24 May 2016

Ragam Aktivitas di Wisata Air Panas Ciater




Pemandian air panas Ciater yang sering disebut Sari Ater berada di kecamatan Ciater, kabupaten Subang Jawa Barat telah menjadi tujuan wisata keluarga Indonesia. Dengan lokasi yang strategis yang berada di perbatasan kota Bandung dan Subang sekaligus berbatasan dengan kota Lembang menjadikan obyek wisata ini diminati oleh wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke kota Bandung dan sekitarnya.



Mata air panas Ciater yang bersumber dari kawah Gunung Tangkuban Perahu bersuhu 46 derajat Celsius dan kemudian mengalir di sungai sepanjang 2000 meter dengan suhu turun menjadi 2 derajat mengairi area persawahan masyarakat. Air yang berasal dari kawah ini memberikan hasil pertanian yang lebih baik bila dibandingkan dengan mata air gunung pada umumnya. Daerah Ciater sendiri pada awalnya adalah sebuah hutan yang diubah menjadi perkampungan dan diberi nama Ciater yang berarti air memancar menurut bahasa Sunda.



Dengan luas yang mencapai 30 hektar dan bentang alam pegunungan menjadikan kawasan ini sebagai obyek wisata terbesar di provinsi Jawa Barat. Dengan potensi ini pemerintah Subang telah meningkatkan fasilitas dan kenyamanan berwisata dengan menyediakan hotel dan villa, wahana bermain untuk anak-anak, kuliner serta arena outbond yang menantang di alam terbuka untuk mendorong minat wisatawan mengunjungi tempat ini. Berikut beberapa aktivitas yang bisa anda lakukan di kawasan obyek wisata Ciater.



  1. Berendam di pemandian air panas Sari Ater

Pemandian air panas Ciater mengandung kalsium, magnesium, chloride, sulfat dengan kadar aluminium yang tinggi. Juga tingkat keasaman yang tinggi. Dengan kondisi ini air panas Ciater dapat membantu mengobati penyakit kulit sekaligus sebagai terapi bagi penyembuhan rematik, gangguan syaraf dan tulang serta penyembuhan kelumpuhan yang diakibatkan oleh stroke. Terapi rutin berendam di mata air panas dengan suhu yang mencapai 42 derajat Celsius dapat memberikan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan.



Pemandian ini menyediakan beberapa kolam air panas misalnya kolam mayangsari, kolam pulosari, kolam wangsadipa dan kolam leuwisari dengan harga tiket masuk yang berbeda-beda. Bagi anda yang ingin berendam di dalam kolam tertutup, anda bisa berendam di kamar rendam yang lebih terjaga privasinya.



Air terjun yang ada di lokasi ini bernama Curug Jodoh juga mengalirkan air panas yang memberikan sensasi pijatan hangat jika anda berdiri di bawah air terjun. Untuk masuk ke dalam kawasan air terjun tidak dikenakan biaya karena sudah termasuk dalam tiket masuk. 

 

Walaupun tidak berbahaya, namun jika anda mengidap penyakit berat disarankan untuk tidak memaksakan diri untuk berendam di air panas ini untuk mencegah kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Waktu sore hari adalah waktu terbaik untuk berendam karena kondisi pemandian lebih sepi dari pengunjung. 

Photoright: wisatakuliner09.blogspot.com





  1. Berwisata kuliner

Setelah puas berendam yang membuat seluruh tubuh menjadi rileks, berwisata kuliner adalah pilihan kegiatan selanjutnya. Sate dan sop kelinci menjadi pilihan masakan yang menghangatkan di tengah dinginnya suhu Ciater.

 

Untuk oleh-oleh khas, anda dapat membeli buah nanas yang menjadi salah satu buah kebanggaan masyarakat Subang yang banyak djual di sepanjang jalan Ciater. Jika anda ingin bentuk olahan dari nanas, industri makanan Ciater telah mengolah buah nanas menjadi sirup dan dodol nanas.



Pie dari nanas pun sudah mulai dikembangkan dengan nama Delipel Pie yang menjadi oleh-oleh baru dari Ciater. Selain itu, Delipel sebagai merk dagang juga telah mengolah nanas menjadi Delipel Nastar, Delipel Cake dan Delipel Cupcake berbahan baku nanas simadu yang dikemas dengan desain yang unik dengan informasi wisata dan budaya kabupaten Subang.




Photoright: kotasubang.com




  1. Menginap di villa yang unik dan nyaman

Bagi anda yang berasal dari luar kota, anda bisa memilih berbagai macam penginapan atau villa sesuai kebutuhan anda sehingga anda bisa menikmati eloknya panorama Ciater lebih lama. 

 

Salah satu kawasan resort yang ada adalah Sari Ater Hotel & Resort.    
H­otel ini dapat dibooking melalui aplikasi Traveloka. dengan fasilitas air panas yang terintegrasi langsung ke hotel dengan sumber mata air panas. Sari Ater Hotel & Resort menawarkan beragam tipe kamar dan villa yang nyaman dengan fasilitas lengkap. Bahkan kini juga tersedia Family Camping Park yang akan menambah keseruan liburan anda dan keluarga. 

 

Dengan konsep one stop recreation, Sari Ater Hotel & Resort menyediakan semua kebutuhan anda berekreasi di satu tempat seperti sarana outbound seperti flying fox di atas kebun teh, adventure berupa ATV, rekreasi keluarga dengan wahana bermain anak-anak, wisata kuliner dan paket-paket wisata seputar Ciater seperti paket morning/afternoon tea walking, outbound package dan paintball package. Dan tentu saja, obyek wisata andalannya yaitu mata air panas. Selain itu, Sari Ater menyediakan kendaraan gratis yang bisa digunakan pengunjung untuk berkeliling di kompleks villa yang hijau dan asri ini.




Photoright: cleartrip.com







23 May 2016

Secuil Kisah Meja Makan Punya Cerita






Kali ini saya mau bernostalgia dalam kenangan saya dengan almarhumah nenek dan almarhum kakek. Bulan ini, bertepatan dengan 10 Mei lalu tepat setahun sudah nenek meninggalkan saya. Bagi saya nenek adalah seorang perempuan tangguh, mandiri, tidak pantang menyerah, memiliki kemauan yang keras dan penuh kasih sayang bagi anak – cucunya. Namun nenek tak pernah mengeluarkan kasih sayangnya dalam kata – kata dan ucapan. Sering kali beliau menunjukkannya dalam perbuatan. Sedangkan kakek sudah meninggalkan kami beberapa puluh tahun yang lalu.

Sejak ibu saya wafat, saya tinggal bersama kakek dan nenek. Beliau banyak mengajarkan saya berbagai macam hal. Etika, Sopan santun, agama dan ilmu pergaulan dalam masyarakat. Dulu sih segala nasehat nenek biasanya bikin saya meradang bosan. Iiih engga banget ya saya dulu, bukan cucu yang sholehah banget deh :( Tetapi sekarang, disaat saya sudah menjadi seorang ibu, segala nasehat nenek begitu membekas di dalam ingatan.

Masih teringat saat – saat makan bersama nenek, beliau selalu bercerita mengenai kisah hidupnya di masa silam. Atau lain waktu dia menceritakan kisah percintaannya dengan almarhum kakek saya, lelaki yang menurut dia bijaksana dan welas asih. Saat – saat di meja makan inilah menurut nenek saat yang tepat untuk menceritakan apa saja kepada anak dan cucunya. Memang sih sejauh yang saya ingat, nenek dan kakek saya ini suka banget makan bersama di meja makan. Ya sarapan, makan siang maupun makan malam. Pekerjaan kakek sebagai pengusaha membuat waktu kerjanya fleksibel. Jadi kakek selalu mengusahakan untuk berada di rumah sewaktu jam makan agar bisa berkumpul dan makan bersama di meja makan. Tapi nih menurut nenek, kakek saya begitu karena nenek yang meminta dan sedikit memaksanya hihihi. Ini semata – mata nenek ingin kakek juga terlibat dalam pengasuhan anak-anaknya.

Hanya ini foto yang tersisa dari meja makan.Kadang terima tamu juga di meja makan

Kakek dan nenek saya dikaruniai 5 orang anak. Kakak ibu, ibu saya, dan 3 orang adik -adiknya. Meja makan rumah nenek dulu berukuran sedang, muat 6 orang. Kebiasaan ibu dan saudara-saudaranya sebelum makan adalah berebut menyiapkan posisi di sebelah kakek. Mengapa?karena yang duduk di sebelah kakek biasanya selalu mendapat tambahan lauk dari piring kakek. Kakek yang suka makan ikan, selalu disiapkan nenek posi dalam ukuran besar. Tetapi porsi besar tidak beliau habiskan sendiri, melainkan dibagikan kepada anak – anaknya. Hihihi termasuk saya loh...

Dari kakek dan nenek saya belajar bagaimana menghadapi persoalan anak-anaknya Saya melihat dan merasakan kedekatan saudara – saudara ibu satu dengan lainnya, bahkan kedekatan itu tetap terjalin ketika mereka sudah menikah dan hidup terpisah. Kakek adalah bapak yang tidak banyak omong kepada anak – anaknya, tetapi beliau dengan penuh perhatian akan mendengarkan semua keluh kesah anaknya, semua cerita bahagia anaknya. Sedangkan nenek dengan senang hati akan mengomentari semua cerita keseharian anak -anaknya bahkan terkadang beliau memberi solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Dan semua itu dilakukan di meja makan. Sambil makan, sambil bercerita. Ya....#MejaMakanPunyaCerita.

Lalu bagaimana dengan saya dan keluarga?apakah saya pun melakukan kebiasaan makan bersama di meja makan?

Awal saya dan pak suami menikah, kami selalu berusaha untuk makan malam bersama di meja makan, bertukar cerita mengenai keseharian kami. Saya bercerita mengenai suasana kantor atau kejadian di dalam mobil jemputan, pak suami bercerita mengenai teman kantornya yang tak mau kalah latah dengan kehidupan orang. Bahkan tak jarang kami membahas rencana weekend pun di meja makan. Selain untuk makan, meja makan juga tempat kami untuk rapat/berdiskusi mengenai rumahtangga kami. Ketika Fadly lahir, suasana di meja semakin heboh dengan tingkah dan polahnya. Fadly tak segan – segan kami dudukkan di kursi makannya walaupun Fadly sudah selesai makan malam. Paling tidak Fadly juga merasakan kedekatan kami dan belajar memahami rutinitas yang ada.







Yang bahagia dapat botol

Hingga kemudian Fara lahir, dan pak suami berpindah kantor ke daerah yang lebih jauh lagi. Kebiasaan makan bersama mulai jarang dilakukan.Bbiasanya saat makan malam pasti rumah ramai oleh celotehan anak-anak bercerita dengan Bapaknya, begitu pak suami pindah kerja dan pulang lebih larut, keceriaan itu menghilang. Meja makan baru terasa ramai di Sabtu atau Mnggu saat weekend.


Menurut Mbak Ajeng Raviando, Psikolog Anak dan Keluarga di acara #MejaMakanPunyaCerita yang diadakan oleh Tupperware Indonesia bekerja sama dengan Viva.co.id, Jumat 20 Mei 2016 lalu di kantor PT Tupperware, Jakarta, kesibukan yang padat seperti orang tua yang keduanya bekerja maupun agenda anak yang padat di sekolah, menjadi salah satu faktor hilangnya tradisi makan di rumah. Dan hilangnya tradisi ini memiliki pengaruh buruk bagi perkembangan hubungan antar anggota keluarga karena bersantap di meja makan menjadi ajang berkomunikasi antar anggota keluarga. Karena bersantap di rumah lebih santai, ketimbang di restoran. “

“Jika tradisi bersantap di rumah menghilang, maka orang tua dan pasangan tidak punya kesempatan menanamkan nilai – nilai yang akan diangkat dalam sebuah keluarga. Sehingga yang terjadi seperti sekarang, yakni generasi yang acuh” ungkap Ajeng Raviando.



Iih siapa yang bisa nolak makan di sini?

Duh kok ya serem banget ya, ditambah lagi sekarang gadget menguasai anak – anak dengan mudah, lalu budaya media sosial membuat orang malas makan di rumah karena masakan rumahan yang kurang menarik untuk difoto dan diunggah ke instagram sehingga budaya makan di rumah berubah menjadi budaya makan di restoran. Saya kok takut ya tradisi makan bersama ini akan menghilang dari keluarga Indonesia. Untuk itu Tupperware Indonesia kembali meluncurkan kampanye #MejaMakanPunyaCerita dengan harapan mendorong masyarakat Indonesia untuk kembali menghidupkan tradisi berkumpul di meja makan dan bersantap di rumah. Karena tradisi ini memberikan banyak manfaat baik. Dalam acara ini juga Tupperware meluncurkan sebuah produk baru yang akan menciptakan suasana makan menjadi istimewa sehingga membuat keluarga senang makan di rumah. Hidanganpun akan terasa spesial disajikan menggunakan Petite Blossom, koleksi terbaru dari Tupperware Indonesia.






Kalau kami makan ya begitu, ketauan selfi jadi seriu...gaya

Petite Blossom merupakan rangkaian produk saji terbaru yang cocok digunakan untuk sajian harian. Terdiri dari wadah untuk nasi, sup, saus, lauk tanpa kuah, yang dilengkapi dengan sendok dan penutup. Desain modern dengan warna hijau yang fresh diharapkan mampu mengugah selera makan dan membuat momen makan bersama semakin ceria dan hangat. Produk Petite Blossom ini membantu ibu menyiapkan hidangan di rumah menjadi praktis, rapi dan bersih. Hihihi warnanya yang cantik membuat saya pengen bungkus bawa pulang :)

“Tupperware ingin mengajak para keluarga untuk kembali makan bersama di rumah melalui program Meja Makan Punya Cerita dimana diharapkan dengan program ini banyak keluarga terinspirasi untuk menumbuhkan kembali kebiasaan makan bersama dan mendapatkan manfaat positif terutama semakin kuatnya rasa saling menyayangi dan mendukung anatr anggota keluarga,” ungkap Nurlaila Hidayaty, Marketing Director Tupperware Indonesia.




Makan bersama  juga asik bersama tenang. Kalau kamu?


Di acara tersebut selain ada talkshow, ada juga games seru, doorprizes dan livetweet. Hadiahnya?tentu saja produk Tupperware yang  terjamin kualitasnya. Alhamdulillah saya mendapat hadiah sebuah box multifungsi berwarna pink yang langsung saja diakui oleh Fara sebagai miliknya hihihihi.








Asikkk dapat hadiah :)
Dan kini, saya dan keluarga sepakat untuk tetap meneruskan kebiasaan dan tradisi makan bersama di meja makan. Sebisa mungkin kami berempat meluangkan waktu untuk duduk dan bersantap bersama. Dengan menu seadanya, namun kebersamaan dan keceriaan kami di meja makan harus tetap ada, harus tetap menjadi secuil cerita dan kenangan bagi Fadly dan Fara selamanya.



















© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall