04 October 2019

HUK Family Resto, Restaurant Keluarga Cita Rasa Mendunia








Gemar makan ikan. Ya, keluarga saya pecinta ikan, baik disajikan  dalam bentuk gulai, digoreng, maupun dibakar. Almarhum kakek dan almarhumah nenek lah yang mengenalkan saya makan ikan. Kakek saya senang menjala ikan, beliau biasanya menjala ikan ditemani kedua adik ibu saya (oom). Hasil dari tangkapannya sebagian dijual, atau sering kali malah hanya habis dimakan. Kakek dan nenek membebaskan anak-anaknya untuk menyantap ikan sesuka hati mereka. Makanya gak heran kalau sejak kecil saya sudah fasih memakan ikan dan menyantap habis kepala ikan.



Namun di keluarga kecil saya, hanya pak suami yang ragu dan menjadi pemilih, ketika disodori ikan. Pak suami pernah merasakan duri ikan yang menyangkut di lidah atas bagian dalam. Ia merasa tersiksa dan sulit untuk makan. Dengan bantuan kamera kecil yang digunakan bu dokter, akhirnya duri ikan tersebut ditemukan dan berhasil dibuang.


Tetapi ketika pak suami saya sodori ikan bakar ala HUK Family Resto, tanpa ragu ia menghabiskannya. Rupanya melihat kedua anak-anak makan dengan lahap dan memuji betapa enaknya ikan bakar ala HUK Family Resto, pak suami penasaran dan nekad mencobanya. Dan tak bersisa hingga duri terakhir karena ikan bakarnya yang enak bangettttttt……

Yummy.....bumbu di ikannya meresap hingga ke tulang


Ngomong-ngomong soal HUK Family Resto, akhirnya saya jadi juga berkesempatan mencoba aneka menu family resto ini. Restaurant yang bertempat di jalan Parpostel No. 6, Jatiasih ini merupakan cabang dari HUK Family Resto Cempaka Putih. 


Begitu memasuki halaman parkir HUK Family Resto, nampak aneka payung bergelatungan. Berbeda dengan resto lain, begitu memasuki area resto, suasana home dan cozy menyapa. Terdiri dari dua lantai, resto ini dilengkapi dengan area non smoking, musholla, toilet, dan wifi. Tentu saja gak ketinggalan berbagai sudut kece yang instagramable, dan bikin  semangat jepret sana sini.



Serasa di rumah sendiri....

HUK Family Resto dibangun karena kesukaan Bapak Bangkit Kuncoro dan Ibu Siti Zulfa makan bersama keluarga dan senang icip – icip menu ketika wisata kuliner, baik kuliner Indonesia maupun mancanegara. Untuk itu Bapak Bangkit dan Ibu Zulfa berupaya memadukan aneka kuliner asli Indonesia, eastern dan western.  Konsep HUK Family Resto merupakan restaurant keluarga, jadi jangan heran jika menu yang disajikan sudah disesuaikan sebisa mungkin dengan anggota keluarga yang hadir.


Mengapa diberi nama HUK? Karena resto awal yang  berlokasi di Cempaka Putih berada di pojokan  jalan (huk), jadi untuk memudahkan, maka resto ini diberi nama HUK Family Resto.  Ibu Zulfa dan Bapak Bangkit sudah 5 tahun mengelola restaurant. Selain HUK Family Resto, ada juga Bebek Bentu yang menghadirkan Bebek sebagai menu utama.



Kalau teman-teman, apa sih yang jadi pertimbangan memilih restaurant sebagai tempat makan keluarga? Selain pilihan menu, harga yang kompetitif, fasilitas seperti musholla juga menjadi nilai plus. Apalagi jika lokasi resto yang ada dikelilingi oleh spot foto yang cantik. Oiya khusus untuk desain restaurant ini, Pak Bangkit bilang kalau awalnya ibu Zulfa mendekor restaurant ini dengan bebungaan.  Namun seiring berjalannya waktu, zaman now kalau ke restaurant juga wajib foto – foto dan upload ke social media, ibu Zulfa pun mengubah sebagian interior yang ada, menyesuaikannya dan menghadirkan aneka spot foto yang kece.

Serasa lagi mejeng di Eropa

HUK Family Resto juga siap menerima kehadiran teman – teman jika ingin mengadakan arisan, acara reuni atau komunitas, lamaran, foto prewed bahkan resepsi pernikahan. Untuk kapasitas, jika standing party mampu menerima hingga 500 orang. Sedangkan jika  full table, bisa menerima hingga 350 orang tamu. Tuh yang berencana menikah, mengadakan arisan, reuni  ataupun lamaran? HUK Family Resto siap menerima kedatangan kamu…


Foto2 dulu yuuk....
Begitu tiba di lokasi, saya sempat bertanya-tanya, kok Bapak Bangkit dan Ibu Zulfa bisa memilih lokasi ini? Ternyata memilih tempat ini atas anjuran seorang teman yang mengatakan bahwa daerah Jatiasih mulai berkembang, dan dianggap tempat ini cocok. Lagian pak Bangkit juga bilang kalau ingin menghadapi competitor selain bertahan di harga, resto juga kudu menampilkan sesuatu yang berbeda, menu yang variatif, desain restaurant yang beda, dan lokasi yang restaurant yang tidak pindah-pindah, agar pelanggan gak kabur.



Dari tadi  bahas lokasi dan desain, lalu bagaimana dengan menunya? Yuk ah kita bedah……

Indonesian Food :
  • Sop Buntut Lada Hitam, Gurame Bakar HUK, Gurame Hantu Petir, Udang Bakar HUK, Ayam Bakar HUK, Gurame Goreng Terbang HUK, Cap Cay Kuah Ayam, Nasi Goreng Kencur Ayam, Nasi Goreng Seafood, Tomyam, Nasi Goreng Mawut, Brokoli Cah Sapi, Sapo tahu dan lainnya.
Brokoli Cah Sapi

Menu favorit HUK, Udang HUK yang ada disemua resto HUK

Bebek cabe ijo
Pizza /Pasta :
  • Spaghetti Bolognaise, Spaghetti Kecombrang (Pollo Fungi), Pizza Cheese, Pizza Spesial, Tuna Salada, Macaroni Schotel dan lainnya.

Spaghetti Bolognaise



Steak :
  • Beef Stroganoff, Gordon Bleu, Chicken Roll, Chick & Cheese, Beef Steak Crunchy, dan lain-lain.
Beef Stroganoff

Chicken Gordon Blue

Sushi Corner :
  • Dragon Roll, Crunchy Unagi, Kappa Maki, HUK Family Roll, Ebi Roll, Volcano Sushi dan lainnya.
Crunchy Unagi


Aneka Snack & Bakery :
  • Roti Maryam Chocolate Keju, Otak – otak, French fries, dll

Lucu dan manis kaya saya #eh

Minuman :
  • Aneka juice, special blended, hot & cold beverages.

Menu Favorit di HUK Family Resto

Oke, saatnya icip-icip menu yang ada. Yang pertama saya coba adalah Sop Buntut Lada Hitam. Disajikan lengkap dengan nasi, buntutnya empuk di lidah, tidak susah dipotong dan bumbunya terasa sekali. Begitu pun dengan pizza special, ketebalan dough yang pas disertai dengan saus special ala HUK yang enak. Kedua pizza yang disajikan, semuanya enak dan cocok di lidah.

Sop Buntut Lada HItam yang empuk dan enak
Pizza spesial dan pizza cheese




Selanjutnya ada spaghetti kecombrang, mix culinary barat dan timur, menghadirkan sensasi pedas dan gurih di mulut. Ternyata spaghetti gak harus disajikan dengan saus Bolognese ataupun keju, menggunakan kecombrang pun bisa, juarak rasanya.

Spaghetti kecombrang


 Saya sempat mencicipi aneka bakery (roti belah coklat dan keju), roll pandan, sushi dragon roll, nasi goreng kencur, lemon lime grass, dan jus mangga yang manis dan mengenyangkan. Kesemua menu yang ada, bumbunya pas dan enak di lidah saya. Penggunaan bumbu penyedap tak berlebihan, terasa seimbang di semua rasa.


Tapi yang paling juaranya adalah Gurame Bakar HUK yang saya bungkus untuk dibawa pulang ke rumah. Fadly Fara langsung mengambil piring berisi nasi untuk mencobanya. Pak suami yang awalnya ragu, takut tertelan duri, malah penasaran dan ikutan mencoba. Dan fix, Gurame Bakar ala HUK adalah menu favorit keluarga kami.

Tunggu ya, kalau balik lagi ke HUK, saya pasti cobain kamu


Harapan saya, ke depannya HUK Family Resto kembali menghadirkan menu-menu yang kreatif dan inovatif. Mampu mengemas menu barat dan timur dan menyesuaikannya dengan lidah Indonesia. Siapa tahu ke depannya HUK Family Resto menyajikan burger dengan bumbu rendang atau dengan topping sate.


Harga yang ada kompetitif, terjangkau di kantong. Mulai dari 18ribuan untuk makanan dan camilan, serta 5ribuan untuk minuman.  Soal rasa, gak kaleng-kaleng, semuanya juarak. Jam operasional Senin - Minggu, Pukul 10.00 - 22.00 WIB.



Jadi, kapan kita makan bersama di HUK Family Resto?














30 September 2019

Rencana Liburan Akhir Tahun Bersama Keluarga Besar










Di bulan Desember nanti, pak suami dan dua kakak ipar berulang tahun. Kali ini keluarga besar pak suami, keluarga Soehardijat, berencana untuk merayakannya dengan berlibur bersama ke Cirebon. Serta mengingat beberapa bulan belakangan ini mamah mertua sempat sakit-sakitan. Beliau sempat berniat jika sembuh nanti ingin liburan bersama anak – mantu – cucu. Jadi lah akhir tahun nanti, kami menetapkan Cirebon menjadi lokasi tujuan liburan kelaurga besar kami.


Setahun yang lalu kami pun sudah merencanakan jauh – jauh hari berlibur ke luar Jakarta. Sayangnya di tanggal yang sudah kami sepakati, salah satu kerabat melangsungkan pernikahan. Jadi deh liburan kami gatot, alias gagal total. Dan insyaAllah tahun ini akan terlaksana.


Cirebon menjadi pilihan karena jarak tempuhnya yang tak terlalu jauh dari Jakarta. Selain itu, beberapa kali ke Cirebon tidak semacet Bandung namun memiliki tempat bersejarah dan kuliner  yang cocok di lidah. Dan satu lagi, belanja batik di Trusmi itu murah meriah dan serba lengkap. Hihihi jadi tahu donk, liburan ke Cirebon ini ide siapa?



Karena pergi dengan  orang banyak, butuh persiapan yang detail dan terencana. Insya Allah ada 19 orang di mana 4 anak berusia dibawah 12 tahun, 1 lansia dan selebihnya usia 13 – 59 tahun.  Selama 3 hari 2 malam, kami akan menghabiskan waktu bersama, sehingga  kesemuanya mesti merasa aman, nyaman dan menyenangkan. Terlebih berlibur bersama anak – anak dan lansia, kenyamanan  mereka merupakan factor yang terpenting. Ya  kan kalau kecapean malah gak bisa liburan donk jadinya….


Apa saja yang mesti dipersiapkan untuk liburan kali ini?
Lokasi Tujuan Wisata :
  • Keraton Kasepuhan, Keraton ini merupakan tempat wisata yang wajib dikunjungi. Dibangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mohammad Arifin yang merupakan cicit Sunan Gunung Jati. Sejak awal diberi nama Keraton Pakungwati, namun diubah saat pembagian wilayah  keraton pada masa Sultan Sepuh Mohammad Syamsudin Mertawijaya.Yang saya ingat dari Keraton ini adalah museum benda bersejarah dan air di salah satu sumur yang diklaim membuat awet muda jika meminumnya. Lokasi ini merupakan permintaan khusus mamah mertua. Doakan semoga beliau kuat menjelajahi Keraton ini ya…
Add caption
 
 
Di depan Kaputren Kaeraton Kasepuhan
 
 
  • Mesjid Agung Sang Cipta Rasa, Masjid ini berada di kompleks Keraton Kasepuhan dan merupakan mesjid tertua di Cirebon.  Mesjid ini memiliki ciri khas yang tidak memiliki kemuncak seperti mesjid di Pulau Jawa pada umumnya. Mamah mertua sudah mengingatkan saya untuk bersama sholat berjamaah di mesjid ini. 
2017, di depan pintu Mesjid Agung  Sang Cipta Rasa
 
 
 
  • Taman Sari Gua Suryaragi, sejujurnya saya belum pernah ke sini. Dan penasaran seperti apa area taman dan pagelaran kesenian yang ada setiap tahunnya.  Katanya  nih, Taman ini memiliki wahana balon udara yang dapat disewakan. Tuh kan….jadi penasaran
  • Sentra Batik Trusmi, lokasi ini sebelumnya adalah perumahan penduduk pengrajin batik. Seiring berjalannya waktu, tempat ini menjadi destinasi wisata dan belanja, sehingga diberi nama Sentra Batik Trusmi. Di sini juga menawarkan aneka kursus singkat untuk melukis topeng/ayam, dan belajar membatik saputangan sederhana.Ke Cirebon gak seru jika tidak mampir ke sini.
  • Nasi Jamblang Bu Nur, kalau yang ini permintaan Fadly yang diamini kakak ipar. Berkonsep prasmanan, tempat ini menawarkan cumi saus hitamnya yang legendaries.
  • Empal Gentong H. Apud, makan di sini baik siang maupun malam selalu full meja. Tapi beberapa kali ke Cirebon, tempat ini selalu jadi persinggahan kami. Dan rasanya selalu juarak
  • Tahu Gejrot Pak Wardi/Kanoman, gak afdol rasanya kalau gak makan khas tempat tersebut di desanya.

Sedangkan untuk penginapan dan kendaraan, pilihan kami jatuh kepada hotel Asri dan sewa bus.


Sewa Bus di TRAC
Mengingat bepergian dengan  keluarga besar,  kami sepakat untuk menggunakan bus saja, agar tidak berpencar-pencar di jalan. Bus pilihan kami jatuh pada TRAC Bus, di mana TRAC Bus menawarkan beragam variasi tipe bus mulai dari small bus, medium, big hingga luxury dengan pilihan jumlah kursi mulai dari 11 seat hingga 59 seats.

Semua armada TRAC Bus dilengkapi dengan AC, LCD TV, DVD Player, Sound system, soket listrik, dan yang terpenting, wifi di sebagian unit bus. Hari gini, jalan-jalan gak upload social media gak afdol donk… Dan untuk TRAC Bus juga menyediakan beragam paket wisata ke berbagai tempat di Pulau Jawa.



siap balik lagi ke Cirebon

InsyaAllah semua persiapan sudah kami lakukan, tinggal menunggu eksekusinya saja di akhir Desember nanti. Doakan lancar jaya ya….




23 September 2019

Weekend Seru Di Dunia Kartun Wahana Baru Dufan












Sudah lama rasanya tidak berekreasi bersama duoF dan pak suami. Jadi begitu tawaran mengunjungi salah satu tempat wisata paling cihuy se Jakarta, kami pun gak menyia-yiakannya, lansung saja setuju dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk hari itu.



Sabtu pagi, kami sekeluarga bergegas mandi dan bersiap menuju halte transjakarta  terdekat dari rumah. Yeaay pagi itu kami menuju ke Ancol untuk menjajal salah satu wahana baru Dufan, Dunia Kartun.  Karena masih pagi, perjalanan pun bebas macet, sehingga kami tiba di gerbang  halte Transjakarta Ancol tepat pukul 8.15 Wib.



Terakhir kali kami berempat ke Dufan di tahun lalu, namun Dufan kini banyak perubahan. Kalau dulu pintu gerbang utama Dufan kecil dan sempit, di mana pintu keluar dan pintu masuk dipisah, hari ini saya mendapati Dufan di 2019 dengan pintu utama yang besar dan megah sehingga memudahkan antrian. Dan gak hanya itu, Dufan pun menawarakan beberapa keseruan barunya, antara lain Dunia Kartun, Magical Unicorns  dan Haunted Coaster.


Setelah mengurus tiket, kami pun segera antri menuju wahana pertama.  Begitu memasuki gerbang baru Dufan, tampak Ontang Anting berdiri dengan megahnya, dan di sebelah kanan saya, pintu gerbang Dunia Kartun siap menyambut pengunjung.  Oke kami pun dipandu staff Dufan berkeliling Dunia Kartun.


Dunia Kartun, Wahana Baru yang Seru untuk Anak


Memasuki gerbang Dunia Kartun, mata saya pun dimanjakan dengan interior ala anak-anak yang lucu, manja dan imut, warna warni seperti lollipop. Berdiri seluas 3 hektar, Dunia Kartun memiliki tujuh wahana baru di dalamnya. Gak hanya itu, Dunia Kartun juga menyediakan toilet, musholla, food court dan aneka  spot kece untuk pepotoan dan tempat untuk men-charging baterei ponsel.  Zaman now, ke tempat wisata kan kudu update di social media.


toilet dan musholla yang cantik


Di sini, anak-anak dapat ikut serta naik wahana dengan tinggi badan minimal 100cm. Padahal banyak wahana Dufan lainnya yang mensyaratkan usia anak minimal 125cm. Berarti di Dunia Kartun, Fadly dan Fara bebas mau main apa aja. Etapi tunggu dulu, ternyata di Dunia Kartun, ada satu wahana yang dikhususkan bagi orang dewasa dan remaja. Yuk kita intip ada apa saja di Dunia Kartun.

  • New Ontang – Anting
Berada di depan pintu masuk pengecekan tiket, wahana ini sekilas mirip dengan Ontang Anting sebelumnya. Memiliki kapasitas kursi  56 buah, di New Ontang Anting ini terdapat kursi yang bisa diduduki untuk berdua, selain kursi single. Jadi buat bapak/ibu yag mau nemenin anaknya naik New Ontang Anting, mulai sekarang bisa banget.  Yang bawa pasangan, adik/kakak/teman dan sahabat juga bisa ikutan duduk di kursi couple eh double ini. Yah yang jomblo harap minggir dulu ya…..

http:/www.duniakartun.com



  • Turbo Drop
Sebuah wahana yang memiliki kemiripan dengan Hysteria, namun diperuntukan untuk anak-anak dengan tinggi minimal 100cm dan berat badan tidak lebih dari 75kg. Dengan sensasi dilempar ke ketinggian 8m  dengan kecepatan tinggi, ternyata buat duoF malah seru dan bikin nagih. Alhasil mereka naik gak cukup sekali. Buat kamu yang rada langsing, bisa kok ikutan naik selama berat badan aman dan stabil yaaa…..

Muka senang naik Turbo Drop




  •  Paralayang
Wahana ini rada mirip dengan ayunan yang bisa diputer 360 derajat. Fadly dan Fara antri lebih dari sekali di tempat ini. Gak serem mereka bilang, malah nagih.

·  

  •  Karavel
Saya beberapa kali salah membaca nama wahana ini, selalu saja menyebutnya Kavaleri hahaha padahal seharusnya Karavel atau galleon race. Berwujud perahu yang akan berjalan maju dan mundur mengelilingi area yang ditentukan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Untuk yang gak tahan pusing, lebih baik gak naik wahana ini sendirian, pusing. Tapi hal ini gak berlaku buat duo bocah kesayangan saya, mereka tetap antusias naik, malahan naik lebih dari dua kali. Emaknya yang lihat sampe pusing.


  • Kolibri
Siapa yang tak kenal Gajak Bleduk, salah satu wahana  Dufan yang gak pernah sepi dari pengunjung karena keseruannya? Nah Kolibri ini mirip seperti Gajak Bleduk, berputar 360 derajat naik turun mengelilingi area yang ditentukan. Sensasinya gak beda jauh dengan Gajah Bleduk dan memiliki kapasitas 28 seat yang aman bagi anak .


  • Zig Zag
Wahana yang satu ini menyediakan arena balap mobil bertenaga listrik  yang bisa diikuti segala usia, alias bumper car. Di sini, kalau nyetir mobilnya gak nabrak, gak asik rasanya. Makin nabrak-nabrak dengan teman lainnya malah makin seru.




  • Bolang Baling
Wahana ini diperuntukkan khusus bagi dewasa. Di ketinggian 30m yang siap mengayunkan kita ke kanan kiri dan putaran 360 derajat. Dengan kapasitas 30 seat sekali bermain, wahana ini langsung sukses jadi rebutan alias ngantri panjang. Ngeliatnya aja bikin gemeter, diminta naik, saya kibarkan bendera putih deh.

Berai coba?



Ke tujuh wahana tadi sudah bisa dinikmati public sejak 5 Juni 2019. Namun kejutan serunya gak hanya itu. Di minggu pertama Oktober dan November nanti akan ada keseruan berikutnya, yaitu Magical  Unicorns show dan di November nanti akan ada Haunted Coaster, dengan tiga coasternya yang bisa naik – turun setingga 14 m.


Disampaikan ibu Ticha Hestiningrum Desanti, Vice President Brand Promotion abd Activation, Haunted Coaster nanti akan menawarakan sensasi baru, seru, menegangkan dan dijamin lebih seru dari The Mummy Singapore. Selain ketiga coaster yang akan berjalan bersamaan, coaster ini juga berada di dalam indoor dengan para werewolves yang siap menanti. Dengerin penjelasannya bu Ticha aja bikin penasaran, gak sabar nunggu Haunted Coaster diresmikan.




Menurut bapak Reynon Vigor Adi Sukma, Vice President Dufan, kehadiran Haunted Coaster nanti adalah sesuatu yang wajib ditunggu. Untuk itu sebelum 30 September 2019, beliau mengingatkan bahwa Dufan memberikan penawaran menarik untuk pembuatan annual pass dengan biaya 299K , kamu sudah bisa menjelajah Dufan gratis selama setahun.  Tiap minggu ke Dufan gak ada yang larang donk.


Setelah menikmati  Dunia Kartun, gak afdol rasanya kalau gak menikmati Arum Jerang, Alap-alap, Niagara-gara, dan Turangga-rangga yang fenomenal . Kali ini kami gak antri di Kora-kora dan Bianglala yang antriannya gak pernah sepi dan selalu mengular.  Tapi tetap saja ada banyak cerita dari Dufan, Dunia Keajaiban dan Kegembiraan Keluarga. Yuk ke Dufan!




© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall