17 November 2017

HJ Generik, Obat Generik Kualitas Paten Berkemasan Biru

Belakangan ini, pak suami sering sekali begadang. Jadwal tidur yang kacau, ditambah kondisi tubuh dan cuaca yang gak mendukung, bisa dengan mudah menyebabkan kita sakit. Kan kata Bang Rhoma, 🎤begadang jangan begadang. Bila tiada artinya..🎤 tetap saja sih begadang bukan hal yang baik bagi tubuh, ya kan!


Sejak pak suami memutuskan bekerja secara freelance, salah satu ketakutan saya adalah biaya berobat yang sama sekali gak ramah di kantong. Ya biaya berobat, dokter, ditambah lagi suami saya tuh setiap kali ke dokter maunya minta obat paten. Emang ada obat yang gak paten? Bukannya semua obat sama saja. Buat saya sih yang penting kembali sehat seperti sedia kala. Nah kalau pak suami maunya obat yang bekerja secara cepat. Mana ada...


Senin, 13 November 2017 lalu, saya dan buibu blogger, berkesempatan mengunjungi sebuah perusahaan farmasi yang berada di kawasan industri Lippo Cikarang. Beberapa hari sebelumnya, saya diberitahu bahwa titik kumpul berada di Plaza Semanggi. Mengingat rumah saya lebih dekat dengan lokasi, saya pun nekad berangkat sendiri menggunakan angkutan umum menuju PT. Hexpharm Jaya, demi bisa belajar dan melihat langsung proses produksi obat.


Setelah menikmati drama salah tempat tunggu bus dan ojek online, saya pun tiba di PT. Hexpharm Jaya. Ternyata teman - teman rombongan bus sudah lebih dulu tiba dari jadwal yang direncanakan, bergegas saya memasuki gedung utama seraya berdoa dalam hati semoga acara belum dimulai. Alhamdulillah, ketika menjejakkan kaki di ruangan, pas acara dimulai.


Selain obat paten, ada juga yang namanya obat generik. Teman - teman ada yang tahu apa itu obat generik? Masyarakat Indonesia banyak yang menganggap obat generik sebagai obat kelas dua, kurang berkhasiat, lama manjurnya, ketimbang obat paten bermerek. Bahkan banyak orang menganggap kalau obat generik adalah obat bagi masyarakat yang tak mampu.  



Obat Paten vs Obat Generik

Narasumber pertama pagi itu, ibu Dr. Artati, General Manager Medical Departement, PT Kalbe Farma. Menurut beliau, perbedaan antara obat generik dan obat paten terletak pada masa guna hak paten obat. Obat paten merupakan obat yang memiliki hak paten,  yang diberikan kepada industri farmasi pada obat yang baru ditemukan, berdasarkan hasil riset industri Farmasi tersebut untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagai tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional,  selama jangka waktu kurang lebih 20 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, obat yang telah memiliki hak paten, tidak boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lain tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten. Jadi hal yang wajar jika obat paten lebih mahal karena perlu penelitian yang mendalam dan tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Sedangkan obat generik ialah  obat yang sudah habis masa patennya, sehingga dapat diproduksi oleh perusahaan farmasi lainnya tanpa membayar royalti. Ada dua jenis obat generik, obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo (OGB), yaitu obat yang penamaannya disesuaikan dengan zat aktif yang terkandung di dalamnya. Misalnya Amoxicillin, maka dijual dengan nama Amoxicillin.


Ibu Dr. Artati menjelaskan mengenai obat

Dalam obat generik bermerek, pada nama obat tercantum nama perusahaan farmasi yang memproduksinya. Misalnya untuk zat aktif amoxicillin. Perusahaan A memberi nama Halloxicillin, Perusahaan B memberi nama Haixicillin. Dari kedua merek tersebut, dapat diketahui bahwa zat aktif keduanya sama, amoxicillin.
Sumber : www.pkmjumo.wordpres.com

Tuh, sudah tahu bedanya kan. Kedua obat, baik obat generik maupun obat paten memiliki khasiat zat yang sama selama kualitas bahan dasarnya sama. 


PT. Hexpharm Jaya Produsen Obat Generik Kualitas Paten

PT. Hexpharm Jaya merupakan salah satu anak perusahaan PT Kalbe Farma dan juga produsen obat generik. Berdiri pada tahun 1971, PT Hexpharm bergerak dalam bidang pengembangan, produksi dan pemasaran obat. Berkomitmen mengutamakan mutu obat yang diproduksi, untuk menjamin efektivitas, stabilitas dan keamanannya, PT Hexpharm Jaya termasuk 20 perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan termasuk 3 besar perusahaan farmasi produsen generik di Indonesia. PT Hexpharm Jaya berkeinginan membangun masyarakat Indonesia yang sehat melalui produk kesehatan yang terjangkau, ekonomis dan berkualitas.


Sesi selanjutnya giliran Bapak Parlindungan, Site Head PT Hexpharm Jaya yang menjelaskan proses produksi obat generik dengan teknologi modern dan standarisasi mutu yang tinggi. Bapak Parlindungan mengatakan bahwa seluruh kegiatan produksi PT Hexpharm  sudah sesuai dengan CPOB atau Cara Pembuatan Obat yang Baik. Di tahun 2012, PT. Hexpharm menerapkan Total Productive Management yang bertujuan meningkatkan mutu produk melalui peningkatan kehandalan mesin dan kualitas  dari operator yg mengoperasikan. Untuk menjamin mutu produk yang terbangun dari, selama, dan setelah proses produksi, PT Hexpharm juga menerapkan ;

1. Good Manufacturing Practice dengan standar PIC/S ( Pharmaceutical Inspection Convention / Scheme.
2. Sistem Management Mutu ISO 9001 : 2015 sistim manajemen yang bertujuan untuk memastikan perusahaan selalu menghasilkan produk - produk bermutu yg sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
3. Sistem kesehatan dan keselamatan kerja OHSAS 18001 : 2007.
4. Sistem manajemen lingkungan ISO  14001 : 2004
5. Lean Manufacturing dan Total Productive Management. Sistem manajemen ini bertujuan untuk memastikan PT Hexpharm jaya memiliki keunggulan kompetitif dalam PQCDSME (Productivity, Quality, Cost, Delivery, Safety, Moral, dan Environment) sehingga tidak hanya mutu produk yang dihasilkan baik, namun harga produk juga kompetitif.
6. Mesin  - mesin yang digunakan  di produksi, didesain sesuai dengan teknologi terkini sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan oleh GMP atau Good Manufacturing Practice.
7. Fasilitas laboraturium yang handal menunjang pemeriksaan produk baik sebelum, selama dan setelah proses produksi dilakukan.
8. PT Hexpharm Jaya juga memiliki Sistem Penunjang seperti HVAC, PWG, Clean Steam, IPAL, yang menjamin proses produksi berjalan sesuai speks dan hasil produksi tidak mencemari lingkungan.
9. dan tentu saja tersertifikasi BPOM.


Bpk. Parlindungan memberi penjelasan mengenai mesin


Dalam sebulan, PT. Hexpharm Jaya mampu memproduksi lebih dari 500 juta tablet. Hal ini dikarenakan PT. Hexpharm sudah menerapkan standar mutu yang tinggi dan berteknologi tinggi, sehingga dapat diekspor ke Singapura, Myanmar, dan Hongkong. Mengapa obat generik produksi PT Hexpharm bisa dijual dengan harga terjangkau? Selain mesin - mesinnya dirawat secara serius, sehingga tidak ada mesin yang rusak, hal - hal yang tidak efisiens pun dihilangkan dalam prosesnya. Semua proses produksi dilakukan secara komputerisasi untuk meminimalisasi kesalahan.


Berkeliling ke Pabrik PT. Hexpharm

Satu hal yang membuat saya senang, selain mendengarkan penuturan mengenai obat paten, obat generik dan cara kerjanya, saya dan buibu blogger juga berkesempatan melihat bagaimana proses produksi suatu obat.

Sebelum masuk dan  berkeliling, kami diwajibkan mengikuti ketentuan yang ada, antara lain:
  • Wajib didampingi oleh orang yang berkepentingan di PT. Hexpharm Jaya. 
  • Tidak diperkenakan menggunakan perhiasan ( anting, gelang, kalung, bros), arloji, jarum pentul, peniti dan benda - benda yang mengandung logam. 
  • Diwajibkan menggunakan disposable wear manufacturers, untuk menjaga agar ruangan tetap steril, hygienist dan tidak terkontaminasi dengan zat dari luar yang ditakutkan akan berefek pada konsumen yang menggunakan obat.


Wefie dulu bareng mbak Gita


Kami dibagi menjadi 2 kelompok. Saya dan 9 orang teman blogger lainnya tergabung dalam kelompok 1. Diantar mbak Titis,  tujuan pertama kelompok kami adalah ruang Quality Control. Di bagian ini, bahan baku diuji apakah sudah sesuai dengan standar yang ada atau belum. Setelah proses produksi selesai, bagian Quality Control kembali menguji sampel obat tersebut apakah sudah memenuhi standar mutu, bagaimana bentuknya, apakah ada kecacatan atau kerusakan pada kemasan, apakah ada zat asing yang berada dalam obat tersebut,  layak dipasarkan atau tidak.


Pada bagian Quality Control, dilakukan pengawasan, pengecekan dan pengujian berlapis agar obat yang nantinya diterima konsumen benar - benar terjaga kualitasnya. Oiya di sini, untuk mengambil sampel obat dan mendapatkan hasilnya hanya membutuhkan satu hari. Bahkan proses pengidentifikasian bahan baku hanya butuh 2 menit saja. Semua mesin yang ada sudah menggunakan komputerisasi.

Bpk. Haryanto menerima kami di ruang QC



Proses pengujian sampel









Selepas makan siang, tour keliling pabrik kembali dilanjutkan. Tujuan kali ini tentu saja ruang produksi. Kami kembali mengenakan disposable wear manufacturers, untuk menjaga ruang produksi tetap hygienis. Hihi lumayan seru loh menggunakannya. Harap maklum ya, buibu seringnya pakai celemek, giliran pakai disposable wear jadi rusuh.


Di area lantai yang berwarna hijau atau kelas F, kami hanya menggunakan satu lapis disposable wear. Sedangkan di kelas E, dengan lantai berwarna biru, kami menggunakan dua lapis disposable wear. Ini berarti kelas E tingkatan ruangannya lebih hygienes dibandingkan kelas F. 


Hihihi kaya astronot, mbulet

Mesin - mesin yang ada, selain diimpor dari Jerman dan Itali, ada pula mesin lokal buatan anakbangsa yang tak kalah canggih. Mesin lokal dipilih untuk memproduksi obat selama sesuai dengan standar pembuatan obat yang baik. Apabila dirasa dibutuhkan mesin yang tidak ada di sini, barulah diimpor dari luar.


Sebelumnya, pak Parlindungan sempat menjelaskan bahwa mesin yang digunakan PT. Hexpharm sudah terkomputerisasi, mampu mendeteksi jika ada kesalahan atau ketidaksesuaian bahan. Bahkan saat menimbang bahan, jika terdapat perbedaan 0,0001 print label tidak akan ter-print, sehingga proses produksi tidak akan berjalan. 

Lantai berwarna biru, lebih hygienis 


Bahan baku dipersiapkan


Bahan baku ditimbang


Bahan baku diayak/dikeringkan

Menjadi obat, ditimbang dulu




Proses pengepakan


Dengan kecanggihan teknologi PT. Hexpharm Jaya, kita tetap saja harus JELI mengkonsumsi obat generik. Berikut tips membeli obat generik:


  1. Jelas produsennya. Yang pasti sih perusahaan yang sudah  tersertifikasi CPOB, terpercaya dan terjamin mutunya. 
  2. Efektif khasiatnya. Kualitasnya gak usah diragukan lagi, setara dengan obat paten. 
  3. Lihat kemasannya, pastikan dalam kondisi baik dan memiliki informasi yang lengkap. 
  4. Ingat belinya hanya di tempat Resmi, yang mnjaga keamanan kualitas dan mutu serta menghindari obat palsu.


Obat Generik Kualitas Paten Berkemasan Biru


PT. Hexpharm Jaya meluncurkan perubahan kemasan obat generik dengan kemasan berwarna dasar biru. Hal ini bertujuan untuk memudahkan identifikasi obat generik HJ serta menghindari resiko tertukar dengan produk lain yang memiliki ciri serupa. 

Perubahan warna desain kemasan biru ini sudah melalui proses registrasi dan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebelumnya desain kemasan obat generik diatur dengan aksen garis untuk zat aktif tertentu, sedangkan saat ini desain kemasan generik sudah tidak diatur lagi oleh pemerintah yang terpenting di kemasan tercantum logo generik. Beberapa produk yang mengalami perubahan kemasan secara bertahap diantaranya Asam Mefenamat, Glimepiridie 3 mg, Glimepiridie 2 mg, Atorvastatin 10 mg, Atorvastatin 20 mg, Cetirizine 5 mg, Clopidogrel, Losartan. 

“Kami menyambut baik, inisiatif yang dilakukan oleh Hexpharm Jaya dalam mengganti warna kemasan obat generik yang diproduksinya,” ujar Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt. Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia. “Seperti kita ketahui kebutuhan masyarakat akan obat generik semakin meningkat, untuk itu produsen obat generik dituntut untuk memperhatikan mutu dan kualitasnya agar semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujar Nurul Falah.  Kemasan biru pada HJ Generik juga melambangkan kenyamanan layaknya seorang ibu pada anaknya. Sumber : www.kalbe.co.id



Mengapa harus memilih HJ generik?


  1. Memenuhi standar produksi yang ditetapkan pemerintah. 
  2. Setara obat paten. 
  3. Terjamin khasiatnya. 
  4. Diproduksi di pabrik yang modern. 
  5. Memiliki rangkaian produksi generik yang lengkap.






Ini dia si kemasan biru


Jadi mulai sekarang, buibu gak perlu lagi ragu mengkonsumsi obat generik. Obat generik dan obat paten memiliki khasiat yang sama. Proses penyerapan di dalam tubuh kita pun sama, yang membedakan adalah genetika, jenis kelamin, usia, ras, dan faktor kehamilan. Proses produksi pada obat paten HJ generik dilakukan oleh mesin - mesin yang berteknologi tinggi, dijaga dan dirawat dengan baik sehingga mampu menekan biaya perawatan dan memangkas hal yang tidak efisien dalam proses produksi. Selain itu obat generik tidak perlu membayar biaya royalti, biaya promosi dan hak paten. Sehingga obat generik bisa dikonsumsi konsumen dengan harga terjangkau.



.....

Kunjungan hari itu benar - benar membuka mata saya. Saya semakin yakin untuk mengkonsumsi HJ generik jika sakit. Dan tentu saja, saya perlu dan wajib mengedukasi pak suami, agar ia pun mau beralih mengkonsumsi obat generik. Demikian, semoga bermanfaat yaa...

09 November 2017

Nikmati Sajian Ayam Bercita Rasa ala Timur Tengah di Chicking Mall@Bassura

Selain telur, menu protein lainnya yang menjadi favorit kedua anak saya adalah ayam. Apapun cara pengolahannya, mereka selalu lahap memakannya. Biasanya jika saya tak sempat memasak, membeli ayam olahan di gerai ayam siap saji merupakan salah satu solusi yang tokcer. 


Agar tak bosan, saya juga ingin  mencoba sesuatu yang baru. Seperti siang ini, ketika seorang teman mengajak saya dan teman - teman blogger lainnya untuk mencicipi salah satu resto yang menyajikan olahan ayam cukup unik dengan bumbu yang khas.


Minggu 5 November 2017, saya berkesempatan mengunjungi Mall@Bassura yang berlokasi di jalan Basuki Rahmat. Ini pertama kalinya saya mendatangi mall tersebut. Sebuah mall yang mengusung konsep Lifestyle Family Shopping, persembahan Synthesis Development, sebagai pusat belanja di kawasan Jakarta. Diresmikan  pada 26 Mei 2016 lalu, Mall@Bassura melengkapi kebutuhan penghuni Bassura City dan masyarakat lainnya. Tujuan saya siang itu; gerai Chicking yang bernuansa orange, yang menawarkan sensasi Ayam Top Dubai. Dududu...apa ya Ayam Top Dubai ini? Bagaimana rasanya ya?.


Berkenalan dengan Chicking


Chicking merupakan jaringan internasional resto halal dari Dubai, Uni Emirat Arab. Gerai Chicking pertama kali berdiri pada tahun 2000, berkembang pesat dan menjadi terkenal di 10 negara dengan lebih dari 100 gerai, sebut saja Dubai, Oman, Afghanistan, India, Maldives, Ivory Coast, Pakistan, Malaysia, United Kingdom dan kini hadir di Indonesia. 



Di Indonesia sendiri, Chicking hadir  pada tanggal 19 Mei 2017, di Royal Plaza Surabaya. Ternyata kehadiran Chicking disambut antusias warga Surabaya. Hal ini menjadi motivasi untuk pembukaan gerai selanjutnya. 


Gerai kedua baru saja di resmikan pada yanggal 26 Oktober 2017, berada di Mall@Bassura, Jakarta Timur. Lalu gerai ketiga berada di Lulu QBig Bumi Serpong Damai, Tangerang yang diresmikan pada tanggal 27 Oktober 2017 lalu. Selanjutnya Chicking berencana akan membuka gerai berikutnya di Plaza Surabaya pada 11 November nanti dan di Bekasi, sekitaran awal Desember. Wah makin banyak ya. Kapan sampai di Ciracas?




Menurut Bapak Bambang Wahyu, Presiden Direktur PT. Ayam Top Sukses (Chicking Lulu Hypermart), yang hadir pada hari itu mengatakan bahwa ayam adalah salah satu olahan favorit masyarakat Indonesia. Dan untuk memuaskan rasa ingin tahu masyarakat Indonesia mengenai cita rasa timur tengah, maka hadirlah Chicking di Indonesia.  Selain karena konsep makanan siap saji ala timur tengah terbilang unik dengan aneka rempah, resto siap saji ala timur tengah pun tergolong baru di Indonesia.


Perpaduan aroma dan rasa rempah yang melekat pada Ayam Top Dubai sukses membuat saya penasaran. Bayangkan saja ayam panggang yang sebelumnya direndam dalam aneka bumbu rahasia, disajikan dengan nasi kuning yang hangat dan harum. Begitu saya membuka kemasan, aroma kapulaga, pekak (bunga lawang), dan paprika menghampiri indera penciuman saya. Tanpa sadar air liur terbersit keluar.

"Menu andalan kami, Flaming Grilled Chicken, cara penyajiannya bukan digoreng, melainkan digrill dan tidak menggunakan minyak. Semua bahan yang kami gunakan berkualitas dan tetap terjaga kesegarannya serta terjamin halal. Penyajiannya juga berbeda, tidak boleh disimpan, harus fresh semua. Untuk burger  5- 10 menit, untuk nugget kami butuh waktu 5 menit. Kami harus menyajikan fresh, itu syaratnya" ujar Ibu Fiefie, selaku Top Management PT. Ayam Top Indonesia(Chicking Mall Bassura).



Satu hal yang menjadi catatan tersendiri bagi saya. Selain resto Chicking ini menawarkan berbagai menu yang dijamin kehalalannya, menu yang ada pun bebas MSG. Jadi insya Allah sehat dan aman dikonsumsi. Selain itu, menu yang ada di Indonesia, rasa dan cara penyajiannya pun tidak berbeda dengan menu yang ada di resto Chicking di gerai manapun. Makan di Dubai dengan di Surabaya, sama menunya. Walaupun bumbu yang digunakan beberapa masih diimport dari Dubai, namun beberapa bahan menggunakan bahan lokal dengan kualitas premium. 


Untuk masalah rasa, beberapa disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, seperti menu untuk anak yang kids friendly, tidak pedas. "Komitmen kami pada inovasi produk menjadikan fokus utama Chicking. Kami senantiasa berupaya melakukan penyempurnaan dalam proses menjadikan Chicking sebagai signature resto cepat saji dengan resep lezat dan harga terjangkau", ujar pak Bambang.


Tersedia menu Kids Meal


Nah ini dia beberapa menu andalah dari resto Chicking yang unik, menarik dan wajib dicoba ;

1. Flamming Grilled Chicken
Jeng ..jeng ini dia menu juwara andalannya Chicking. Begitu pertama menerima piring yang berisi grilled chicken ini, aroma wangi rempah menyeruak di udara. Enak dan wangi. Perpaduan rasa rempahnya begitu pas di lidah. Ketika saya mencicipinya, flamming grilled chicken ini sukses bikin hangat di tenggorokan. Daging ayam yang lembut tanpa kulit, cocok disajikan untuk siapa saja, tua maupun muda. Flaming grilled chicken, disajikan dengan nasi kuning yang terinspirasi dari nasi Biryani, yang terbuat dari beras Basmati atau beras Arab dan dimasak menggunakan rempah rempah khusus. Beras Basmati ini terkenal rendah kalori, baik untuk dikonsumsi sehari - hari. Ketika saya membuka bungkusnya, aroma pekak atau bunga lawang, kapulaga, paprika hijau hadir di tengah ruangan. Hhhhmmmm wangiiii. Harga yang ditawarkan mulai 15k, dengan beraneka paket yang bisa kita pilih.






2. Big Beef Burger
Selain ayam, kita juga dapat menikmati menu burger di sini. Terbuat dari beef yang potongannya super tebal, terbuat dari 100% daging sapi, ditemani selada renyah, tomat, keju, bawang, acar,dan roti biji wijen yang yummy. Jangan khawatir, rasa rempah khas timur tengah tetap terasa dan membuat beda. Harganya mulai dari 45k, tersedia menu paket lengkap dengan minumannya.




3. Royal Wrap
Berikutnya menu yang juga dijumpai di resto siap saji lainnya. Tetapi yang membuatnya berbeda, tentu saja sajian ayam bumbu rempah rahasia yang crispy, disajikan dengan selada segar, tomat potong dadu, ditambah saus mayonnaise yang menggugah selera. Dibugkus dengan roti tortilla panggang panas, cocok dinikmati bersama teman di waktu santai. Harga yang dibandrol mulai dari 23k.



4. Tandori Fries
Buat kamu si pecinta kentang goreng, gak boleh ketinggalan mencoba menu yang satu ini, Tandori Fries. Dibuat dari kentang goreng yang renyah di bagian luar, namun lembut di dalam. Ditaburi bumbu Tandori, yang menyerupai serbuk/bubuk halus dengan perpaduan lada, cengkeh, pala, cabe kering dan bumbu lainnya, sukses membuat rasa pedas di lidah. Bubuk Tandori ini menjadi salah satu menu cemilan Chicking. Harga mulai dari 16k.




5. Tandori Nugget
Selain Tandori Fries, ada juga Tandori Nugget yang gak kalah enaknya. Tekstur datingnya yang garing di luar dan empuk di dalam, bikin mulut dan tangan saya kompak gak mau berhenti. Lagi...lagi...dan lagi. Tersedia dalam porsi isi 4 dan isi 9, Tandori Nugget dapat dibeli mulai dari 16k. Selain Tandori Fries dan Tandori Nugget, ada juga Tandori Burger dengam fillet ayam  yang renyah dan pedas. Dilapisi tepung roti, selada, saus mayo serta biji wijen dan bumbu rahasia, menciptakan rasa yang berbeda. Tandori Burger sendiri hadir dengan harga mulai dari 45k. Tersedia menu paket dan ala carte.



6. Aneka Top Menu lainnya
Selain Flaming Grilled Chicken, Chicking Rice, Big Beef Burger, Royal Wrap, Tandori Fries, Tandori Nugget, ada juga menu asyik lainnya yang wajib dicoba. Ada Royal Crunchy berupa Sandwich Chicking yang asli, lezat dan pedas. Harga yang ditawarkan mulai dari 36k. Lalu ada Crunchy Supreme. Signature kelezatan Chicking Big Sandwich yang terdiri dari fillet ayam yang dilengkapi selada segar, tangiest asin, dan saus Chicking gurih. Untuk menikmati menu ini, siapkan kocek 45k.Terakhir,  Chick Pops. Daging ayam tanpa tulang yang dibumbui  dengan aneka rempah yang harum, dilapisi tepung roti dan tepung putih dan bumbu Chicking klasik. Tersedia dari 2 varian, pedas dan reguler, dengan harga 25k.





7. Dubai Freeze
Kalau makan gak minum mana bisa hahaha seret donk. Chicking punya sesuatu yang unik dan beda. Sejenis mocktail khas Dubai yang segar dan eksotik dengan perpaduan daun mint dan lemon di dalamnya. Ada Passion Fruit, yang rasa segar menggoda. Dan yang kedua ada Green Apple, dengan rasa mint yang mendominasi. Kalau ditanya saya suka yang mana? Dua - duanya saya suka. Segar, cocok diminum saat udara cerah, tersedia dengan harga 18k.




8. Kopi dan Teh Arab
Untuk pencinta kopi dan teh, jangan ketinggalan wajib coba kedua minuman ini. Perpaduan teh atau kopi dengan kapulaga hijau, membuat minuman ini memiliki keunikan tersendiri. Dan yang pasti membuat badan menjadi hangat. Laff deh pokoknya. Oiya, selain teh Arab, kopi Arab, ada juga Kopi Latte dan Cappucino yang rasanya juara. Untuk aneka kopi mulai dari harga 9k - 17k. Untuk teh Arab dari harga 13k.




Bagaimana? Berani mencoba? Cuss segera meluncur ke Chicking Mall@Bassura, jalan Basuki Rahmat No 1A, Jakarta Timur, depan Cinema XXI. Rasakan sensasi Ayam Top Dubai dan menu ala Timur Tengah. Chicking, it's my choice.

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall