mana sumber suara tersebut berasal. Rupa – rupanya suara mengeong induk kucing dari dalam lemari nenek bagian pojok bawah. Pas saya membuka pintunya, nampak dua ekor bayi kucing yang imut dan lucu. Begitu saya melaporkan hal ini ke nenek, kontan saja beliau berteriak memanggil tante dan oom yang kamarnya bersebelahan dengan kami. 




Dengan terpaksa mereka berdua mengeluarkan induk kucing dan anaknya yang masih berdarah – darah. Hihihi iya terpaksa, soalnya jam di dinding menunjukkan pukul 2.30wib, saatnya semua orang terbuai mimpi, eh tante dan oom rusuh mengeluarkan si kucing. Sementara nenek entah ngibrit ke mana selama proses tersebut. Hahaha beneran nenek trauma sejak itu. Apalagi kejadian kucing melahirkan dalam lemarinya, membuat beliau mesti rela membuang mukena kesayangannya yang sudah penuh darah. Sempat saya tanya, “kok dibuang, itu kan mukena kenang-kenangan dari almarhum kakek?’. Nenek menjawab bahwa cintanya kepada kakek tidak akan luntur walaupun mukena kesayangannya mesti jadi korban😆😆😆😆


Ketika Fadly besar dan mulai berkenalan dengan kucing, Fadly sempat meminta kepada nenek untuk diijinkan memelihara kucing. Nenek tetap pada keputusannya bahwa di rumah ini tidak boleh ada kucing selama beliau masih ada. Dan setahun setelah beliau tiada, tiba – tiba saja ada 2 ekor kucing kampung yang datang selalu bermain dan berkeliaran di sekitar rumah. Fadly dan Fara memberi nama untuk mereka berdua, Victoria dan Kelly. Mereka berdua kompak ke mana-mana, bahkan tidur pun tak jarang berduaan. Hobi mereka apalagi kalau bukan tidur dan mejeng di alas kaki depan pintu rumah.

Vic dan Kelly yang akur, tidur aja berdua'an..
Salon Bu Fara, terima pelanggan

Beberapa minggu kemudian, Vic dan Kelly mendapat teman baru seekor kucing keturunan persia berhidung pesek yang kami beri nama Fully. Fully merupakan hibahan dari guru Wingchunnya Fadly, yang tahu Fadly suka kucing dan sedang berulang tahun. Jadilah dengan berat hati, sayang anak judulnya, Fully pun tinggal di rumah kami.



Fully dan abang Fadly

Posenya samaan donk
Kelakuan Fully ini gemes – gemes nyebelin. Hobinya makan, tidur dan gangguin Fadly belajar. Beberapa kali ulahnya sempat saya foto dan setiap kali Fadly ogah-ogahan mengerjakan PR, cukup tunjukkan foto itu, Fadly pun tertawa dan bergegas mengambil buku PRnya. Sebab Fadly tahu, Fully pasti akan duduk manis dibuku tulisnya.


Tingkah laku Fully yang gemes-gemes nyebelin ini akhirnya saya buatkan akun instagram, atas permintaan Fadly yang kepengen kucing kesayangannya eksis. "Aku pengen Fully punya banyak penggemar bu, kaya Instagram Kucing yang ibu tunjukkin waktu itu" ujar merayu saya. "Nanti fotonya pake hape ibu yang putih ya" Fadly mengingatkan saya. Ah tau saja anak ini kalau hape yang putih baru saja saya isi dengan kuota paket xtra 6GBnya XL, puas deh lihat tingkah laku kucing - kucing lucu di Instagram maupun youtube.

 
Namun belakangan ini, ada satu hobi baru Fully yang bikin saya senewen. Fully jadi sering pipis sembarangan. Mulai dari tempat tidur, kantong plastik, tas, bantal sofa, jas hujan dan beberapa barang lainnya. Yang bikin saya ngedumel apalagi kalau bukan pipis di tempat tidur Fadly. Awalnya Fully senang main – main di tempat tidur Fadly. Namun setelah tertangkap basah Fully pup dan pipis di kamar Fadly, sejak itu Fully dilarang masuk kamar. Tetapi masuk ke kamar saya masih suka sembunyi-sembunyi, alasannya apalagi kalau gak numpang bobo😁😁😁

"Bang, bangun bang. Sekolah gak?kok bobo lagi"
"hihi padahal aku ngantuk, eh abang tidur di tempat favorit aku"



Nah kalau Vic dan Kelly, mereka memang berkeliaran di luar rumah, kadang – kadang saja masuk ke rumah dan numpang tidur di kolong meja makan. Bukan apa – apa, saya gak tahan dengan bulu mereka yang mudah rontok. Sebel juga kalau sudah menempel di sofa, bantal dan di celana. Susah ngebersihinnya ya😵😌😏


"man teman...aku bobo dulu ya"



"mumpung meja belajarnya gak ada yang pake, bobo ah.."
Kira – kira teman – teman pecinta kucing ada saran biar Fully gak pipis sembarang? Padahal bak pasirnya ada loh, dan dalam kondisi bersih tergantikan. Atau itu memang tanda -tanda kucing betina mau kawin ya?jadi pipis sembarangan? Plis plis ditunggu sharingnya ya teman – teman...

Pasrah dijahilin duoF

Oiya, follow juga akun Ignya Fully di @fullythecat ya man teman....



Tertanda,
Mak galau yang sayang sekaligus sebel sama Fully
































9 comments

  1. Hallo mba Sally. Lucu liat kucingnya. Anakku minta pelihara kucing juga tapi aku belum ijinin. KUatir nggak ada yang jagain. HIhihi

    ReplyDelete
  2. mbak Sally kucingnya lucu sekalii..pernah ada kucing jg lahiran di lemari rumah tp akhirnya diusir karena di rumahku udh ada dua anjing dan mrk ganas ama kucing -_-''

    www.blueskyandme.com

    ReplyDelete
  3. Yg di mamah mertua ada kucing Persia udah di didik militer mb, disiplin utk buang pipis di kotak pasir yg disediain.Tapi manut semua kok😊

    ReplyDelete
  4. Kucing yg di rumah mama mertua ku udah dididik militer n disiplin mbak.Untung manut semua hahhaa

    ReplyDelete
  5. Selalu senang lihat orang yg bs pelihara hewan di rumah, krn sy bukan orang yg telaten sama hewan

    ReplyDelete
  6. penyuka kucing anaknya ya mbak, anak ku juga tapi dia gak mau pelihara haha

    ReplyDelete
  7. Anak-anak suka minta pelihara kucing tapi belum saya kasih ijin. Jaid paling saya bolehin aja mereka bermain-main dengan kucing yang suka ada di depan rumah. :D

    ReplyDelete
  8. saya suka kucing tapi belom pernah piara
    tetangga punya anggora, lucu banget imut2 apalagi udah nurut dari kecil
    eh ada yang namanya fully, mirip nih wkwkwkwk

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall