20 May 2017

Mudik Asyik Bersama Mitsubishi Mirage

 
 
Mudik.
Kegiatan ini identik dilakukan ketika Lebaran akan tiba. Ish sebenarnya gak mesti tunggu lebaran sih, pulang kampung a.k.a mudik bisa dilakukan kapan saja. Tapi sudah menjadi tradisi, mudik dilakukan ketika Lebaran untuk bersilaturahmi pada keluarga.

Kalau mudik yang jadi pertimbangan adalah kenyamaan kendaraan selama di perjalanan, khususnya bagi anak – anak. Bagi keluarga kecil seperti saya, kenyamaan kendaraan diprioritaskan bagi anak – anak. Tahu sendiri donk kalau macet melanda ketika mudik, kasian anak – anak jadinya.
 

Rabu, 17 Mei 2017 lalu, Mobil123.com, sebuah portal Otomotif no 1 di Indonesia dan Mitsubishi Indonesia mengadakan sebuah talkshow menarik yang membahas mengenai mudik dan segala persiapannya. Beberapa hal yang harus dipersiapkan ketika mudik menurut Bapak Indra Prabowo, Managing  Editor Mobil123.com dan Otospirit.com mengatakan, “Sebaiknya sebelum mudik, persiapkan kesehatan seluruh anggota keluarga. Persiapkan kendaraan Anda, bawa ke bengkel resmi untuk diperiksa kondisinya. Cek rem, oli, ban dan tekanan angin. Lalu investasikan dana selama keperluan di jalan. Jangan lupa juga untuk mencari informasi mengenai keberadaan SPBU, ATM, rest area, dan lainnya”.



Hmm...setelah dipikirkan dengan seksama apa yang dikatakan Pak Indra benar adanya. Jaga kesehatan diri dan keluarga, agar selama di perjalanan tetap fit. Istirahat dan tidur yang cukup. Lalu untuk mobil, persiapkan juga kondisi mesin, dan jangan lupa periksa kendaraan kamu ke bengkel minimal seminggu sebelum mudik. Hal – hal sepele, namun besar dampaknya selama di perjalanan.

Saat mudik, Pak Indra mengingatkan agar tidak membawa barang terlalu banyak. Jika memang ada membawa barang berlebih, sebaiknya dibawa via jasa pengiriman saja. Lagian membawa barang terlalu banyak  akan menganggu kenyamanan, membuat boros BBM dan membahayakan kendaraan. Beristirahatlah ketika pengemudi lelah setiap 3 – 4 jam perjalanan minimal 30 menit sampai tubuh kembali bugar. Nah kalau pengemudi mengantuk, sebaiknya menepi dan memilih untuk tidur. Dilarang mengkonsumsi minuman berenergi, kalau ngantuk obatnya ya tidur. “Gunakan rest area jika merasa lelah. Luruskan punggung setelah duduk berjam-jam”, ujar pak Indra menambahkan. 


Kalau bosan selama di perjalanan, apa yang sebaiknya dilakukan? Persiapkan teknologi yang ada di dalam mobil untuk menghibur. Atau bawa buku cerita dan mainan bagi anak-anak. Jika bukan bulan Ramadhan, saran saya bawa juga aneka cemilan dan minuman favorit anak – anak, agar mereka tidak kelaparan selama di perjalanan.


Mitsubishi Mirage

Selain pak Indra, ada Ibu Intan Vidiasari, Head of PR & CSR Departement PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia yang hadir sebagai narasumber dan  memperkenalkan Mitsubishi Mirage. “Mirage diluncurkan pada tahun 2012, lalu mengalami pembaharuan di 2016 lalu. Sporty, Stylish dalam eksterior desain, Easy Comfortable dan Eco Driving, dan Safety”, ujar Ibu Intan.

“Mirage cocok digunakan ketika mudik bagi keluarga muda, dengan 1200 cc, Mirage irit bahan bakar dan nyaman digunakan berkendara” lanjut Ibu Intan. Mitsubishi Mirage hadir dalam 5 warna kece yang bisa dijadikan pilihan. Wine Red Pearl, merupakan warna favorit hingga saat ini. Selain itu ada White Pearl, Red Metallic, Black Mica dan Titanium Gray Metallic. 


Mitsubishi Mirage memiliki kabin dan bagasi yang luas, pengaturan luasnya dapat disesuaikan. Untuk keamanan pengemudi dan penumpang, Mirage memiliki Dual SRS Air Bag, Automatic Contacting Sealt Belt  yang akan mengurangi benturan saat tabrakan. Mirage juga memiliki 3 point Rear Seatbelt yang akan melindungi penumpang di kursi belakang dengan tingkat keamanan yang tinggi.



Untuk sistim pengereman, Mirage mempunyai Brake System, 4 ABS + EBD yang katanya berfungsi untuk menghasilkan pengereman yang konsisten. Sehingga mencegah terjadinya slip sat pengereman mendadak.



Setelah acara selesai, saya dan seorang teman blogger ikut test drive Mistubishi Mirage yang terparkir di Foodish Kemang, lokasi acara. Saya dan Mitha menjajal Mitsubishi MIrage berwarna Wine Red Pearl yang eksis di parkiran. Hihihi yang bawa mobilnya sih Mitha, tapi sebagai penumpang boleh donk saya ikutan kasi testimoni juga. Walaupun kelihatan imut dari luar, duduk di bagian penumpang tidak membuat kaki saya terlalu tertekuk dan pegal. Selama Mitha mencoba Mirage ke Jalan raya Kemang yang cukup padat, saya asyik – asyik saja duduk di belakang, sungguh nyaman. Terkadang punya kaki yang sedikit panjang membuat saya kesulitan duduk di kursi penumpang bagian belakang. Kelamaan duduk bikin kaki sakit gak bisa gerak. Namun dengan Mirage terasa berbeda. Tidak terasa hentakan ketika mobil melewati polisi tidur, suara mesin halus nyaris tak terdengar. Menurut saya, Mitsubishi Mirage cocok digunakan untuk mudik/perjalanan jauh ataupun sebagai city car. Cocok bagi laki – laki maupun perempuan. Daaan saya naksir warna Wine Red Pearlnya. Hihihi siapa tahu, mobil ini berjodoh juga dengan saya.














19 May 2017

Crowde Membantu Permodalan Petani Melalui Sistem Investasi Bersama




Indonesia adalah negara agraris. Namun sejauh ini, banyak orang Indonesia, khususnya kaum muda yang  memilih untuk tidak menjadi petani. Mereka lebih suka bekerja ke kota, entah itu sebagai kuli bangunan, tukang ojek bahkan karyawan pabrik.


Mengapa demikian? Para pemuda beranggapan bahwa menjadi petani tidak akan mengubah taraf ekonomi mereka. Sejauh ini hanya hitungan jari petani yang sukses menaikkan taraf perekonomian keluarganya. Itupun dari mereka banyak yang terjerat lintah darat. Karena tak punya modal.


Saya jadi ingat cerita di mbak asisten jaman saya masih kuliah. Ketika itu si mbak bilang, dia kabur dari rumah karena akan dinikahkan dengan seseorang karena orang tuanya terikat hutang. Si mbak ini dendam karena awalnya orang tersebut berbaik hati menawarkan pinjaman untuk pembelian bibit padi, obat-obatan anti hama dan lainnya. Ternyata panen tahun itu gagal, banyak sawah yang dilanda kekeringan. Orang tua si mbak pun kebingungan bagaimana cara untuk mengembalikan hutangnya. Sawahnya yang sepetak akhirnya tergadai juga, bahkan kurang untuk membayar hutangnya. Lalu, permintaan pernikahan itu akhirnya diutarakan.


Mendengar ceritanya, serasa menonton sinetron di televisi. Namun itulah kenyataan yang sesungguhnya terjadi . Hal - hal seperti itulah yang membuat CEO Crowde, Yohanes Sugihtononugroho, mendirikan sebuah start up yang peduli pada nasib petani. Crowde bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup petani dengan cara memberi akses permodalan yang baik, andal dan dapat dipercaya. 

Yohanes Sugihtononugroho, CEO Crowde


Yaitu dengan cara memberi kesempatan kepada masyarakat, siapapun untuk berinvestasi. Sistem yang dijalankan adalah bagi hasil, di mana setiap investor akan memperoleh persentase sesuai modal yang mereka investasikan. Dan dibagikan ketika panen.


Setiap investasi memiliki resiko. Pun demikian halnya dengan Crowde, apabila panen tak berjalan sesuai rencana, investor dan petani menanggungnya bersama -sama.

Demikian yang disampaikan Yohanes dalam acara  bincang bersama teman teman dari Komunitas Indonesian Social Blogpreneur, Rabu, 17Mei 2017 yang bertempat di Gordy HQ, Jakarta Selatan.



"Crowde merupakan platform pembiayaan bagi petani. Gagasan ini lahir dari adanya krisis pangan yang ada di Indonesia. Sementara petani sendiri kesulitan mencari pendanaan untuk​ menggarap petak sawah/ladang miliknya. Sedangkan sistim​ peminjaman dari bank di Indonesia masih sulit diakses bagi petani. Lalu timbullah tengkukal atau lintah darat. Hal ini yang membuat kami mendirikan Crowde. Bekerja sama dengan koperasi atau komunitas tani sekitar, para petani bisa mendapat bantuan permodalan dengan sistem investasi bersama oleh Teman Crowde, melalui platform situs Crowde.co",ujar Yohanes.
 

Tak perlu ragu dan takut berinvestasi dengan Crowde. Saat ini Crowde sudah mendaftar ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan sudah berbadan hukum. Crowde mengambil komisi 3% dari pendanaan. Hingga hari ini, Crowde sudah memiliki 300 petani dengan 100 project, dengan target market Crowde kalangan menengah ke bawah, TKI, Ibu rumah tangga, PNS dll. Ketika acara berlangsung beberapa petani binaan Crowde turut hadir dan memberikan testimoninya. Ke depan, Crowde akan mencoba bekerja sama dengan petani yang berada di Kalimantan, setelah pulau Jawa sudah didatangi dari ujung hingga ujung untuk membantu petani.

Salah satu petani binan Crowde memberikan testimoni


Oiya, jika teman teman ada yang tertarik untuk berinvestasi di Crowde, bisa klik ke Crowde.co ya. Investasi mulai dari 10rb , kita juga dapat memilih investasi di mana saja. Apakah di sektor pertanian, perkebunan ataupun perternakan. 
Hasil pertanian petani binaan Crowde


Tak perlu ragu dan bimbang, di webnya Crowde ada skema dan penjelasan untuk berinvestasi ataupun cara untuk menjadi petani teman Crowde.

Mari Bantu Petani Indonesia!
#SalamBantuPetani














© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall