expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>>

06 October 2020

Trend Fashion 2020, Yuk Pakai Masker





Trend Fashion 2020, yuk pakai masker ketika di rumah.


Sejak Maret 2020, masker seakan menjadi kebutuhan utama dan gaya hidup. Oh tentu saja awalnya masih banyak masyarakat yang enggak menggunakan masker, bahkan hingga kini. Padahal masker diketahui mampu melindungi kita dari penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya. 
 

Pemerintah tentu saja tidak tinggal diam. Berbagai macam upaya dilakukan. Mulai dari penyebaran informasi penggunaan masker diberbagai media, kampanya langsung di berbagai tempat publik hingga mengadakan seminar online.



Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS - COV 2).


Gejala klinisnya meliputi : demam lebih dari 37,3°C, batuk dan pilek, gangguan pernafasan (sesak), sakit tenggorokan, letih lesu, dan kehilangan indera penciuman. Pada beberapa penderita, diare juga muncul sebagai salah satu gejala klinis lainnya.


Pada awalnya penyebaran Covid-19 diketahui melalui droplet atau percikan air liur dari penderita kepada orang di sekitaran. Sehingga pada saat bertemu orang lain, kita diminta menggunakan masker, tidak berjabat tangan, menjaga jarak dan tidak memegang hidung, wajah dan mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun. Namun penelitian WHO terbaru menyebutkan, Covid-19 pun dapat menularkan melalui airbone atau udara.



Faktor penyebaran Covid-19 seringkali tanpa disadari menempatkan kita sebagai pelaku. Sebagaian masyarakat yang masih beraktivitas seperti biasa, tidak mengindahkan protokol kesehatan, masih banyak keramaian, membuat Covid-19 seakan betah berada di sini, dan terus bermutasi.


Dalam seminar online bareng blogger dan media "Yuk Disiplin, Covid-19 Ambyar" bersama bapak dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes, Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, dan ibu Dr. Rose Mini Agoes Salim, Psi, Psikolog, menyebutkan bahwa perilaku masyarakat haruslah berubah dan beradaptasi sesuai dengan keadaan saat ini. Penggunaan masker bukan hanya ketika sakit, tetapi wajib digunakan setiap saat keluar rumah, bahkan digunakan juga di dalam rumah ketika dianggap perlu.


Selain menggunakan masker ke manapun, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer merupakan salah satu adaptasi kebiasan baru yang harus selalu dilakukan. 

Salah satu kegiatan Kemenkes dan Bloggercrony

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Rose Mini Agus Salim, M.Psi. atau yang akrab dipanggil Bunda Romi. Beliau menyatakan ada beberapa cara untuk meningkatkan kesadaran diri dalam adaptasi kebiasaan baru, “Pertama, perkuat moral virtue, kenali manfaat 3 M (Menggunakan masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan dengan sabun), terapkan kebiasaan konsisten, dan mulailah dari diri sendiri, lalu bawa pengaruh ke lingkungan Anda agar menjadi contoh untuk lingkungan.”


Mbak Wardah Fajri, S.Kom, Fasilitator/Mentor dan juga Founder Komunitas Bloggercrony mengatakan bahwa sejatinya komunitas terhubung dan bertanggung jawab pada sekitarnya. Selama pandemi hingga hari ini sudah banyak hal - hal yang dilakukan Bloggercrony terhadap sesama anggota maupun lingkungan yang ada. Mulai dari mengadakan bloggercare (pemberian bantuan kepada teman- teman blogger yang terdampak pandemi), blogger hangout (membuka berbagai kelas yang membahas mengenai mental awareness) hingga terlibat diberbagai kampanye untuk menyebarluaskan gerakan 3M dan Adaptasi kebiasan baru.


Masker, Trend Fashion 2020

Ke manapun wajib menggunakan masker
 
Begitu diinformasikan kalau masker merupakan salah satu penangkal penyebaran Covid-19, seketika masker medis begitu langka keberadaannya di pasaran. Bahkan harga jauh melambung tinggi.


Agar tenaga medis tidak kekurangam masker medis, masyarakat kemudian beralih menggunakan masker kain yang dapat dicuci ulang, lebih hemat dan ramah lingkungan.


Masker kain kemudian hadir dengan beraneka ragam motik dan beragam bahan. Mulai dari bahan katun, nilon, kertas, serat alami, hingga sutra.


Pilihlah masker yang bahannya nyaman digunakan dan rapat menutup hidung tanpa ada celah. Selain itu WHO menyarankan untuk memilih masker kain yang terdiri dari tiga lapis bahan yang nudah dicuci dan tahan suhu tinggi.


Pilih juga masker berdasarkan tipenya, tipe lipit yang mudah digunakan seperti masker medis, atau tipe duckbill yang tetap leluasa bernafas tanpa engap dan tidak menganggu make up.


Masker kain digunakan maksimal selama 4 jam, tetapi ketika kita bersin, batuk atau berkeringat, masker kain sebaiknya diganti sesegera mungkin. Buat saya, pemilihan tali pengait masker juga berpengaruh terhadap kenyamanan penggunaan masker. Tipe earloop mudah dikaitkan dan tipe headloop cocok untuk yang berhijab.


Fara juga gak mau ketinggalan pake masker donk. Pilih masker kain yang nyaman untuk anak


Jangan lupa pilihlah masker sesuai bentuk wajah, manfaat, serta tujuan penggunaannya. Terlebih di tengah pandemi ini, masker kemudin bertransformasi menjadi salah satu fashion item yang turut menunjang penampilan. Banyak desainer dan pengusaha fashion lokal kemudian menciptakan aneka baju/atasan/hoodie yang sama/seragam/senada dengan masker. Saat ini banyak desainer yang menawarkan masker kain yang sytlish. Selain berguna untuk melindungi diri, kini masker juga bisa membuat penampilan menjadi lebih modis.




Yuk Pakai Masker, Lindungi Diri dan Orang - orang Tersayang.



© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall