05 December 2016

10 Hal Yang Akan Kamu Dapatkan Dari Philips Hue




“Bu, jangan lupa nyalain lampu – lampu sebelum pergi ya. Kita kan baru pulang besok. Nanti rumah jadi gelap – gulita”, seperti biasa pak suami mengingatkan istrinya yang pelupa ini untuk menyalakan semua lampu rumah jika kami berpergian hingga larut malam atau menginap. Ya sejak si mbak ART nenek mudik, rumah otomatis diisi kami berempat plus adik saya. Jadi setiap kali kami semua berpergian, rumah sepi tanpa ada yang menunggui.


Dulu sih kalau lihat di film – film barat, ada rumah atau mansion yang memiliki alat untuk mengatur on off  lampu – lampunya, suka berharap dalam hati. Kepengen suatu saat nanti juga memiliki lampu yang dapat diatur sesuka hati, dan yang jelas hemat listrik pastinya.


Hihi ternyata ada  inovasi keren kaya begitu. Philips Hue namanya. Yaitu sebuah sistem pencahayaan terkoneksi nomor satu di dunia untuk pencahayaan rumah. Dalam acara Blogger Community Gathering yang diadakan bertepatan dengan Philips Lightining Week pada tanggal 19 November 2016, di Main Atrium Senayan City, saya dan teman – teman blogger diajak mencoba satu inovasi lampu Philips terbaru. Merupakan sistem penerangan yang bisa dikontrol dari jarak jauh, lampu bisa berubah warna sesuai keinginan, gak perlu ribet sama  timer, gak perlu khawatir jika lembur, pergi hingga larut malam atau saat hendak ke luar kota.


Dengan ekosistem Philips Hue yang meliputi bohlam, pencahayaan dekoratif, Strip LED, dan sistem pengontrol, serta enam belas juta warna yang integraksi dengan wifi, Philips Hue di Indonesia sudah dapat dipreorder dari tanggal 14 – 20 November lalu di Lazada.  Untuk satu unit Philips Hue dibanderol dengan harga 2,4jt. Sedangkan striplightnya dibanderol 800 – 900IDR/meter2. Harganya cukup lumayan ya? Tapi apakah sebanding dengan harganya?


Pertanyaan tersebut sempat dilontarkan salah satu undangan yang hadir. Dan jawaban dari Ibu  Indah Suzanti, Product Marketing Home PT Philips Indonesia dan Mas Ario Pratomo, Pengusaha dan Tech Vlogger, menyatakan bahwa Philips Hue sebanding dengan harganya. 




Rumah yang saya tempati adalah rumah peninggalan nenek. Karena kami sekeluarga, khususnya saya , tidak suka dan takut gelap, saat ini rumah nenek diusahakan terang benerang. Ruang favorit keluarga saya adalah ruang tengah yang menyambung dengan ruang makan dan dapur. Pencahayaan di ruang tengahpun cukup mumpuni, sehingga banyak aktivitas dilakukan di sana seperti menonton tv, anak – anak bermain, dan bahkan tak jarang sayapun bekerja menggunakan laptop di sana. Tentu saja privasi yang saya butuhkan saat bekerja, atau ketika anak saya belajar menghadapi ulangan, tidak bisa didapatkan. Saat ini yang saya butuhkan adalah ruang kerja yang merangkap ruang belajar untuk kedua anak saya.  Seperti yang Mas Ario Pratomo bilang, kembali ke kebutuhan masing-masing orang. Dengan kebutuhan dan keinginan saya saat ini, Saya butuh sistem pencahayaan yang lebih baik agar dapat meningkatkan produktivitas kerja.



Cantik ya penerangannya.Semua bisa disesuaikan dengan mood dan kebutuhan kita loh


Menurut Ibu Indah Suzanti, Philips Hue sepadan dengan manfaatnya yaitu lebih produktif dan lebih fokus pada kinerja, memperindah ruangan, meningkatkan mood, serta mempermudah kehidupan sehari - hari yang tentu saja dihasilkan dengan dukungan Philips Hue. Namun begitu, manfaat secara finansial tidak langsung terasa, namun dengan garansi 15 tahun dan peningkatan produktivitas saya sebagai freelancer dan blogger tentu saja hal ini sepadan. Hal ini diiyakan oleh Mas Ario Pratomo. Mas Ario sudah menggunakan produk ini di ruang kerjanya. Ia merasa Philips Hue ini sebagai mood boosternya untuk meningkatkan performa dan semangat kerja. Sila disimak testimoni mas Ario Pratomo.






 
Lalu apa saja sih keunggulan Philips Hue?
1. Kita dapat mengontrol penerangan rumah dari jarak jauh. Philips Hue dapat dikontrol melalui aplikasi, tombol, siri/home kitt  pada saat kita di luar kota, misalnya.
2. Penerangan dapat kita atur jadwalnya,misal saat saya dan keluarga pergi meninggalkan rumah, tidak perlu lagi menghidupkan lampu sebelum pergi.Cukup dijadwalkan saja dan diatur intensitas penerangannya.
3. Lebih hemat karena Philips terang terus dan tahan lama (bergaransi donk)
4. Kemudahan untuk merakit dan memasang alat (instalasi)
5. Insensitas cahaya dapat diatur untuk menjaga kesehatan mata.
6. Rumah lebih aman terjaga, bisa dipasang di tempat berbahaya yang dilewati. Seperti tangga, atau sudut teras jika rumah berlantai dua atau lebih.
7. Lampu Philips Hue dapat berubah warna dan dapat disesuaikan dengan keinginan kita; romantis, terang, redup, gelap atau terang benerang.
8. Dapat dipasang sebagai lightning di belakang TV atau perangkat audio. Dan dapat disinkronisasikan dengan musik atau film yang ingin kita dengarkan. Ala ala bioskop yaa..
9. Suka foto produk untuk ditampilkan di blog? Philips Hue dapat digunakan sebagai artificial lighting untuk menghasilkan cahaya yang bagus saat pemotretan. Atau sering membuat Vlog? Philips Hue bisa membantu menghasilkan pencahayaan yang oke untuk vlog.
10. Bad mood, susah konsentrasi untuk bekerja atau belajar?Philips HUe dapat membantu menciptakan momen yang kita inginkan. 

Kalau penerangan di rumah pada malam hari diatur begini, Fara pasti berani pergi minum sendiri. Gak perlu buru buru buka kulkas


 Dari ke 10 hal di atas, rasanya Philips Hue wajib untuk hadir
di rumah saya agar rumah menjadi tempat yang produktif dan
kreatif, bersama  Philips Hue. Life Starts with Hue.




























30 November 2016

Mengenal Lebih Jauh Content Marketing Strategy di DigiPreneur Day






Di era digital saat ini, bisnis online memiliki pangsa pasar yang cukup menjanjikan. Dengan keterbatasan waktu untuk berbelanja,  jauhnya jarak tempuh untuk mendapatkan barang yang diinginkan, serta ketersediaan barang menjadi alasan bagi orang untuk memilih belanja secara online. 



Minggu 27 November 2016 lalu, untuk kedua kalinya saya menjejakkan kaki ke rumahnya para UKM di SMESCO, Jakarta. Tema yang diangkat kali ini berhubungan dengan para pelaku dunia digital. Smesco DigiPreneur Day diselenggarakan oleh Smesco bekerja sama dengan MB Communication – Indoblognet. Smesco Digipreneur Day merupakan event yang mempertemukan kalangan pebisnis untuk memperkenalkan digitalpreneur sebagai salah satu cara  mempromosikan UKM mereka melalui Smesco. Hingga saat ini terdapat  74.000 item produk yang dipasarkan secara retail melalui lembaga layanan pemasaran  Kementerian  Koperasi dan UKM. Selain itu, produk – produk yang ada bisa kita temui di smescotrade.com. 



Tema yang dibahas kali ini mengulas bagaimana membuat content digital yang menarik, bagaimana memasarkan produk secara online dan bagaimana membuat foto produk yang menarik perhatian pembeli. “Exploring The Content Marketing Strategy”, dengan narasumber Ibu Lisma D. Gumelar, pemilik Rumah Baju Ambu, Bpk. Derry Darmawan, Manager Bursa Sajadah Online, Bapak Edwin dari BangWin Consultant, Bpk. Bagus Rachman, Dir. Pengembangan dan Pemasaran LLP KUKM Smesco Rumahku dan  Sefa Firdaus,  Fotografer Profesional.



Rumah Baju Ambu

Ibu Lisma D Gumelar,  istri dari Deddy Gumelar atau yang akrab disapa Miing, tadinya adalah karyawan sebuah bank. Melihat pressure yang dihadapi sang istri, ditambah jam kerja yang tidak sesuai dengan pendapatan yang diterima, Ibu Lisma diminta sang suami untuk resign dari pekerjaannya dan konsentrasi mengurus anak. Setiap kali mengantar anak ke sekolah, para orang tua murid selalu menanyakan busana yang dikenakan ibu Lisma, timbul niat untuk membuka usaha di bidang fashion. Berawal dari kecintaannya mendesain  pakaian, Ibu Lisma mendirikan Rumah Baju Ambu pada tahun 2006.


Fashion yang dihasilkan Rumah Baju Ambu tidak khusus ditujukan untuk kaum muslim, tetapi bisa juga dipakai oleh siapapun yang tidak menggunakan hijab. Ibu Lisma memasarkan produknya langsung melalui rumah produksinya di Bandung, dan juga secara mobile.  Selain itu beliau juga memasarkan melalui pameran – pameran baik di dalam dan di luar negeri. Tidak ketinggalan, Ibu Lisma pun aktif di komunitas ikatan perancang busana muslim dan mendapat kesempatan untuk mengembangkan usahanya. 


Walaupun Rumah Baju Ambu tidak memiliki Outlet tersendiri, langganan ibu Lisma tersebar di Indonesia. Kebanyakan dari mereka mempunyai butik untuk dijual kembali. Awal – awal memasarkan produknya, Ibu Lisma juga memasarkan produknya melalui web. Namun beliau kecewa ketika suatu hari menemukan produknya dijiplak dan dijual di bawah harga jual. Padahal produk tersebut dibuat dengan detail kesulitan yang cukup tinggi.  Sejak itu beliau tidak lagi mengupload foto produknya secara online, terlebih karena pakaian yang dibuatnya tidak diproduksi secara massal.  Untuk saat ini, Ibu Lisma tetap memasarkan produknya melalui aplikasi chat seperti BBM dan WhatsApp. Namun tidak tertutup kemungkinan selanjutnya akan memasarkan kembali produknya melalui website.


Dengan bisnisnya ini ibu Lisma turut membantu membuka lapangan pekerja bagi lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Beliau memberdayakan ibu – ibu Rumah tangga untuk membantu usahanya. Saat ini terdapat 29 karyawan yang berada di Rumah Baju Ambu.




Bursa Sajadah

Narasumber berikutnya adalah Bpk. Derry Darmawan, Manager Bursa Sajadah online dari Bursa Sajadah. Bursa Sajadah adalah pusat perlengkapan haji, umroh dan toko oleh – oleh yang memiliki 8 cabang di 7 daerah di Indonesia. Bursa Sajadah berdiri sejak tahun 1998 dan hanya menjual produk – produknya secara offline. Di tahun 2015, Bursa Sajadah juga mulai memasarkan produk – produknya secara serius melalui online dengan membentuk tim khusus. Meski juga menjalankan bisnis secara online, Bursa Sajadah mengajak para pembelinya untuk datang mengunjungi toko. Mereka ingin pengunjung melihat katalog online namun untuk bertransaksi, pengunjung diharapkan datang langsung ke toko. Menurut Bapak Derry, masyarakat Indonesia lebih senang jika transaksi jualbeli dilakukan secara dua arah,  dimana butuh tanya jawab untuk memastikan produk. Demikian pula halnya dengan pembeli Bursa Sajadah.  Hampir 75% pembeli Bursa Sajadah bertransaksi melalui chat. 

Pak Derry  tidak ketinggalan memaparkan tips dan trik dalam menjalankan bisnis online ala Bursa Sajadah. Menurut Pak Derry, dalam memasarkan produk kita perlu konsistensi. Terutama dalam hal foto untuk produk. Pilihlah background yang sama dan senada, cantumkan deskripsi produk dengan jelas untuk memudahkan pembeli. Jangan lupa untuk menuliskan harga produk, lokasi toko, dan berikan cara pemesanan Sedangkan strategi lainnya bisa menggunakan facebook ads dan google adwords.





Digital Consulat Bersama Bang Edwin


Sesi berikutnya giliran Bapak Edwin SA,  Principal and Head of Consulting Bangwin Consulting yang juga memberikan sharing mengenai content marketing. Dimana content marketing sendiri merupakan cabang marketing yang berkembang setelah adanya marketing – marketing lainnya. Content marketing ini juga merupakan sebuah jawaban kebosanan orang – orang melihat iklan di online. Content yang menarik adalah hal yang terpenting agar produk bisa bersaing dengan produk lain.


Menurut Pak Edwin, toko online yang kita kelola sebaiknya juga dapat menawarkan solusi dan manfaat kepada para pengunjungnya. Bisa dengan cara memberikan tips dan trik menggunakan hijab, memilih bahan yang bagus, dan lainnya. Content juga dapat menjadi salah satu senjata sebuah toko online untuk memasarkan produk.




Lembaga Layanan Pemasaran KUKM Smesco Rumahku

Selanjutnya giliran Bapak Bagus Rahman, Dir Pengembangan dan Pemasaran  LLP UKM Smesco, menjelaskan bagaimana Smesco membantu para UKM. Saat ini Smesco memiliki 6 lantai yang digunakan sebagai ruang display. Lantai 3, 11, 12, dan 15 merupakan bagian dari pvailliun Propinsi. Lantai 1 dan 2 disebut Galeri Indonesia WOW! yang memiliki Co Working space yang dapat digunakan oleh siapun (UKM, Koperasi, Asossiasi dan lainnya). Hingga saat ini,  UKM online di Indonesia menurut bapak Bagus masih sangat sedikit. Menurut survey APJI, penjualan online terbanyak saat ini ada dibagian fashion.


Smesco pun mulai beralih ke online dengan hadirnya www.smescotrade.com yang selanjutnykan diharapkan bisa menjadi market place terbesar di Indonesia, bisa menjadi Alibaba nya Indonesia di  tahun 2021. Smescotrade mempunyai keunggulan karena mempunyai toko online dan offline. 

Di Smesco terdapat 8 kategori produk antara lain, furniture, kerajinan tangan, makanan dan minuman, tas dan sepatu, pakaian dan batik, spa dan herbal, perhiasan dan aksesoris, serta tenun dan songket. Ke depannya Smesco akan bekerja sama dengan komunitas organik, untuk menerima produk berbahan organik yang berasal dari Indonesia.







Photo Product Coaching

Di sesi terakhir ini, dibawakan oleh perempuan cantik yang juga seorang fotografer profesional, Sefa Firdaus. Mbak Sefa, begitu kerap ia disapa, menjelaskan bagaimana caranya menghasilkan sebuah foto produk yang bagus dan menarik untuk dilihat. Dalam penjualan online, foto memegang peranan penting dan berbicara banyak untuk menarik perhatian calon pembeli. Untuk itu foto yang dihasilkan tidak boleh foto yang biasa- biasa saja. Apa yang kita ingin perlihatkan atau ditonjolkan dari produk yang ingin kita jual.


Untuk menghasilkan foto produk yang bagus, perlu diperhatikan background yang ada (tidak mlulu harus putih, terkadang situasi real juga bisa menjadi background), penggunaan kamera (Kamera hp, mirrorless, DSLR) yang penting kita mengerti pemakaiannya. Selanjutnya lighting juga merupakan aspek yang cukup menentukan. Apakah menggunakan cahaya artificial ataupun cahaya matahari langsung, dapat dipastikan produk harus mendapat cahaya yang cukup. Perhatikan juga detail penunjang.




contoh produk yang dijadikan obyek foto




Setelah memotret, langkah selanjutnya adalah mengedit foto. Sah – sah saja kok jika sebuah foto diedit, agar foto semakin tampak cantik. Namun perlu diingat, editlah sewajarnya, jangan sampai mengedit foto warnanya jauh berbeda dari produk aslinya. 

















© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall