15 October 2021

Lakukan Hal Kecil Untuk Mitigasi Perubahan Iklim





Hallo semua….

Teman – teman pernah gak merasa jenuh ketika pandemi yang mengharuskan kita berkegiatan dari rumah? Di awal – awal pandemi, beberapa teman saya lihat banyak menghabiskan waktunya dengan bercocok tanam, lainnya coba – coba aneka resep kue, dalgona, bahkan hingga ada yang menerima pesanan aneka makanan selama pandemi.

 

Kalau saya, saya memilih bercocok tanam, mencoba melakukan hobi untuk mengusir kejenuhan selama di rumah saja. Seupama nenek saya masih ada, beliau pasti bakalan ngakan kalau saya bilang sama mau bercocok tanam, menanam beberapa tanaman hias di rumah. Nenek saya selalalu bilang kalau tangan saya panas, gak cocok menanam tanaman. Bukannya berkembang, yang ada tanaman pada layu dan mati kalau saya yang urus.

 

Mungkin ada benarnya juga apa yang dibilang nenek saya. Awal – awal beberapa tanaman cabe saya layu dan mengering, padahal rajin saya siram. Lama – lama saya mulai tahu selanya, bagaimana merawat tanaman cabe dan sempat panen beberapa waktu.

 

Lalu saya pun mulai tertarik memelihara tanaman hias.  Tanaman hias yang saya pilih adalah tanaman hias yang mudah dipelihara, tidak memerlukan perawatan ekstra dan air yang sering. Dasar pemalas, saya memilih tanaman yang kuat bertahan di kondisi apapun, seperti keladi dan kaktus.

 


Alasan saya lainnya mengapa memilih bercocok tanam, saya ingin berkontribusi bagi lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Selagi kita bisa berbuat bagi bagi sesama, mengapa tidak. Terlebih lagi menanam tanaman merupakan suatu usaha untuk mengurangi resiko terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca.  Dikhawatirkan di tahun – tahun mendatang kita tidak akan memiliki cadangan air  bersih di muka bumi, suhu udara yang panas, kekeringan dan gagal panen akan melanda sejumlah negara. Membayangkannya saja horror, kita akan mewariskan sejumlah masalah pada anak cucu kita nanti.

 

Terlebih jika kita cermati bahwa beberapa waktu belakangan ini banyak sekali berita mengenai banjir bandang yang terjadi di sejumlah daerah, penebangan liar, penggunaan lahan gambut yang tidak sesuai ketentuan yang ada, kebakaran hutan dan hal – hal yang terjadi pada alam dan merugikan kita.

 

Jadi mumpung di bulan Oktober, bulan lahirnya Sumpah Pemuda, sebagai #MudaMudiBumi yuk lakukan sesuatu #UntukmuBumiku . Saatnya #TimeforActionIndonesia dengan melakukan sesuatu untuk Indonesia, antara lain :

  1. Membuang sampah pada tempat, dan lakukan pengelolaan sampah limbah padat dan cair. 
  2. Menjaga kebersihan aliran sungai dan lingkungan tempat tinggal. 
  3. Budidaya pertanian dan perkebunan untuk penghijauan. 
  4. Meminimalisasi penggunaan kertas agar tidak semakin banyak penebangan liar.

 

"Saya bersumpah untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.

Saya bersumpah untuk selalu merawat dan memelihara tanaman – tanaman hias yang saya miliki

Saya bersumpah untuk mengajarkan, mengingatkan dan mencontohnya perilaku – perilaku baik menjaga lingkungan sekitar kepada anak cucu saya, agar Indonesia selalu bersih, sehat, segar dan jauh dari bencana alam".

 

Hal – hal yang berkaitan dengan perubahan iklim dan mitigasinya seharusnya dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran sejak dini agar anak Indonesia belajar dan menjaga alam Indonesia agar tetap asri dan indah, dan dapat kita wariskan ke anak cucu kita nanti, setuju kan….

 

Dengan begitu, rasa cinta generasi muda terhadap lingkungan dan Bumi ini akan tumbuh sejak dini dan lahir inovasi untuk mengatasi krisis iklim. Metode ini membuat kita lebih mudah menyusun sebuah gerakan yang lebih sistematis di masa mendatang, untuk mendorong Indonesia dan juga dunia keluar dari krisis iklim.

 

 

 

 

12 October 2021

Dukung PON Papua, JNE Berikan Diskon Ongkir

 

                                                Udah kaya Mantili belum?

 

 

Apa kabar semua?

Selama pandemi, apa sih yang kamu kangenin? Kalau saya jalan kaki tanpa masker menghirup udara segar dan berolahraga bersama keluarga di saat weekend.

Tadinya kegiatan ini sering saya lakukan bersama Fara, jalan kaki di sekitaran rumah saat sabtu atau minggu pagi. Tapi semenjak Negara api menyerang, kebiasaan ini malah kami tinggalkan. Sejujurnya saya dan Fara termasuk yang cukup parno melihat kerumunan orang. Alih –a lih mau olahraga, kami pun berdua jadi kaum rebahan, alias mager di rumah.

 

Akhirnya olahraga di rumah aja

Bicara olahraga, awal Oktober ini baru saja digelar Pekan Olahraga Nasional (PON) yang berlangsung di Papua.  PON kali ini diselenggarakan di timur Indonesia, berlangsung pada 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021, dengan Stadion Lukas Enembe menjadi lokasi utama penyelenggaraan edisi ini, baik upacara pembukaan maupun penutupan. PON Papua adalah PON pertama yang digelar di Papua.

 

PON XX Papua semula direncanakan akan digelar pada  tahun 2020 lalu. Dikarena pandemi, akhirnya penyelenggaraannya pun diundur di Oktober ini. PON Papua diselenggarakan di empat kabupaten/kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan PON 2021, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika.

 

Di PON Papua, ada 56 cabang olahraga yang dipertandingkan dan 11 cabang olahraga termasuk olahraga elektronik yang dipertandingkan sebagai cabang olahraga ekshibisi. Nah buat yang suka main game PUBG, Mobile Legend, Free Fire, maupun PES 2021, siap – siap saja, siapa tahu dipenyelenggaraan PON berikut, olahraga eletronik tersebut menjadi nomor cabang olahraga yang dipertandingkan.

 

Bapak doank yang berani olahraga di luar rumah

Salah satu yang menarik perhatian anak- anak di rumah adalah cabang olahraga Pencak Silat. Maklum ya, Fara gadis kecil kami saat ini sedang tertarik dan mulai belajar mendalami silat. Sedangkan Fadly dulu sempat ikutan Wingchun, salah satu ilmu beladiri asal Tiongkok yang mengutamakan pernapasan.  Alhasil setiap ada pertandingan pencak silat yang disiarkan di TV atau youtube, Fara semangat ikutan nonton. Dia bilang dia ingin juga satu saat nanti mengikuti pertandingan tingkat nasional seperti yang ia lihat di TV.

 

Teman-teman ada yang pernah ke Papua? Provinsi yang berada di Indonesia bagian timur ini sebenarnya daerah yang kaya akan hasil bumi. Sayangnya transportasi dan akomodasi yang ada di sana serba terbatas. Jadi gak heran kalau Papua tertinggal dari Jakarta. Makanya gak heran deh kalau  Ibu Kota dipindah ke daerah tengah-tengah, bisa jadi pembangunan makin maju dan merata.

 

Saya jadi ingat cerita seorang teman yang saat ini bertugas di tanah Papua. Ia terkagum-kagum dengan adat istiadat dan budayanya yang unik. Belum lagi alam Papua yang menurutnya membius mata, bikin lupa pulang ke Jakarta yang macet. Tetapi satu hal yang ia sayangkan, selama di Papua jika membutuhkan sesuatu atau perlu mengirim dokumen fisik ke kantor pusat, teman saya mengaku harus membayar mahal untuk sepucuk dokumen. Atau malahan ongkos kirim barang yang ia pesan terkadang lebih mahal dari barang yang ia beli secara online.

 

Jadi ketika ia mengetahui bahwa JNE saat ini sedang memberikan program promo diskon ongkos kirim (ongkir) 20%  ke seluruh tujuan di Indonesia, teman saya gak menyia-yiakan kesempatan ini. JNE Jayapura dalam rangka mendukung dan mensukseskan perhelatan PON Papua mengadakan beberapa program menarik, seperti menghadirkan booth aktivasi di Stadion Mandala, memberikan program promo diskon ongkos kirim (ongkir) dan juga berbagai giveaway di social media.

 


Beuh kalau ada promo ongkir gini, siapa yang nolak, ya gak.. Promo diskon ongkir 20% dari JNE berlaku untuk pengiriman dari Jayapura dan Merauke selama 14 hari (periode  2 - 15 Oktober 2021), serta dari Sorong dan Timika selama 3 hari (periode 2 - 4 Oktober 2021) ke seluruh kota tujuan dengan layanan Regular. Temen saya pasti seneng nih, promo ongkirnya lumayan lama, bisa deh minta dikirimin kain tenun terfo dan pernak pernik PON Papua. Saya mupeng sama boneka mascot PON kali ini, gemes.

 

Yang gak kalah seru JNE juga mengadakan aktivasi social media seperti: Twibbon, quiz seputar PON XX, photo challenge, dan giveaway bersama produk unggulan UKM Lokal selama cara berlangsung. Wah ini yang gak boleh dilewatkan, banyak UMKM local yang ikutan menyediakan hadiah saat giveaway seperti Maleeka Boutiqoue @Maleeka_qu, Pusat oleh-oleh khas Papua @Galeri Kreatif Kehutanan, Gerai Honai Papua @Geraihonai dan lainnya.


 

 

Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan JNE terhadap UMKM local agar lebih dikenal oleh customer setia JNE.  Buat kamu yang mau dapetin hadiah-hadiah menarik ini, silakan mengikuti seluruh aktivasi dan kuis giveaway ini melalui akun Instagram resmi JNE Jayapura @jne.jayapura dan @JNE_ID.

 

Salut untuk JNE yang memikirkan keberadaan UMKM lokal, terlebih ditengah pandemi seperti saat ini. Seperti yang disampaikan Bapak Rusmal Jaya selaku Branch Manager JNE Jayapura, bahwa dalam menjalankan bisnis, JNE memiliki tagline “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan. Bersama JNE bukan hanya bicara tentang pengiriman paket, namun JNE berusaha hadir dalam berbagai aspek kehidupan untuk memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat Indonesia.

 

Harapannya semoga dengan adanya promo ongkir 20% ke berbagai daerah di Indonesia, menciptakan awareness dan perhatian masyarakat Indonesia sehingga produk dan kerajinan khas Papua, seperti batik, kain tenun, kuliner dan oleh-oleh lainnya yang sudah terkenal akan menjadi barang yang disukai oleh seluruh masyarakat untuk dikonsumsi ataupun dijadikan cinderamata.

10 September 2021

Hari Bahagia Bersama JNE

Photo by Myra




Assalamualaikum,….

Hallo, apa kabar teman2?

 

Alhamdulillah kami sekeluarga sehat dan bahagia. Setelah berbulan2 berada dalam masa pandemi, pertanyaan apa kabar itu mulai terasa mewah, bukan cuma basa basi saja. Terlebih di Juli lalu, di mana banyak berita duka beredar, mengetahui saudara, kerabat dan teman kita berada dalam keadaan sehat itu bikin bahagia juga.

 

Memasuki bulan ke sekian setelah negara api menyerang, Alhamdulillah kami sekeluarga bisa dan tetap bertahan.  Awal pandemi, saya sempat stress mengingat bagaimana keuangan keluarga  akan mampu melewati ini semua. Pak suami tentu saja gak leluasa menarik sewa. Sementara saya gak banyak artikel yang bisa dikerjakan.

 

Hingga satu hari seorang teman menawarkan pekerjaan yang dikerjakan hanya saat weekend saja. Rejeki, gak boleh ditolak kan. Saya pun mengiyakan dan benar saja di bulan berikutnya saya malah ditawarkan bekerja tiap hari, gak hanya weekend saja.

 

Beberapa bulan kemudian giliran pak suami yang ditawari dan ikut serta bersama mengerjakan proyek ini. Alhamdulillah, benar kata orang, rejeki  gak ke mana selama kita mau berusaha dan berdoa. Bahagia untuk kami berdua karena tetap bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Memang kadar bahagia orang beda – beda ya…

 


 

Bicara soal bahagia, JNE pada Selasa 7 September 2021 lalu mendeklarasikan Hari Bahagia Bersama yang ditandai dengan peluncuran buku “Bahagia Bersama”. Acara dihadiri oleh M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE, Maman Suherman Penulis dan Penggiat Literasi, Muhammad “MICE” Misrad kartunis, Andy F. Noya, Melanie Subono, serta Ivan Gunawan. Acara dilakukan secara virtual dan dihadiri media dan teman-teman blogger.

 

JNE berdiri pada tahun 1990 sebagai perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. JNE juga memperluas bidang usahanya hingga jasa pengiriman makanan khas daerah (PESONA), jasa kepabeanan, penjemputan di bandara, dan pengiriman uang/money remittance. Pada akhir tahun 2012, JNE memisahkan divisi Logistik, menjadi unit usaha tersendiri dan terpisah dari unit kurir ekspres.

 

Coba di sini siapa sih yang gak kenal JNE? Selama pandemi, teriakan “pakeeettttt” dari babang kurir bikin hati kita berbunga-bunga dan bahagia kan…. Terlebih kalau kita merasa gak pesan paket eh tiba2 ada paket yang nongol di rumah untuk kita, makin bahagia donk jadinya.

 

Selama pandemi ini, pasti banyak teman – teman yang memanfaatkan jasa pengiriman ketika membeli atau memesan barang. JNE pun hadir sebagai Connecting Happiness, seperti yang disampaikan  Bapak M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE, bahwa dalam menjalankan bisnis, JNE memiliki tagline “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan. Maknanya sangat luas, sehingga jika bicara tentang JNE, maka bukan hanya tentang pengiriman paket, namun dalam berbagai aspek kehidupan.

 

 

Dalam acara tersebut, hadir juga kang Maman Suherman selaku penulis buku Bahagia Bersama yang mengatakan Sebuah kehormatan dapat menjadi penulis Buku Bahagia Bersama dan turut menularkan prinsip serta nilai-nilai berbagi yang membawa perubahan menjadi lebih baik lagi bagi individu mau pun masyarakat luas. Kang Mamang bilang awalnya ia ragu untuk menuliskan buku ini. Namun setelah bertemu 3 Direktur JNE, termasuk Pak Feri, yang kemudian memberikan kebebasan dalam menulis, Kang Maman malah semangat menyelesaikan tulisannya dan selesai dalam waktu 3 bulan saja.

 

Photo by Rian

 

Bahkan diam-diam, Kang Maman menghubungi satu karyawan JNE yang tunanetra. Dari beliaulah Kang Maman mendapat cerita bagaimana sikap dan karakter perusahaan JNE. Kang Maman bertemu banyak kisah yang jadi inspirasi. Berbagi, Memberi dan Menyantuni gak hanya cuma sebuah slogan, tapi jadi kebiasaan dan hal-hal baik yang ada di keluarga Pak Feri dan JNE. Berbagi agar dapat bahagia bersama perlu dilakukan sebanyak mungkin oleh tiap orang, tidak hanya dalam keadaan lapang tapi juga bahkan dalam kondisi sempit.

 

Ivan Gunawan, desainer dan enternainer ini  juga bilang kalau apa yang dia lakukan selama ini sudah membuatnya bahagia. Profesinya ini ternyata membawa kebahagiaan tersendiri. Bahkan hanya dengan menerima ajakan foto bersama fans, sudah membuat Ivan bahagia karena merasa diterima dengan baik oleh fansnya.

 

Narasumber berikut ada Muhammad Misrad yang akrab disapa Mice, selaku kartunis yang turut membuat ilustrasi buku Bahagia Bersama. Beliau  menuturkan bahwa merupakan sebuah challenge yang sangat asyik bisa menjadi bagian dari penyusun isi Buku Bahagia Bersama. Prinsip berbagi agar semua bisa bahagia bersama harus disampaikan secara berbeda sehingga pesan bisa diterima oleh semua kalangan dan semua umur, bahkan anak-anak.

 

Untuk meramaikan Hari Bahagia Bersama, JNE juga menyelenggarakan berbagai program antara lain mengadakan beragam kuis melalui akun resmi intagram JNE_ID yang bertemakan “The Unsung Hero”. Kuis ini mengajak nitizen untuk menceritakan hal baik yang pernah dialami dan pemenang yang terpilih akan mendapatkan e-wallet dengan total hadiah 10 juta rupiah. Widih, ikutan ah…mayan kan hadiahnya.

 

Oiya buku “Bahagia Bersama” ini nantinya dapat dibeli secara offline di toko buku Gramedia dan secara online melalui website gramedia.com serta toko resmi JNE di Tokopedia dan Shopee. Nantinya akan ada berbagai program menarik terkait buku Bahagia Bersama yang dapat diikuti semua orang melalui akun resmi sosial media JNE.

 

Saya pribadi jadi penasaran buku Bahagia Bersama, buku ini pasti bisa memotivasi kita untuk selalu berbagi kepada siapapun.

 

 

 

 

 

 

 

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall