13 August 2010

Secuil tentang Produk Susu Sapi




Entah kenapa, Oom gw bilang klo susu Uht yang diminum Fadly tuh ga ada gizinya makanya Fadly kurus dibandingkan anaknya.Secara anaknya sendiri memang minum susu formula yang jingle iklannya dinyanyiin Ruth Sahanaya. Memang sih sepupu gw ini badannya lebih besar dari Fadly. Tapi selain sepupu gw ini suka makan, Bapak dan Ibunya pun punya postur tubuh yang cukup besar menurut gw. Namun gw yakin, susu sapi pun memberikan asupan kalsium atau gizi yang cukup untuk Fadly. Selain itu, susu yang keluar dari sapi kan cair lah klo jadi susu bubuk apa ga banyak tuh vitamin2 yang hilang dalam proses pengeringannya??
Iseng2 goggling, gw nemu artikel diblog yang membahas mengenai persusu sapian ini :D
Semoga menambah wawasan untuk kita semua. Cekidot.....



Per kata, susu adalah makanan cair yang diproduksi oleh kelenjar susu mamalia betina. Dalam istilah, kata susu juga digunakan untuk cairan pengganti susu (nah lho!) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya susu kedelai (atau coconut milk dalam perbendaharaan istilah bahasa Inggris).

Sedangkan definisi susu secara kimiawi adalah emulsi (campuran zat yang tidak saling larut) butiran lemak dalam cairan berbahan dasar air. Dalam kata lain, kandungan terbesar susu adalah air dan lemak.

Susu mentah

Susu mentah adalah susu yang tidak diproses, baik pasteurisasi (pemanasan) maupun homogenisasi (perlakuan tekanan udara terhadap susu untuk mencegah krim terpisah dari cairan) sebelum dikonsumsi oleh manusia. Rasanya berbeda dibandingkan dengan susu yang diproses, begitu juga dengan kemudahan cernanya.

Tidak ada kesepakatan yang definitif apakah susu mentah lebih menyehatkan dibandingkan dengan susu yang diproses lebih dulu. Yang pasti, susu mentah lebih berisiko menyebabkan penyakit akibat kemungkinan hadirnya mikroorganisme patogen.

Sanitasi dapat mencegah kontaminasi sebisa mungkin. Tapi memastikan matinya kontaminan patogen lebih penting daripada menjunjung selisih nutrisi antara susu mentah dan susu terproses. Lagipula, susu bukan makanan utama manusia (kecuali pada 1 tahun pertama kehidupan). Bagian besar nutrisi anda diperoleh dari makanan dengan pola konsumsi yang sesuai piramida makanan.

Di artikel ini dijelaskan mengapa susu segar mentah memiliki segala keuntungan dibandingkan dengan susu segar yang diproses, khususnya pasteurisasi. Jika ingin membacanya, harap diingat bahwa tulisan tersebut dibuat tahun 1938 saat teknologi pasteurisasi masih sangat terbatas, jadi mungkin tidak lagi sepenuhnya berlaku saat ini.

Pihak yang mendukung konsumsi susu mentah misalnya Realmilk (sumber artikel yang saya sebut di paragraf sebelum ini). Para pendukung susu mentah punya segala alasan untuk mengatakan bahwa susu mentah adalah yang terbaik. Mereka bahkan mengklaim bahwa anak sapi yang diberi susu pasteurisasi akan mati sebelum dewasa. Mereka percaya:

  • Pasteurisasi membunuh sebagian besar (jika tidak semua) mikroorganisme alami (termasuk yang menguntungkan karena membantu proses pencernaan dan metabolisme susu) dan merusak banyak kandungan nutrisi.
  • Bakteri baik (probiotik, pasti pernah denger dong di iklan? :<span class=mrgreen:" class="wp-smiley"> ) meningkatkan kesehatan dengan cara menekan jumlah bakteri jahat dan membantu mencegah pertumbuhan ragi di usus, misalnya Candida.
  • Pasteurisasi menghancurkan enzim yang membantu proses pencernaan. Laktase adalah enzim yang diproduksi oleh bakteri yang terdapat pada susu mentah -yang tidak dipasteurisasi- yang membantu pencernaan gula susu (laktosa), sehingga segelintir 'penderita' intoleransi laktosa dapat mengonsumsi produk susu non-pasteurisasi.
  • Pada whole milk (maksudnya, susu yang utuh dengan segala apapun yang ada secara alami di dalamnya) dan percaya bahwa lemak dalam susu mentah dapat meningkatkan kesehatan.

Membeli susu langsung dari peternakan dapat (sekali lagi: dapat! tidak harus berarti 'selalu') berarti mendapatkan susu yang usianya baru beberapa menit, atau maksimal jam, yang jika didinginkan dengan layak dapat bertahan selama 8 hari. Berlawanan dengan kebanyakan susu pasteurisasi yang dijual di supermarket, yang berumur 5-6 hari.

Pihak yang menentang konsumsi susu mentah misalnya adalah US-FDA. Berikut adalah penggalan dari artikelnya (FDA Consumer magazine, September-October 2004 Issue):

Meminum susu mentah atau produk-susu dalam keadaan mentah adalah seperti "bermain rolet Rusia (berjudi) dengan kesehatan anda," ujar John Sheehan, direktur Divisi Keamanan Produk Susu dan Telur di FDA. "Kami mendapati sejumlah kasus kejadian penyakit yang menular lewat makanan setiap tahunnya yang berkaitan dengan konsumsi susu mentah."

Pada tahun 2001, lebih dari 300 orang di Amerika Serikat jatuh sakit setelah minum susu mentah atau makan keju yang dibuat dari susu mentah. Sedangkan pada tahun 2002, hampir 200 orang sakit akibat hal yang sama, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC, Centers for Disease Control and Prevention).

Susu mentah dapat menjadi inang bagi organisme patogen (penyebab penyakit), seperti bakteri campylobacter, escherichia, listeria, salmonella, yersinia, dan brucella. Gejala umum dari penyakit yang bersumber dari makanan (yang mengandung bakteri-bakteri tersebut) adalah diare, kram perut, demam, sakit kepala, muntah-muntah, dan lemas.

Kebanyakan orang yang sehat, pulih dari penyakit yang bersumber dari makanan dalam waktu singkat, tapi beberapa orang dapat mengalami sekumpulan gejala yang sifatnya kronis, parah, atau bahkan mengancam jiwa.

Orang-orang dengan kekebalan tubuh yang (me)lemah, misalnya manula, anak-anak, dan yang mengalami penyakit atau dalam kondisi tertentu, paling berisiko terhadap infeksi patogen yang mungkin terdapat dalam susu mentah.

Pada ibu hamil, penyakit yang disebabkan oleh Listeria monocytogenes dapat mengakibatkan keguguran, kematian janin, atau bayi-baru-lahir yang sakit atau mati. Sedangkan infeksi yang disebabkan oleh Escherichia coli bisa menyebabkan sindrom hemolytic uremic, suatu kondisi yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan kematian.

Beberapa penyakit yang dapat dicegah oleh proses pasteurisasi adalah tuberkulosis, diphteri, polio, salmonelosis, radang tenggorokan (bakterial), demam scarlet, dan tipus.

Susu segar

Jenis susu ini hanya sedikit berbeda dengan susu mentah. Susu mentah pasti ™ tidak diproses. Sedangkan susu segar (yang diedarkan oleh penjual berkendara motor dengan tabung sebesar tabung gas, misalnya) sebagian ada yang sudah dipasteurisasi dulu di peternakan.

Karena itu, saya cenderung pada pengertian bahwa susu segar adalah 'whole milk', susu hasil perahan yang tidak ditambahkan apa-apa dan tidak mengalami proses yang mengubah bentuknya.

Untuk tahu apakah susu segar berstatus mentah atau dipasteurisasi lebih dulu, tanyakan pada penjualnya.

Sayangnya, karena susu segar juga ada yang tidak berlabel (hanya berjudul 'susu segar'), kita tidak bisa tahu apakah susu ditambahi air, vitamin, pengawet, perasa, diproses dulu, atau sudah diskim (diambil lemak susunya). Ada baiknya untuk hanya membeli susu segar dari produsen, pengedar atau pengecer yang sudah anda kenal baik dan dipercaya.

Susu pasteurisasi

Pasteurisasi adalah proses memanaskan makanan dengan tujuan membunuh organisme patogen (dapat menyebabkan penyakit) seperti bakteri, virus, protozoa, jamur (kapang), dan ragi.

Tidak seperti sterilisasi yang mematikan semua mikroorganisme, baik yang patogen maupun yang menguntungkan. Pasteurisasi mengurangi jumlah mikroorganisme hidup hingga tidak lagi berisiko menyebabkan penyakit (dengan asumsi produk yang telah dipasteurisasi disimpan dalam keadaan dingin dan dikonsumsi sebelum tanggal kadaluarsa).

Segolongan orang berpendapat bahwa kasein dalam susu pasteurisasi telah berubah menjadi beta-casomorphin-7, yang diduga ada hubungannya dengan autisme. Argumentasi ini didasarkan pada pengetahuan yang kurang layak tentang pencernaan kasein.

Yang mengubah kasein menjadi casomorphin adalah sistem pencernaan manusia, bukan proses pasteurisasi susu. Dengan demikian sumber kasein, apapun bentuknya (susu pasteurisasi, keju, yogurt, dan lain-lain), hasil cernanya tetap sama.

Sebagai tambahan, kasein tidak terdegradasi pada temperatur proses pasteurisasi, tapi terkoagulasi (tergumpalkan) pada saat dididihkan. Ini menjelaskan mengapa susu yang dididihkan memiliki konsistensi (penampakan 'kesatuan bentuk') yang berbeda. Dan karena itulah, sebaiknya susu tidak dididihkan.

Untuk definisi pendidihan sendiri, sila simak boiling, agar tidak rancu dengan pernyataan 'kalau begitu saat susu dipanaskan dengan pasteurisasi atau UHT maka kaseinnya rusak, karena susunya dididihkan'.

Susu UHT (Ultra-High Temperature processing)

Susu UHT tidak berbeda jauh dengan susu pasteurisasi. Sama-sama dengan panas (tapi temperaturnya berbeda), sama-sama memperhitungkan waktu pemanasan, yang keduanya bertujuan untuk meminimasi mikroorganisme patogen namun tetap menjaga keutuhan kandungan gizi (kerusakan sesedikit mungkin).

Bedanya dengan pasteurisasi, UHT membunuh semua mikroorganisme. Karena itu, susu UHT dikenal juga dengan sebutan susu steril.

Susu Pasteurisasi" title="Susu Pasteurisasi" border="0" width="240">Susu Pasteurisasi" title="Susu UHT" border="0" width="240">

Membedakan produk susu pasteurisasi dan susu UHT

Kemasan

Susu pasteurisasi biasanya dikemas dalam kotak karton dengan bagian atas menyerupai bentuk atap rumah (limas segiempat). Dulu untuk membuka kemasan harus dengan merobeknya (sistem cubit-tarik, pinch-pull). Sekarang kebanyakan sudah memakai tutup berulir, mirip tutup botol sirup.

Sedangkan kemasan susu UHT biasanya berbentuk balok dengan bagian atas mendatar. Dulu untuk membuka kemasan, bagian tepi atas kotak harus ditarik lalu digunting. Sekarang kebanyakan sudah memakai tutup flip-top, dengan segel dalam berupa lembaran alumunium.

Update 12 Maret 2007

Sekarang sudah ada beberapa merek susu UHT dengan kemasan kantong (biasa disebut susu bantal) dan botol (kecil maupun besar, biasanya botolnya punya lekuk supaya mudah digenggam). Perlakuannya tetap sama dengan susu UHT kemasan kotak.

Tempat penyimpanan

Susu pasteurisasi HARUS disimpan di lemari pendingin. Tak ada pilihan lain. Dengan begitu anda tak akan menemukannya di rak biasa (tak berpendingin) bersama produk minuman atau susu lain.

Sedangkan susu UHT dapat disimpan di rak biasa atau lemari pendingin. Umumnya di rak biasa, demi penghematan. Dan kalau ada yang diletakkan di lemari pendingin, itu adalah layanan ekstra untuk pelanggan yang suka produk dingin.

Shelf-life

Umur simpan susu pasteurisasi maksimal 1 minggu terhitung sejak tanggal produksi. Catatan penting, umur simpan ini dipengaruhi oleh temperatur penyimpanan (biasanya tertera di kemasan). Dengan begitu, semakin tinggi temperatur penyimpanan, semakin singkat umur simpannya (mencapai beberapa jam saja).

Umur simpan susu UHT bisa mencapai 6 bulan hingga 1 tahun terhitung sejak tanggal produksi, tergantung proses dan produsennya. Dengan catatan, jika sudah dibuka, maka umur simpan (yang berbulan-bulan itu) tidak berlaku lagi dan sisa susu (jika tidak langsung habis diminum) harus disimpan di lemari pendingin.

Kenapa umur simpannya berbeda? Karena perlakuan proses kedua jenis susu tersebut berbeda. Lihat lagi penjelasan sebelumnya tentang susu UHT.

Merek

Ini memang hanya dapat anda 'kuasai' jika sangat terbiasa dan teratur menyambangi supermarket serta pengamat-produk yang jeli.

Beberapa produsen hanya membuat susu pasteurisasi dan tidak membuat susu UHT (misalnya merek D*amond). Begitu juga sebaliknya, ada pula yang hanya membuat susu UHT dan tidak memproduksi susu pasteurisasi (misalnya merek U*tra). Ada pula yang membuat keduanya, seperti I*domilk.

Label

Jika anda merasa tidak yakin, cermati labelnya. Ada merek susu UHT terkenal yang ternyata tidak mencantumkan bahwa produk tersebut diproses secara UHT (misalnya U*tra). Tapi tanggal kadaluarsanya jelas 'berkata' bahwa susu tersebut adalah susu UHT (karena berlaku setahun).

Sedangkan produk susu pasteurisasi setidaknya punya keterangan penyimpanan (temperatur versus waktu) berupa diagram atau tabel sederhana.

Susu bubuk

Susu bubuk dibuat dari padatan susu yang dikeringkan. Cukup menarik untuk diketahui bahwa susu bubuk banyak ditemukan di negara-negara berkembang akibat biaya transportasi dan penyimpanan yang lebih murah (karena tidak memerlukan pendinginan) dibandingkan jenis susu yang disebutkan sebelum ini.

*Hoho… jadi jelas bahwa bentuk susu bukanlah lambang kemakmuran, seperti mungkin disangka sebagian orang bahwa susu bubuk lebih baik, lebih bergizi, lebih higinis, dan (yang paling gak penting) lebih bergengsi (iye soale harganya -kebanyakan- lebih mahal, terutama jika dikeluarkan produsen semacam Wy*th)*

Semakin panjang proses, semakin banyak nutrisi yang rusak/hilang. Dan tentu saja proses dari susu segar hingga susu bubuk memiliki tahap yang lebih banyak daripada susu yang 'hanya' dipasteurisasi atau diproses secara UHT. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa susu bubuk ada di bagian bawah 'rantai kualitas' produk susu.

Untuk mengatasi kehilangan nutrisi, produsen susu bubuk lalu menambahkan (fortify) berbagai vitamin, mineral, dan apapun itu (dari yang penting sampai yang belum ketahuan penting/tidaknya) ke dalam produk susunya. Dikurangi, lalu ditambal, kemudian dijual dengan iklan 'diperkuat dengan A, B, C'. Begitu kira-kira.


Sumber gw ambil dari sini

Gw yakin, apapun pilihan susu untuk anak, pastilah hal yang terbaik yang akan diberikan oleh orang tua. So ibuk-ibuk mau pilih yang mana...monggo loch ......

29 July 2010

Della Sabrina, Target 600 Botol ASIP!

Subhanallah, ga ada kata yang pantas untuk perjuangan ibu ini. Pas ngebaca kisah ini, gw kok serasa mengecil dan kerdil serta berlinang air mata. Masya Allah, perjuangan dan pengorbanan gw untuk Fadly ga ada apa2nya dibandingkan Bunda yang satu ini. Semoga Allah memberi kemudahan di setiap langkahnya, dan semoga menjadi haji yang mabrur....amin

=====================================================================================

Membaca judul diatas, mungkin Mommies terkejut. Saya juga demikian saat mengetahui target yang sedang dikumpulkan oleh Della Sabrina, 26 tahun, istri dari presenter Irfan Hakim ini.

Hebat! Itulah yang pendapat saya tentang ibunda dari Aisha Maydina Hakim (2 tahun) serta si kembar BhaVna Rakana Hakim dan BhiYan Raina Hakim yang dilahirkan secara normal ini. Della, demikian sapaan akrabnya, saat ini tengah mengejar target 600 botol ASIP (Air Susu Ibu Perahan) karena ia akan menunaikan ibadah haji yang telah direncanakannya sebelum ia hamil 2 putri kembarnya.

Banyak ibu yang kewalahan mengejar stok ASIP, apalagi untuk bayi kembar. Tapi Della yakin, ia pasti bisa!

Apa yang menyebabkan begitu gigih memberikan ASI selama nanti pergi haji?

Karena si kembar kan usia 5 bulan saat naik haji nanti. Dan hanya ASI saja makan/minumnya, tidak ada yang lain. Jadi saya berusaha untuk memenuhi kewajiban saya sebagai ibu untuk memberikan ASI Eksklusif bagi mereka. ASI kan hak asasi bayi.

Sejauh ini sudah terkumpul berapa banyak?

Dari target 600 botol, sekarang baru terkumpul 124botol x 125cc. Masih ada 4 bulan lagi untuk mengumpulkan sisanya :)

Kalo melihat target yang luar biasa itu, apakah pernah terbersit rasa pesimis dalam hati?

Nope, tidak pernah pesimis. Karena saya YAKIN pasti bisa :)

Menyusui sikembar sambil nyetok ASIP aja saya bisa kok, padahal banyak juga tuh yang meragukan saya, tapi nyatanya kalau kita yakin dan terus berusaha, pasti ALLAH akan membantu mewujudkannya :)

Bagaimana bisa me-manage ngumpulin ASIP padahal baby-nya kembar yg tentu kebutuhannya 2x lipat dan Full Time Mom (FTM) yang konon lebih sulit menyiapkan ASIP?

Menurut saya sebenarnya sama saja sih ya, mau anaknya kembar, atau cuma satu. ASI akan selalu cukup, kuncinya hanya RAJIN menyusui dan RAJIN memompa/memerah asip, karena produksi ASI itu kan by demand, kalau sering kita susui dan sering kita perah, pasti payudara akan terus memproduksi ASI. Tapi kalau kita malas menyusui, udah gitu malas memompa, otomatis produksi ASI pun menurun, karena “permintaan” ASI-nya kan sedikit. Jadi payudara menyesuaikan.

Kapan saja memerah ASI-nya?

Saya memerah ASI sebelum, saat, dan setelah menyusui si kembar. Kalau sesi menyusui mereka berbarengan, biasanya saya memompa sebelumnya atau setelah mereka menyusui. Kalau kebetulan sesi menyusuinya satu persatu, jadi saya sambil menyusui sambil memerah di payudara yang lainnya.

Ada asupan khusus untuk memicu produksi ASI nggak?

Awalnya saya beli suplemen, tapi cuma seminggu pertama saja saya minum. Karena saya orang yang paling males minum obat/vitamin. Saya mendingan disuruh makan sayur/buah aja daripada disuruh minum obat/vitamin. Dan saat saya nggak minum suplemen, ternyata produksi ASI malah semakin banyak juga tuh. Berarti sebenarnya yang bekerja adalah KEYAKINAN kita, kalau kita YAKIN bahwa ASI kita banyak, pasti banyak. Kalau kita YAKIN dengan minum suplemen makin banyak, itu pun akan memperbanyak ASI juga. Jadi ASI hanyalah permainan pikiran, ciptakan pikiran positif dan keyakinan, Insya ALLAH itu saja sudah cukup untuk meningkatkan produksi ASI.

Pernah ada omongan miring/ yang sinis tentang keinginan kamu ini?

Tentu saja banyak yang pesimis dan sinis sama saya, bahkan ada yang bilang, “ASI udah basi dong kalau disimpen 5 bulan gitu! Nilai gizinya pasti berkurang kalau dibekukan.” Tapi saya nggak pernah dengerin mereka, karena saya tau, walaupun nilai gizi ASIP beku akan berkurang, tapi tetap saja masih jauuuh lebih baik daripada susu formula merk manapun.

Dukungan suami seperti apa?

Suami sangat mendukung sekali, dia belikan saya freezer 6 rak khusus untuk menyimpan ASIP. Dia belikan saya genset supaya ASIP terus beku saat pemadaman listrik, dia kasih saya semangat setiap hari untuk terus memerah dan menyusui, berapapun hasil ASIP-nya dia selalu bilang “Bunda hebaaaat!”. Dan tentu saja, dari sekian materi yang dia berikan untuk mendukung ASI Eksklusif, supportnya lah yang paling penting dari segalanya :)

Aisha sudah disapih? Bagaimana sikap kakak ke adik-adiknya?

Aisha self weaning saat umur 22 bulan, pada saat saya sedang hamil 7 bulan. Tapi sekarang kalau ada ASIP lebih dari 125cc, lebihnya suka diminta sama Aisha untuk diminum :p Aisha sayang banget sama adik-adiknya, dia selalu mau ikutan bantu merawat adik-adiknya. Kalau si adik lagi nangis, Aisha langsung panggil saya “Bundaaaa, adek neneen!” haha.. dia kasih tau saya kalau adiknya mau nenen :p

Ada kekhawatiran meninggalkan anak-anak dalam waktu yg cukup lama?

Tentu saja khawatir pasti ada, ditinggal sebentar ke supermarket aja kita khawatir kok, apalagi ditinggal selama 25 hari ke tempat yang sangat jauh. tapi Insya ALLAH anak-anak nanti akan aman, dirawat oleh keluarga kami.

Khawatir si kembar nanti nggak mau menyusu langsung lagi nggak?

Iya, itu yang saya agak-agak takut. Saya takut nanti begitu saya pulang, merekang gak mau nyusu langsung. Makanya dari awal saya sudah konsultasi sama konselor laktasi di rumah sakit tempat saya melahirkan. Menurut mereka, bayi-bayi itu pintar, mereka tidak akan pernah lupa sama bundanya, asalkan selama ditinggal pergi, jangan diberi ASIP menggunakan dot, lebih baik pakai gelas saja. Ya Bismillah, semoga berhasil nanti :)

Apa yang ingin Della sampaikan ke ibu-ibu dengan usaha Della mengumpulkan ASIP ini?

Apapun yang kita lakukan, asal kita percaya dan yakin, pasti akan berhasil.. and it works for breastfeeding too :)

________________

sumber : dari sini

Thank you untuk mommies Daily dan untuk nenglita

11 July 2010

Fadly lagi...fadly lagi... (Biar Foto Bicara 6...)

Serius banget ya.....:D




Ini bikin iri Ibu...huhuhuhu Fadly......


Lagi asik baca bareng Bapak....seru ya 'nak

Oi,...temen Fadly klo di rumah Nenek...udah ganjen nih....


Hayooo,...pada berani gaaa????

** Foto ini banyak mendapat kecaman, pernyataan dan pertanyaan karena gaya Fadly yang engga banget ketika di foto. Sodara2...ini asli mainan plastik yang dibeli Bapaknya di salah satu gerai toko satu harga. Awalnya Fadly takut....lama2 malah suka dan seneng ketika tau bakalan difoto. Huhuhuhu klo beneran gw juga takut kali :D


01 July 2010

Koin Cinta untuk Maliq tersayang......

Semoga belum terlambat. Tetangga dan teman keluarga Fauzi sekalian, ini adalah anak ke 3 teman kantor saya di Pabrik buku dulu. Jika tetangga dan temans keluarga Fauzi ada yang berkenan membantu mereka,.....dengan segala kerendahan hati saya pribadi mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Semoga Allah Swt membalas budi baik bapak/ibu sekalian.





Maliq Fawwas Koestiyawan lahir di Jakarta, RS Hermina tgl 21 Mei 2010 Ruang Perina Lt 4 RS Hermina Jatinegara Jakarta Timur. Anak ketiga pasangan Budi Setiyawan dan Khusnul Pujiastuti menderita penyakit langka yang dinamakan Neonatal Hemochromatosis yaitu penyakit kelebihan zat besi akut. Kedua kakaknya sudah meninggal dengan kondisi yang hampir sama pada saat berumur 3.5 bulan dan 22 hari. Klinis dari anak kami yang pertama adalah perut dengan cites(bulat seperti balon), mata kuning, bilirubin tinggi, mudah bengkak/albumin, kulit menghitam,dan mengalami trombositpenia belum sampai terjadi perdarahan. Sementara klinis anak kami yang kedua hampir sama dengan anak kami yang pertama yaitu mata kuning, bilirubin tinggi, sepsis dengan indikasi MRSA. Bayi Maliq memilik kadar feritin/cadangan zat besi yang sangat tinggi diatas normal sebesar 4.821,2 (rujukan 7 – 140) ng/ml.

Perawatan yang sudah dilakukan saat ini terhadap bayi kami oleh pihak rumah sakit sesuai dengan petunjuk dari dr Damayanti,SPA dan dr Lia Pustika SPA selaku dokter hematologi adalah pemberian obat desferal untuk mengeluarkan kadar zat besi dalam tubuh bayi kami, dengan risiko juga jangan sampai terjadi infeksi yang dikhawatirkan akan memperberat proses jalannya pengobatan untuk pembuangan zat besi dalam tubuh bayi kami sampai mencapai standar normal kadar feritin dalam darah sebesar <500mcg. Dan proses perawatan ini membutuhkan beberapa lama waktu perawatan tergantung kondisi dari bayi kami tersebut bisa berhasil mengeluarkan zat besinya dan penuh resiko jika tubuh bayi kami ada kondisi yang tidak normal lainnya. Tentunya dengan proses pengobatan yang memakan waktu cukup lama, hal ini membuat kami sebagai orang tua dari bayi Maliq merasakan betapa berat beban yang kami tanggung menghadapi kondisi tersebut baik beban mental menghadapi kenyataan kondisi bayi kami dan beban material yang selalu harus kami sediakan tentunya.

Mohon bantuan solidaritas dan teman teman untuk membantu keluarga ini, berapapun sumbangan Anda akan sangat membantu. Sumbangan Anda dapat dikirimkan ke rekening Atas Nama :

Budi Setiyawan Rek. BCA cab. Singosari Malang a/c 368 140 4790

dan atau Rek. Mandiri cab. Wisma Bisnis Indonesia a/c 121 000 4592717

Atau Atas nama : Budi Setiyawan QQ Maliq Fawwas Koestiyawan Rekening Bank Mandiri KCP Jkt Gedung Bidakara a/c : 070-00-0606796-6

17 June 2010

Template baru ????

Huhuhuhu,......gimana nih tampilan template baru keluarga Fauzi???hihihi temanya masih mirip en ga jauh beda dengan template yang kemarin ya....sama2 cangkir minum teh :)

Ga tau kenapa, gw senang aja ma tema kek gitu...hanya klo yang kemarin warnanya lebih coklat, sekarang jadi lebih gelap. Kepengennya sih kek Blognya Ocha, Cicha ataupun blognya sicantik Vaya yang punya account dengan nama sendiri tanpa embel2 blogspot. Tapi mikir2 lagi...nanti deh diseriusin, sekalian minta dibuatin desain templatenya yang sesuai :) So untuk sementara pake yang gratisan dulu lah :)


So buat semua tetangga Keluarga Fauzi, silakan mampir ya...kasi komen juga boleh kok :)

Met wiken everyone.......

Review Fadly dan Bapak

Alhamdulillah, keluarga Fauzi sudah bisa eksis lagi didunia blog alias udah bisa posting2 cerita ga penting lagi :D Banyak hal yang terjadi dan banyak hikmah yang kami petik dari kejadian yang ada. Namun satu hal yang selalu kami syukuri adalah bahwa kami bisa melaluinya. Bahwa kami yakin, Allah Swt tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan umatNYA.

Setelah kejadian postingan yang lalu, alhamdulillah per Juni ini, Suami gw aka babenya Fadly dapat tempat kerjaan yang lebih menyenangkan. Kenapa gw bilang lebih menyenangkan, karena inilah rencana Allah yang kita ga akan pernah kita ketahui. Setelah keluar dari Perusahaan Logistik yang berdomisili di Cacing, suami gw dapat kerja disalah satu perusahaan retail yang punya outlet dengan menjual produk yang serba satu harga :). Ga perlu gw sebut nama tokonya, yang baca pasti udah pada tau kan?
Disini sebenarnya kerjanya mudah, hanya mengurusi administrasi toko dan memanage aktivitas toko. Hanya disayangkan pihak manajemen banyak sekali mengeluarkan peraturan2 yang menurut gw bikin kesel. Aaaghhh pokoknya gw senanglah suami gw udah ga diperusahaan ini lagi. Kasian aja menurut gw yg jadi pegawai diperusahaan ini. Tiap bulan gaji habis hanya untuk bayar barang yang hilang atau tidak sesuai dengan stock opname. Huhhhhh.....alhamdulillah Bapaknya Fadly ga lama2 ditempat itu.

Perusahaan yang kedua adalah perusahaan logistik juga yang kantornya ga terlalu jauh dari rumah. Awal2 kerja, sumi gw ini rajin dan semangat sekali. Malahan sampe dianugerahi sebutan karyawan teladan bulan ini. Namun sayang, karena jadwal kerja yang kurang menyenangkan, ditambah suami gw mengalami ketidakadilan dalam pembagian tugas, akhir Mei lalu perusahaan memutuskan kontraknya tidak diperpanjang lagi. Sedih?pasti...namun ternyata Allah punya rencana lain. Minggu ke 3 Mei, gw dapat kabar klo teman kuliah gw butuh asisten dan dia ngajak gw untuk bantu2 dia. Huhuhu lokasi kantor yang memang gw impikan, akhirnya gw dapati juga. Back to kampus...gw akhirnya bekerja dilingkungan kampus dibilangan Depok. Nah dihari yang sama Bapaknya Fadly diPHK, 3 jam kemudian dia dapat telpon bahwa dia diterima disalah satu perusahaan didaerah Harmony. Takjub, bahagia jadi satu...alhamdulillah Allah masih kasi kita jalan untuk mencari rejeki.

So, gimana dengan bisnis gw??insya Allah gw tetap lakoni. Gw tetap semangat untuk prospek kanan kiri. Yah hari gini sapa juga yang ga mau punya penghasilan tambahan :D


Trus Fadly apa kabarnya???

29 Mei lalu, Fadly tepat berusia 2 tahun. Ga terasa ya udah 2 tahun gw jadi Ibu. Dan ga nyangka aja waktu cepat berlalu. Perkembangan Fadly sejauh ini alhamdulillah tidak ada kendala. Malahan buat gw, Fadly tuh ga bisa diem, pecicilan. Apa aja dia kerjakan dan rasa ingin tahunya besar. Dibeliin mainan kereta api yang bisa muter2...sukses 2 hari modar karena dia kepengen tau bagaimana cara kereta api ini kok bisa muter2. Dibongkarlah itu gerbong2 plus dibanting ke kanan kiri. Yang ada mogoklah sikereta ini. Huhuhu pokoknya mesti waspada taro kacamata, kaca atau barang yang berbahaya dekat2 dia.

Untuk perkembangan bahasa, so far akhirnya kita sudah bisa berkomunikasi 2 arah dengan Fadly. Walaupun gaya dia ngomong masih akhiran kata aja yang dia sebutkan. Jadi klo Fadly ditanya bapak ke mana, dia bisa jawab klo bapaknya kerja, naik motor dan menirukan suara motor dengan fasih. Nah klo ditanya ibunya mana dan gw ga ada, Fadly akan bilang bahwa ibunya kerja naik angkot. Hihihihi tapi bilangnya bukan angkot....melainkan akok :D

Nama2 binatang pun sedikit demi sedikit susah mulai bertambah kosakatanya. Selain Gajah, bebek, ayam, sapi, kucing, anjing, kambing, tikus, kupu2, semut, nyamuk, singa, harimau, dan kuda....Fadly lagi senang dengan Laba2 (hihihihi ini mah gw banget yaaaa:D). Jadi ceritanya satu malam dia baru ngeh dengan bantal dikamar yang gw sarungin pake sarung spiderman. Doi baru tau laba2 itu kaya gitu. Jadi sekarang lebih gampang klo ngebujuk dia buat bobo malam...bobo dibantal laba2 yuk...dan dia bakalan langsung naik tempat tidur tanpa ragu2. Nah giliran gw kasi liat laba2 yang benar plus sarangnya....yang ada dia bilang takut dan kaburrrrr :D:D

Dari umur 1 thn kurang 1 minggu, Fadly sudah mau tidur sendiri di boxnya. Namun sejak 2-3 bulan lalu, Fadly mulai ga betah tidur di box, baik tidur siang maupun tidur malam. Sebenarnya ga jadi masalah, malah klo tidur malam tuh jadi berasa gimana gitu karena dia suka banget nempel diketek gw hihihihi...mungkin baunya bikin dia tenang kali ya wkwkwkwwk. Tapi yang bikin gw dan bapaknya jadi geli adalah karena dia menghabiskan space tempat tidur paling banyak. Lah badan seiprit gitu tapi klo tidur 1/2 tempat tidur buat dia muter balik. Yang ada sumi gw jadi ga tega dan memutuskan tidur terpisah dibawah dengan kasur mungil Fadly yg sering kita pake wat nemenin dia nonton tv. Kepikiran juga sih buat ngelipet nih box biar ga menuh2in kamar. Dan niatan untuk cari tempat tidur khusus Fadly. Bukan apa2, gw hanya memikirkan keselamatan Fadly ketika tidur, entah itu tertindih gw atau bapaknya ataupun jatuh dari tempat tidur. Dan 2 hal itu sudah pernah terjadi ketika Fadly dibawah 1 tahun. Apalagi sekarang tambah lasak tidurnya...huhuhu ga tenang deh. Kadang nih klo dia udah ngerasa sempit, dia bakal dorong gw dan bapaknya sambil bilang mici...mici...dengan mata terpejam.

Dari artikel yang gw baca, membiasakan anak untuk tidur sendiri di tempat yang berbeda dengan orang tuanya nantinya akan mengajarkan dia mandiri. Wah klo beda kamar gw masih belum sanggup berpisah, ga tega aja rasa. Lagian boro2 pindah kamar, lah gw tidurin Fadly dibox aja klo malem, nenek gw ga setuju...apalagi klo pisah kamar. Padahal ini juga demi kebaikan Fadly kelak, bukan karena gw ga mau direcokin Fadly :D

Satu lagi nih yang jadi PR gw dan bapaknya apalagi klo bukan soal toilet training. Huhuhu gwnya masih maju mundur gitu. Gw ga pengen maksa Fadly dan mengakibatkan dia trauma. Ah ini mah gw nya yang males kali ya. Untuk urusan pipis sudah mulai belajar.Kadang2 kala untuk urusan pipis dia bisa berhasil pipis di toilet, tapi ga jarang juga bocor. Yang masih perlu banyakkk belajar adalah urusan pup. Huhuhu gw ga tega gangguin dia klo udah pasang ancang2 ngeden, takutnya malahan batal ga jadi pup.Padahal gw udah ga sabaran pengen buru2 lepas prospak biar bisa beli2 yang lain uangnya **emak2 kebelet soping.


Atau emak2 blog punya saran ga???sapa tau sarannya bisa gw terapin ke Fadly. Mohon sharing en tipsnya yaaa......

05 April 2010

Whoooolaaaa,......Apa Kabar Semua????

Hallo semua????

Apa kabar??? duh kangen deh udah lama ga blogging. Banyak banget hal2 yang pengen diceritain. Ooohhh...bukan untuk sok2an....hanya sekedar pengingat saja. Sapa tau nanti bisa jadi bahan cerita untuk anak cucu. Hehehe kok jadi ngelantur ga penting gini :D


Well,...apa kabarnya keluarga Fauzi???

Alhamdulillah kami baik2 saja. Per awal tahun kemarin, gw memutuskan resign dan mencoba menjadi IRT aka FTM yang teteup punya penghasilan. Gw memutuskan join di bisnis ini karena bisnis ini mudah, murah dan menyenangkan. Sok atuh diklik,...sapa tau berminat. Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan, finansial bukan masalah untuk keluarga kami....amin.

Gimana kabarnya si Boss Besar keluarga Fauzi????

Bulan Februari suami tersayang aka babenya Fadly dapat cobaan dari tempat kerjanya. Sempat dimutasi ke tempat yang lumayan jauh udah gitu ga dapat tambahan gaji atau transport plus job desk yang aneh dan ga jelas, sampai akhirnya ga tahan dan memutuskan untuk resign.
Huhu....cobaan yang berat, dimana gw pun saat itu sudah memutuskan berhenti jadi wanita kantoran dan fokus hanya di keluarga dan bisnis. Well.....tapi gw dan fadly yakin...apapun yang suami gw lakukan pastinya hanya untuk kami berdua.
Mungkin ini cobaan bagi keluarga kami. Ada mitos yang bilang, cobaan biasanya datang di tahun ke 3, 5 pernikahan. Insya Allah kami bertiga bisa bahu membahu melewatinya, amin.


Lalu...kabarnya si ganteng di keluarga Fauzi gimana???

huhuhu...alhamdulillah di usianya yang ke 22 kemampuan bicara Fadly sedikit demi sedikit mulai terlihat. Udah mulai ngerti kalo nonton film2 kesayangannya (vcd paddle pop, Brainy Baby, Cottons, Upin Ipin), udah bisa ditanya2 walaupun kadang2 jawabannya masih pake bahasa bayi, udah bisa disuruh2 (ambil remote tipi, remote dvd, buang sampah, taro baju kotor ke keranjang) bahkan udah bisa manggil Ibu dengan panggilan "BIBU". Hihihihi lumayan lah dari pada kek tante gw dulu, anaknya manggil dia...."BUAH" wkwkwkwkwkwkw.......

Fadly pun sekarang sudah mulai bisa meminta sesuatu seperti susu, minum, makan, baju, cuci, mandi dll.

Alhamdulillah, perkembangan Fadly semakin banyak. Semakin membuat kami Bapak dan Ibunya bangga dengan perkembangannya. Cuma yang menjadi masalah hanya tantrum tempernya dan kebiasaan dia makan.

Fadly sekarang udah pinter ngamuk guling2 jika keinginannya kita larang. Huhuhu kadang tangannya main juga ke kepala/muka gw or bapaknya. Karena bentuk hukuman belum kita terapkan (hihihi masih belum ngerti juga), jadi gw dan bapaknya sepakat klo menghukum mengketuk2kan jari kita (atau kadang kala dicubit kecil...hihihihi bayangin sendiri ya...) di atas telapak tangannya. Tujuannya hanya menegur tidak untuk menyakiti. Huhuhuhu kadangkala klo liwat perkataan udah ga bisa, ini jalan terakhir. Kami ga mau Fadly menjadi anak yang tidak tahu tata krama sopan santun dengan orang tua, anak yang tidak penurut, anak yang susah berkomunikasi.


Untuk susu, Fadly tetap setia dengan Uht Ultranya @ 200 ml - 250 ml setiap kali minum. Sehari bisa menghabiskan 750 - 850 ml. Memang sih untuk anak diatas setahun, susu bukan lagi menjadi sesuatu yang wajib atau pokok. Tapi so far klo Fadly minta lebih dari takaran diatas, tetap gw kasi selama ga ganggu jadwal makannya. Jadwal makan sehari 3x; tapi setiap pagi selalu bermasalah dengan yang namanya sarapan. Kadang roti tandas habis tak tersisa. Kadang liat kita makan mie....mulutnya langsung ribut minta2 juga. Tapi kadang2 ada juga saatnya klo disuapin apapun ga mau masuk sama sekali. Bikin gw gregetan dan kudu nelan 3 strip pil sabar.
Makan siang dan malam sekarang nyaris mengikuti menu rumah. Paling2 hanya lauknya yang gw pisah karena biasanya buat kita pasti pedas rasanya. Tapi herannya Fadly suka dan berani dengan rasa pedas. Klo gw dan suami makan di resto fast food, dan nyicipin Fadly kentang goreng, Fadly ga ragu2 nyoel saos ke kentang gorengnya. Hihihihi walhasil muka dan kepalanya banjir sama keringat hihihi......


Duh kalo cerita tentang Fadly pasti ga ada abisnya deh. Ada aja tingkahnya yang bikin kita gregetan. Well berhubung gw dah laper berat dan masih harus nunggu Fadly di TPA Makara,.....lain kali sambung lagi deh ceritanya.

19 January 2010

Kalo Fadly dan Bapak Sekolah bersama....... (Trial @ TPA Makara UI) Bag 2

Hihihihi, udah lama banget nih postingan menggantung begitu saja :D. Setiap kali gw minta Bapaknya Fadly nerusin nih cerita, selalu aja ada alasannya.


Nah hari ini (19/01/10) ketika gw nganter Fadly ke TPA (harusnya Senin kemarin 18/01/10, tapi karena kecapean berenang plus ujan....jadi gw minta dijadwalin hari ini), gw dikagetkan oleh pernyataan Guru2 di TPA kalo mereka baca blog gw tentang trialnya Fadly di TPA Makara ini. Wiihhh senang sekaligus malu, secara yang nulis kan Bapaknya Fadly yang tata bahasa ga ada indah2nya alias suka2 yang nulis aja. Tapi gw juga ikut senang, berarti secara ga langsung blog gw udah membantu promosi TPA Makara (weks,....ga dipromosiin juga muridnya udah banyak kaleeee **getok2...)


Well....berikut lanjutannya........





Once upon a time at UI, Depok (bagian 2 - tamat aja yee)


Pada saat Fadly tidur, akhir nya gw tinggal ke depan buat nyari pengganjal perut. Untung lah dibagian depan TPA, ada Alfamart. Gw pun memutuskan buat jajan di situ sekalian cuci mata liat2 mahasiswi yang seliweran di depan biji mata gw (Hihihi … abis ini gw pasti ditimpuk remote TV nih ama ibu nya Fadly :p). Selesai dari situ sekitar ½ jam kemudian, gw balik lagi ke TPA. Ternyata Fadly masih tidur pulas dengan pose seperti orang Breakdance. Sayang gw ga kepikiran buat mengabadikan gaya Fadly ini. Akhir nya sambil nunggu Fadly tidur, gw baca novel yang gw bawa dari rumah buat ngilangin suntuk.

Sekitar 1 jam kemudian, gw liat ada beberapa temen2 Fadly udah pada bangun. Si Fadly masih dengan gaya Breakdance nya, tapi kali ini disertai ngorok yang suara nya ngelebihin stereo set Pioneer. Gw jadi malu sendiri (*garuk2 pala).

Ga lama setelah itu, temen2 Fadly yang udah bangun tadi, 1 per 1 dimandiin sama Ibu Guru di sana. Sepulang nya dari mandi, gw liat tampang2 cerah mereka yang udah seger sambil ngebayangin nanti tampang nya Fadly kaya apa ya pas abis dimandiin juga. ½ jam kemudian, Fadly baru bangun. Dia digendong sama Bu Guru nya menuju ke arah aquarium. Keliatannya sih dari tampang nya Fadly, kaya orang abis jetlag naik pesawat. Mungkin karena posisi tidur nya yang agak aneh kali ya, makanya dia bangun dengan wajah pucat disertai mata yang berkaca-kaca. Akhir nya gw ambil Fadly dari pelukan Bu Guru nya. Baru deh dia tenang sedikit.

Setelah gw ajak main2 sambil liat2 ikan di aquarium, Fadly minta turun. Kaya nya dia keingetan sama sepedanya yang dia mainin tadi pagi. Untung waktu tidur tadi, sepeda sama mobil2an nya udah diumpetin sama petugas2 yang cowo. Tenang deh berarti. Tapi ….. ternyata kali ini dia juga keingetan sama keran air. Walaaaah. Kali ini rada gw biarinin deh dia main air. Gw pikir, toh abis ini dia mandi. Skalian aja deh basah2an. Ternyata dia enjoy dengan apa yang dia kerjain sama keran2 itu. Sempet ngobrol sama salah satu ortu temen nya Fadly, kata nya biarinin aja. Nanti juga kalo udah bosen bakal pindah. JAH ELLLAAAHHH … mana bisa ? Anak gw yang satu ini mah ga ada bosennya. Sama kaya ibunya kalo udah ngutak ngatik Blackberry. Pasti lupa ama keadaan sekitar *Piss ya, bu*.

Tiba juga akhir nya giliran Fadly mandi. Di sini keadaan udah aman terkendali. Dia tampak happy waktu dimandiin sama Bu Betty. Tapi emang dasar punya turunan norak dari Bapak nya, sepanjang dimandiin, Fadly terus2an ngoceh dengan bahasa yang Cuma dimengerti oleh dia sendiri dan Tuhan. Kaya nya dia takjub sama kamar mandi nya. Bersih, ada closet buat anak seumurannya (secara kalo di rumah, closetnya khusus buat orang dewasa semua). Kelar mandi, pake baju. Kalo ga salah yang makein baju masih Bu Betty. Setelah itu, lengkap sudah akhir nya. Ketampanan yang gw warisin ke Fadly mulai tampak setelah mandi.

Sebener nya masih ada sesi makan / snack sore. Tapi itu gw skip. Soal nya perut udah keroncongan ditambah masih harus ke kantor ibu nya dulu di bilangan Depok. Kan tadi waktu Fadly tidur, gw cuma ngeganjel perut doank. Blom betul2 di isi. Akhir nya gw beres2in barang2 Fadly, makein jacket nya Fadly. Abis itu pamitan ke semua guru2 di sana. Semua guru disalamin sama Fadly. Padahal, jarang banget Fadly mau salaman sama orang yang blom terlalu kenal. Mungkin di pikiran Fadly, dia bakalan dateng lagi kali. Ternyata dugaan Fadly bener kali. Selang beberapa hari kemudian, ternyata ibunya di telpon dari TPA Makara, katanya Fadly diterima. Alhamdulillah. ===Tamat====

Ya gitu deh, awalnya sempat ragu karena Fadly termasuk anak yang aktif alias banyak bergerak ga bisa diem. Eh ternyata alhamdulillah Fadly diterima.


So far perkembangan Fadly makin hari makin bagus walaupun klo udah tantrum Bapak Ibunya pun bisa kewalahan. At least perkembangan bahasanya makin hari makin bertambah....walaupun baru kata per kata. Tapi gw en Bapaknya Fadly ikut senang dengan perkembangan Fadly ini.


Gw en Bapaknya Fadly berharap dengan terdaftarnya Fadly sebagai mahasiswa di TPA Makara, membuat Fadly makin baik bersosialisasi, tidak takut dengan orang dan lingkungan asing, mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru.....dan tidak manja/cengeng. Walaupun saat ini Fadly masih di kelompok 2 alias sebulan hanya 2x datang....insya Allah beberapa bulan ke depan Fadly bisa lebih intensif hadir (kel 8) ke TPA......amin

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall