27 November 2019

Kreativitas Tanpa Batas dengan HP Spectre x360














Beberapa waktu lalu, saya dan pak suami berdiskusi mengenai ujian akhir sekolah Fadly nanti yang menggunakan laptop. Seketika kami ingat laptop yang ada di rumah sekarang memang cukup mumpuni untuk kebutuhan Fadly, tapi jika penggunaannya secara bersamaan, mau gak mau harus ada yang mengalah.  Ya tentu saja kesempatan diskusi ini saya manfaatkan untuk mengajukan usul pembelian laptop baru……untuk saya *modus* Kepengennya sih punya laptop yang minimalis, ringan dan spec yang mumpuni dari laptop yang ada.


Pas ada niatan buat ganti laptop, pas banget dapat info kalau HP Indonesia meluncurkan laptop terbarunya di Hotel Alila, Jakarta (21/11) lalu. Penasaran, saya pun menghadiri langsung acara pelucuran tersebut. Dan HP Spectre x360 ini mewakili keinginan saya memiliki laptop yang lebih ringan, minimalis dan spec yang sesuai, cihuy banget deh.


Berbicara mengenai HP Spectre x360 ini, Indonesia adalah negara pertama  di Asia yang lebih dulu  merasakan kehebatannya. Berukuran 13 inch, HP Spectre x360 merupakan laptop konvertibel terkecil di dunia, yang memiliki desain premium, serta terobosan dalam kinerja dan mobilitas. HP Spectre x360 13 persen lebih kecil dibandingkan seri sebelumnya, dengan rasio bodi terhadap layar mencapai 90 persen, serta performa yang jauh lebih meningkat. Tersedia dalam  warna Nightfall Black, dengan aksen Copper Luxe dan Natural Silver, yang disertai dengan bezel display tipis nyaris borderless, tak ketinggalan  desain gem-cut yang menawan dan hanya dapat diperoleh dengan menggunakan mesin potong CNC alumunium. Posisi port USB sengaja dimiringkan untuk pengaturan kabel yang lebih baik.




Soal performa, HP Spectre x360 didukung oleh prosesor quad-core 10th Gen Intel Core TM dengan Iris Plus Graphics yang pertama kalinya hadir di jajaran laptop konvertibel HP.  Yang bikin saya mupeng, Seri HP Spectre x360 ini dilengkapi dengan baterai yang sanggup bertahan selama 22 jam, berdaya tahan terlama di dunia untuk jajaran laptop konvertibel. Hal ini tentu saja untuk mendukung gaya hidup dengan mobilitas tinggi, cocok untuk millennials. Tak hanya itu, laptop ini juga dilengkapi dengan intel wi-fi 6 (802.11ax) yang memiliki standar kecepatan transfer file hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan wi-fi 5.





Hadir dalam acara peluncuran, Bapak Hendry Widjaja, Indonesia Chief Operating Officer, HP Inc, mengatakan bahwa seiring dengan menghilangnya batasan antara dunia fisik dan digital, konsumen kini menginginkan teknologi yang eksklusif, disertai dengan pengalaman premium dan imersif yang memungkinkan mereka untuk mewujudkan passion mereka menjadi nyata.  Lebih lanjut beliau menyakinkan bahwa seri HP Spectre terbaru ini memenuhi kebutuhan konsumen muda yang premium dengan menghadirkan desain yang indah dan elegan, serta menetapkan standar baru untuk performa dan keamanan.



Untuk keamanan sendiri, laptop konvertibel ini dilengkapi dengan fitur HP Webcam Kill Watch yang menjaga penggunanya dari peretasan webcam  dengan tombol on/off untuk mematikan fungsi webcam saat tidak digunakan. HP Spectre x360 juga dilengkapi dengan sebuah tombol khusus untuk mematikan dan menyalakan mikrofon. Sedangkan untuk kenyamanan dan keamanan, pengguna dapat dengan mudah  login menggunakan Windows Hello dengan fitur standar kamera IR terkecil HP dan pemindaian sidik jari yang terletak pada papan keyboard. Hari gini  hacker punya banyak cara untuk meretas laptop seseorang, HP Spectre x360 punya jawabannnya.  


Selain layarnya yang sudah OLED, yang saya suka dari penampakan HP Spectre x360 ini adalah layar sentuhnya serta kemampuan layarnya untuk bisa ditekuk  seperti tablet ataupun membantu memudahkan kamu saat sedang meeting/presentasi.  

 




Kolaborasi HP Spectre x360 Tanpa Batas


Hadir dalam acara, Naufal Abshar, seniman muda Indonesia , yang karya-karyanya sudah mendunia. Dalam kesempatan tersebut, Naufal bercerita bagaimana HP Spectre x360 membantu ia menghasilkan karya yang indah. Naufal juga mendemonstrasikan bagaimana ia menggunakan HP Spectre x360 untuk menghasilkan sketsa indah sebelum menjadi sebuah karya yang luar biasa. Paperless, mudah digunakan di mana saja, dan  banyak fitur canggih yang ia butuhkan, membuat Naufal selalu membawa HP Spectre x360 ke mana pun ia pergi beraktivitas. “Ide datang kapan saja, dan HP Spectre x360 selalu ada saat saya membutuhkannya”.

HP Spectre x360 sudah tersedia di toko mitra resmi HP dengan harga mulai dari 20jutaan.


26 November 2019

Sudah Amankah Sanitasimu?







Saat membangun sebuah rumah, apa yang biasanya ada dibenak kita? Biasanya kita lebih fokus keurusan desain, beli bahan bangunan, dan besaran dana yang dihabiskan. Tak jarang urusan sanitasi  alias urusan kebelakang menjadi hal yang terlupakan.



Padahal pengelolaan sanitasi terkait air limbah domestic juga sangat penting. Hal ini tentu saja melibatkan kualitas hidup masyarakat, bukan sekedar urusan buang hajat saja. Di tahun 2018, akses sanitasi ke toilet atau jamban mencapai 74,5%, termasuk 7% sanitasi aman didalamnya. Tetapi pencapaian ini gak diikuti dengan penurunan penyakit diare dan stunting. Kejadian diare di Indonesia masih berada di angka 7%, sedangkan stunting masih 30%, masih cukup tinggi ya. Tidak hanya penyakit diare dan stunting, pencemaran air tanah juga menjadi dampak dari sanitasi yang tidak aman.


Teman – teman sering tidak melihat sungai kotor di Jakarta? Atau bahkan hampir semua sungai di Jakarta kotor dan berbau? Jakarta, kota besar yang menyimpan semua cerita, ternyata juga memiliki sisi kelam berkaitan dengan sanitasi aman. Minimnya lahan untuk membuat septic tank, membuat banyak warga Jakarta yang membuang sisa pembuangannya ke sungai, kuburan dan tempat pembuangan sampah.  Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih sering dilakukan warga.



Diperkirakan ada sekitar 475 ribu jiwa atau 117 ribu Kepala Keluarga yang tidak memiliki septic tank. Tidak heran jika kemudian Pemprov DKI berniat untuk membantu membuatkan sistem pengelolaan air limbah domestik yang bersifat komunal.



Tapi, tunggu dulu. Gak semua warga Jakarta yang tinggal di bantaran kali yang tidak punya septic tank. Bertepatan dengan Hari Toilet Sedunia, 19 November 2019 kemarin, saya dan teman-teman blogger diajak USAID UWASH PLUS dan PD PAL JAYA untuk datang dan melihat langsung ke Tebet Timur, bagaimana warga di sekitar kali berinisiatif membuat saluran IPAL sendiri.


Siang itu saya dan teman-teman berkunjung ke RT008 RW010, Tebet Timur, bertemu dengan ibu Lurah dan pak Sitam, RW setempat. Mereka bercerita bagaimana pada mulanya masyarakat sekitar memilih tidak mau membangun jamban, boro-boro kenal dengan IPAL, untuk jamban saja terhitung jari jumlahnya. Warga lebih senang BAB langsung di sungai. Namun berkat usaha tanpa kenal lelah pak Sitam, ibu Lurah dan tokoh masyarakat terkait, pelan-pelan, warga Tebet Timur pun mulai sadar, dan mulai memikirkan kesehatan lingkungannya.





Sudah ada 12 rumah yang membangun septic tank sendiri dengan biaya 5 – 7juta. Sisanya membangun IPAL Komunal dengan cara iuran 5ribu per Kepala Keluarga. Hal ini dimaksudkan agar mereka merasa memiliki dan menjaga IPAL tersebut. Bahkan beberapa warga mengaku mereka mencari pinjaman kredit untuk pembuatan IPAL sendiri. Bravo deh bapak-bapak, gak cuma mikirin kreditan motor, lingkungan yang sehat juga sudah mulai terpikirkan.

Pak Bekti - Pak Sitam - Ibu Lurah


Berikutnya kami bertemu Bapak Wahyono, salah satu warga yang kekeuh membuat IPAL sendiri. Menurutnya, ia sadar jika pembuangan yang tak aman dan sehat berakibat buruk pada kesehatan keluarganya. Limbah E.Coli yang beredar dan tersebar akan membahayakan anak-anaknya nanti. Ia pun akhirnya memilih membuat septic tank mandiri, seharga 5juta rupiah agar anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat dan pintar di sekolah.

Saluran pipa pembuangan warga Tebet Timur


Pak Wahyono mengatakan, IPAL mandirinya terdiri dari 3 kolam penampungan. Ada yang ditujukan sebagai tempat penampungan, ada juga sebagai tempat penyaringan dan pengeluaran. Pak Wahyono mengakui sudah merasakan dampak dengan adanya IPAL, dan ia terus berupaya mengajak tetangga sekitarnya untuk membangun septic tank.

Proses penyedotan septic tank warga



Seperti yang disampaikan Bapak Subekti, Direktur Utama PD. PAL JAYA, minimnya lahan di Jakarta membuat air tanah banyak yang tercemar. Sejatinya antara toilet rumah satu dengan rumahnya berjarak minimal 10m, namun apa daya kenyataannya tidak demikian. Padahal septic tank yang rembes, akan membuat air limbah datang mendekat ke sumur rumah, membawa serta bakteri yang akhirnya tanpa sadar kita konsumsi.





Dalam hal ini, PD . PAL JAYA (Perusahaan Daerah Pengolahan AIR LIMBAH) mengingatkan kepada warga untuk selalu menguras/penyedotan septic tank yang ada minimal 2 tahun sekali. Agar septic tank aman, air limbah tidak merambah ke sana dan ke sini. Menurut pak Bekti, biaya untuk menyedot BAB juga tak mahal. Cukup dengan 150ribu/meter kubik, penyedotan dilakukan oleh petugas terpercaya.  Untuk kebutuhan rumah, septic tank yang ada berukuran 2 meter/kubik dan ppn 10%. Masih terjangkau kan?


Pada kesempatan yang sama Ibu Alifah Sri Lestari, Deputy Chief of Party USAID IUWASH PLUS menjelaskan mengenai sanitasi yang aman.  Sanitasi aman adalah sistem sanitasi yang memutus sumber pencemaran limbah domestik ke sumber air. Sementara itu  mbak Ika Fransisca, Advisor Bidang Pemasaran dan Perubahan Prilaku USAID IUWASH PLUS, bercerita pengalamannya mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia di berbagai daerah untuk BAB. Dan hanya Yogyakarta saja yang bebas prilaku BABS, Jakarta menduduki peringkat nomer 2. Saat ini Jakarta hanya memiliki 2 pengolahan limbah di Duri Kosambi dan Pulogebang.   

Narasumber terakhir, Ibu Zaidah Umami, Bidang Kesehatan Lingkungan, Puskesmas Kecamatan Tebet, turut menjelaskan apa saja langkah yang sudah dilaksanakan sanitarian di Puskesmas Tebet. Ibu Zaidah mengatakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis  dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. STBM sejogjanya haruslah merata di masyarakat, karena dari masyarakat, untuk masyarakat  dan oleh masyarakat.

Jangan lupa ya teman-teman, pastikan selalu sanitasi kita aman. Cek berkala penampungan septic tank kedap dan memenuhi standar teknis. Ingat selalu untuk cek peyedotan berkala dan memastikan lumpur tinja sampai ke unit pengolahan, serta pastikan juga instalasi pengolahan lumpur tinja berfungsi dengan baik. Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan, selalu menerapkan praktik cuci tangan pakai sabun di lima waktu kritis.
 Mari sama-sama menjaga sanitasi untuk Indonesia yang lebih baik!

19 November 2019

Kamar Keluarga Alternatif Menginap yang Ramah di Kantong







Sejak nenek meninggal di 2015 lalu, rumah nenek hanya saya dan keluarga yang menempatinya. Ada adik sepupu juga tapi frekwensi kehadirannya di rumah bisa terhitung jari, mengingat kesibukannya membuat adik sepupu saya memilih untuk tinggal di dekat kantornya. Karena rumah yang cukup besar untuk kami, dan ke empat anak nenek masih ada, maka diputuskan kalau rumah ini pun akan dijual.



Berada di pertigaan yang cukup strategis tak lantas menjadikan rumah nenek ini cepat laku terjual. Hingga kini masih ada saja orang yang menanyakan, lalu mundur ketika mendengar harganya. Jadi serba salah ya, gak dijual sayang, dijual tapi belum ada harga yang cocok.



Lalu kakak ibu menawarkan satu ide, bagaimana kalau dijadikan rumah kost saja? Tapi karena letak kamar yang berjauhan membuat rumah nenek ini kurang cocok untuk dijadikan kost-kostan. Adik ibu juga sempat memberi ide, bagaimana kalau dijadikan ruko saja. Woow…mengingat harga bahan bangunan yang gak murah , ide ini langsung ditolak mentah-mentah oleh saudara lainnya.




Andaikan saja jika saya tak bertemu dengan Bapak Ferry, owner dari Kamar Keluarga, mungkin ide ini tak bisa jadi kenyataan. Kamar Keluarga merupakan sebuah start up property yang mengubah asset non produktif menjadi asset produktif dengan passive income. Di Kamar Keluarga menyediakan layana hunian co – living dengan jaringan terlengkap dan nyaman, namun dengan harga yang terjangkau yang berada  di kota besar dan terkoneksi melalui teknologi berbasis web dan aplikasi.



Bapak Ferry bercerita bagaimana awal mula ia dan rekannya yang focus di dunia property. Namun di satu kesempatan mereka memilih melakukan pengembangan bisnis property dengan cara melakukan pengembangan hunian yang berkonsep minimalis.  Di tahun 2016, Kamar Keluarga pun mulai membangun prototype pertamanya dengan 2 unit property kost-kostan.  Dan sedikit demi sedikit, penyewaan di Kamar Keluarga mengalami kenaikan hingga semakin besar di tahun – tahun berikutnya.



Dengan konsep minimalis, Kamar Keluarga mampu memaksimalkan lahan menjadi sangat efektif. Bayangkan saja, dengan luas tanah 105 meter, Kamar Keluarga mampu membangun 32 kamar kost yang layak huni dan dipenuhi fasilitas yang sangat memadai, seperti wifi, lahan parkir, dapur, TV, AC, dan lainnya.



Kamar Keluarga memnafaatkan teknologi untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang komprehensif, sehingga semua kebutuhan end to end pelanggan dapat terpenuhi melalui telepon genggam. Hari gini kan ya, punya smartphone gak hanya untuk nelpon, cari kamar kost-kostan juga bisa donk.



Gak hanya untuk kost-kostan yang disewa dalam hitungan bulan, Kamar Keluarga juga menyediakan kamar – kamar sebagai guest house, yang dapat disewa dalam hitungan hari. Untuk itu Kamar Keluarga bekerja sama dengan berbagai aplikasi seperti Traveloka, Tiket.com, Agoda, Booking.com, Airy Rooms, Pegi-Pegi dan Mister Aladin untuk pemesanan kamar.



Menurut pak Ferry, hingga saat ini Kamar Keluarga sudah beroperasi di 75 lokasi strategis di Jabodetabek dan Bandung,  dengan 2041 kamar yang dapat disewa baik harian maupun bulanan.  Dan sejak beroperasi di tahun 2011 hingga kini, Kamar Keluarga sudah melayani 156,294 tamu yang datang menginap.



Kamar Keluarga menerapkan strategi  4M untuk mewujudkan potensi dan proyeksi bisnisnya, yaitu mengembangkan teknologi melalui aplikasi dan web, mengembangkan jangkauan  di beberapa tempat strategis dan melakukan promosi yang akurat kepada konsumen berpotensi, mengembangkan layanan hunian co-living  yang nyaman dan mengembangkan kualitas  operasional kamar dan desain interior yang ramah keluarga.



Lebih lanjut pak  Ferry menjelaskan bahwa Kamar Keluarga  memiliki 5 pilar bisnis, antara lain :
  • Kamar Keluarga  BOT (Build Operate Transfer) di mana para pemilik tanah yang tidak memiliki dana untuk membangun hunian  bisa mendapat bantuan dari BOT dengan sistim bagi hasil. 
  • Kamar Keluarga Operator yaitu core bisnis Hoppor International, di mana pengelolaan kost/co living berkonsep sebagai keluarga sendiri. Gak hanya itu setiap bulannya pun Kamar Keluarga mengadakan acara dengan berbagai tema bagi para penghuninya.
  • Kamar Keluarga Lini, yaitu vertical bisnis yang memnafaatkan lokasi dan demand dari konsumen KK yang dibangun di atas property tersebut, Seperti Laundry, Warung Keluarga, Restaurant dan Laundry untuk linen yang dikembangkan untuk membantu hotel di sekitar lokasi.
  • Kamar Keluarga Development yaitu pilar yang memaksimalkan sisa ruang yang diakuisisi oleh Kamar Keluarga untuk pembangunan   kost, rumah minimalis seluas 3x12m hingga 3x15m di lahan pembangunan kost yang tersisa.
  • Kamar Keluarga Asset merupakan pilar terakhir yang membantu investor baru  dan belum berpengalaman untuk berbisnis property, baik itu dalam memilih lahan, membangun dan mengelola properti tersebut.

Menginap di Kamar Keluarga

Saya dan pak suami berencana untuk me time berdua, dan kami memutuskan mencoba menginap di Kamar Keluarga. Sebelum melakukan pemesanan, ada baiknya kita mencari informasi  apakah kamar yang kita inginkan tersedia atau tidak melalui webnya. 







  • Pilih lokasi menginap di Kamar Keluarga yang kita inginkan 
  • Pada tampilan web, kemudian muncul halaman untuk memesan 
  • Halaman web berikutnya menunjukkan fasilitas yang akan kita dapat di kamar yang kita inginkan, setelah itu kita bisa memesan/konfirmasi pesanan melalui nomer WhatsApps yang tersedia. 
  • Setelah proses pemesanan via Whatssapp selesai, kita bisa check in pada tanggal yang ditentukan mulai pukul 14.00 wib.


Harga sewa harian di Kamar Keluarga berkisar antara 135K – 155K, dengan beragam fasilitas yang diberikan. Mulai dari  wifi, parkir, TV kabel dan AC. Harganya ramah di kantong kan? Semoga di kota berikutnya Makassar, Jogja dan Surabaya segera hadir, jadi liburan tetap bisa tersenyum senang, gak pusing cari penginapan.



© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall