18 April 2018

Menikmati Keindahan, Sejarah, Budaya dan Kuliner Yogyakarta di #MandiriJogjaMarathon2018



Hari minggu diisi dengan olahraga, sudah biasa donk. Tapi kalau hari minggu, diisi dengan event lari yang latar belakangnya  sawah, candi, diiringi dengan kesenian daerah dan ditemani oleh kuliner khas daerah tersebut, nah ini baru beda dari yang lain. 



Minggu 15 April 2018 kemarin, Bank Mandiri bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, juga didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Kepolisian Daerah Yogyakarta, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, turut mendukung kelancaran acara Mandiri Jogja Marathon 2018. 


Event ini merupakan kali keduanya diadakan di tempat yang sama,  Kawasan Pelataran Candi Prambanan. Tahun ini Mandiri Jogja Marathon diikuti oleh 8.000 peserta, yang sebagian besar berasal dari Jabodetabek, kota- kota lain di Indonesia, dan dari beberapa negara seperti Malaysia, Jepang, Kenya, Brunei Darussalam, Irlandia, India, China, Brazil,  Singapore, Filipina dan Australia.


Pagi itu, pukul 3.30 WIB, saya dan teman- teman blogger menuju lokasi menggunakan bus media yang sudah disediakan panitia.  Jalanan yang sepi, membuat bus yang kami tumpangi melaju dengan cukup kencang. Begitu tiba di Kawasan Pelataran Candi Prambanan, euforia sebuah event lari mulai terasa.


Peserta Mandiri Jogja Marathon pun mulai berdatangan, mengingat start untuk kategori Full Marathon akan dilakukan tepat pukul 4.45 WIB. Sebagian peserta lainnya berjalan - jalan di sekitar panggung utama, atau berfoto dengan latar belakang Candi Prambanan di waktu pagi. Terdengar dari pengeras suara, yang meminta peserta full marathon untuk segera menuju garis finish. Saya bersama seorang teman pun segera menuju lokasi yang dimaksud.



mandiri jogja marathon
Are you ready, guys...?



Di garis start, sekitar  2.000 orang sudah siap berlari untuk mengikuti full marathon. Untuk kategori ini, flags off dilakukan oleh Bapak Kartika Wirjoatmojo, atau yang akrab disapa pak Tiko, Direktur Bank Mandiri, didampingi beserta jajaran manajement bank Mandiri. Suara terompet memberi tanda bahwa bendera start mulai diangkat, dan pelari bergegas meninggalkan garis start. Rute untuk 42K ini melewati beberapa beberapa desa, antara lain Tirtomartani, Kalasan, Purwomartani, Sukoharjo, Widodomartani, Selomartani dan lainnya. Untuk cut off bagi full marathon selama 7 jam.

flags off oleh pak Tiko



Tepat pukul 05.30 WIB, flags off untuk Half Marathon dilakukan oleh ibu Rini Soemarno, Menteri BUMN, dengan 2.000 peserta yang turut serta ambil bagian. Dan bu Rini gak hanya hadir untuk flags off, beliau juga ikutan berlari. "Maunya sih di 10K, bukan sombong loh ya...tapi tahunya cuma dikasi 5K. Pemanasan dulu 3K, alhamdulillah selesai", ujar beliau ketika dikerubungi awak media seusai pemanasan. Tak hanya ibu Rini yang bersemangat lari, pak Tiko dan beberapa management Bank Mandiri pun bersiap untuk ikut ambil bagian dalam event ini.




Setelah semua peserta half marathon meninggalkan garis start, 30 menit berikutnya adalah kategori 10K yang juga diikuti oleh 2.000 peserta. Cut off untuk 10K adalah 2 jam, dengan jarak tempuh melewati 3 desa dan beberapa candi yang berada dalam kompleks Candi Prambanan. Di 10K, flags off dilakukan oleh Bapak Brigjen Polisi Ahmad Dofiri, Kapolda Yogyakarta. Di tahun sebelumnya, pak Dofiri dan ibu ikutan di 5K dan memperoleh podium. Tahun ini ibu Dofiri ikutan di 10K, meninggalkan sang suami.


mandiri jogja marathon
10K yang ikutan juga banyak


Disetiap kategori, ada teman - teman pacer yang ikut serta sebagai patokan waktu dan juga pengingat water station bagi peserta. Toilet portable, ambulance, water station dan pisang tersedia disetiap kilometernya. Penjagaan ketat juga dilakukan oleh satuan pengaman dan beberapa warga setempat untuk menjaga jalur lari tetap steril.


Dan tepat pukul 6.30 WIB, giliran peserta dikategori 5K yang siap untuk berlari. Dengan cut off 1 jam, flags off dilakukan oleh Bapak Ardan, Komisaris Bank Mandiri. Oiya di 5K ini, tidak hanya ibu Rini, pak Tiko dan pak Dofiri yang ikutan berlari, juga ada Lovina, gadis cilik kelas 1 SD asal Cikarang yang ikutan berlari bersama ibunya. Duh, Lovina aja bisa, lah saya kapan ikutannya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ.


mandiri jogja marathon
5K yang banyak peminatnya


mandiri jogja marathon
Lovina si runner cilik

Menurut pak Tiko, Yogya sebagai kota budaya, adanya Mandiri Jogja Marathon 2018 ini diharapkan bisa mengangkat dan mempromosikan kekayaan budayanya hingga ke taraf Internasional. Sehingga hal ini dapat meningkatkan angka kunjungan wisata ke Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia, pada umumnya. Beliau juga berharap agar dapat terus meningkatkan kualitas Mandiri Jogja Marathon agar semakin banyak pelari yang ikut serta dan hadir di Yogyakarta.


5K dari atas podium



Lomba lari internasional ini menempuh rute  yang memperlihatkan keindahan alam dan kekayaan budaya lokal dengan melewati beberapa desa dan tiga tujuan wisata utama di Yogya, yaitu Candi Prambanan, Candi Plaosan dan Monumen Taruna. Penyelenggaraan tahun ini juga melibatkan banyak sekolah, sanggar, komunitas seni dan kelompok - kelompok lainnya untuk aktif pada Mandiri Jogja Marathon.


mandiri jogja marathon
Asik ya, setelah berlari lalu foto2 kece dengan latar candi


mandiri jogja marathon
Pegal setelah berlari? ada salonpas booth yang bantu merilekskan kakimu


Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Rini Soemarno, yang mengatakan bahwa event Mandiri Jogja Marathon ini sebagai sport tourisme, salah satu cara menggaet wisatawan. Hal ini terlihat di sepanjang lomba, banyak peserta yang memanfaatkan pemandangan candi sebagai spot foto, dan merupakan sebuah pemandangan yang mewah dan megah, berlari dengan latar belakang Candi Prambanan.

mandiri jogja marathon
Taufiq yang finish di 5K dan mendapat medali


Untuk memacu pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi bagi Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya, serta mengangkat dan mempromosikan kekayaan budaya dan produk lokal, Mandiri Jogja Marathon menghadirkan banyak kesenian daerah yang turut menemani para pelari. Ada kesenian karawitan di km 12, Badui ,di km 9 dan 26, lalu ada juga para penari Jathilan di km 6, 22 dan 40,  Keroncong di km 34, Gejog Lesung di km 35 dan Barongan di km 38. Tak hanya itu, barisan kuliner tradisional dan kuliner keraton dipersiapkan di sekitar area panggung utama. Ada jaddah tempe, cenil lepis, sate klatak, gudeg mandar dan lainnya. Bank Mandiri sebagai penyelenggara membeli lebih dari 8 ribu pisang lokal asli dari berbagai penjual di wilayah Yogyakarta sebagai camilan para pelari.

mandiri jogja marathon
lari bersama komunitasmu....seruuu


mandiri jogja marathon
Lari bareng pasangan juga gak kalah seru..


Untuk kelancaran transaksi, Bank Mandiri telah menyiapkan jaringan pembayaran non tunai, sebagai upaya memasyarakatkan  cashless society yang telah dicanangkan pemerintah. Pantas saia terlihat di food zone sekitaran panggung utama, beberapa booth Mandiri Fiesta Point untuk pembelian e- money.


mandiri jogja marathon
Belanja menggunakan e-money


mandiri jogja marathon
Ada Transformer di Booth Mandiri Finance

mandiri jogja marathon
Suasana food zone setelah finish, rame!

Dan kategori bergensi, full marathon pada Minggu 15 April 2018 lalu dimenangkan oleh pelari asal Kenya, baik di nomor putera maupun puteri. Di kategori full marathon putera dimenangkan oleh Geoffery Birgen dengan catatan waktu 2: 21:55. Sedangkan dikategori puteri dimenangkan oleh Kigen Sain Alim dengan catatan waktu 2:53:35 Setelah itu seluruh peserta lomba dihibur oleh beberapa band dan aneka kuis di panggung utama.

mandiri jogja marathon
Finisher pertama di full marathon, runner asal Kenya


Usai sudah keseruan hari itu, terima kasih untuk kesempatan mengikuti keseruan Mandiri Jogja Marathon 2018 ini yaa Jadi Mandiri, sampai ketemu di event berikutnya.....















































12 April 2018

Nostalgia di Dufan, Mencoba Wahana Baru bersama Viva.co.id



Dufan



"Bu, kapan kita ke Dufan lagi? Aku udah bisa belum ya naik halilintar?" Suatu sore Fadly menanyakan hal tersebut ke saya. 2015 lalu kami berdua sempat menjelajahi Dufan. Namun banyak wahana favorit yang belum bisa dicoba Fadly, karena tinggi badannya belum mencukupi. Iyes, wahana di Dufan tidak menjadikan usia sebagai patokan, melainkan tinggi badan. Kalau usia matang, namun tinggi badan belum sesuai dengan batas minimal yang distandarkann, ya tetap saja gak bisa ikut main. Begitu juga sebaliknya, usia muda tapi tinggi badan lebih dari 125cm, dipersilakan mencoba wahana yang ada, dengan catatan tidak mempunyai penyakit - penyakit seperti jantung, epilepsi, sesak nafas, atau malah sedang hamil. Big No No deh....


Bagi saya dan pak suami, Dufan punya kenangan tersendiri bagi kami. 2006, saat pacaran, kami pernah menjelajahi Dufan bersama 5 teman komunitas K. Di 2007, 3 hari setelah menikah, teman - teman komunitas K kembali mengajak kami ke Dufan. Kali ini kami ber 12 orang. Lalu di 2010 bersama Fadly dan pak suami, eks kantor saya di FKM UI mengadakan family gathering dan Dufan menjadi lokasi yang terpilih. Sedangkan di 2015, saya, Fadly dan Fara ke Dufan untuk menghadiri pembukaan wahana Hello Kitty. Sayang saat itu banyak wahana yang belum bisa mereka coba. 


Rupanya keinginan Fadly, diwujudkan VIVA.Co.Id yang mengadakan #VIVALOVA, Sabtu 7 April 2018 lalu. VIVA.Co.Id mengajak blogger dan keluarga mereka untuk seseruan bareng menikmati wahana terbaru di Dufan. Mendengar hal ini, saya dan duoF tentu happy, pucuk dicinta ulam tiba. Begitu saya menyampaikan hal ini ke pak suami, beliau pun antusias ingin ikut, gak mau ketinggalan. "Kita kan belum pernah ke Dufan full team, aku ikut ah", ujar pak suami. Hahahaha fansnya Dufan mana mau ketinggalan😜😜😜, yekan..



Sabtu pagi hari yang dinanti-nanti, tanpa banyak kesulitan, saya membangunkan DuoF untuk bersiap mandi. Rupanya mereka berdua sudah tak sabar ingin segera tiba di sana. "Bu, semalam aku mimpi, ditinggal ibu ke Dufan", ujar Fara ketika saya memintanya bergegas mandi. "Aku udah gak sabar mau naik alap-alap nih, bu. Aku udah bisa belum yaaa", kata Fara sambil bergegas ke kamar mandi. Semalam sebelum tidur, saya memang sempat menceritakan mengenai wahana - wahana di Dufan yang bisa Fara coba. Maklum, gadis kecil saya baru berusia 6 tahun, tinggi badannya pun baru sekitar 115cm. Saya gak ingin Fara kecewa karena akan ada wahana yang tidak bisa ia coba.



Usai mandi dan sarapan, kami sekeluarga bergegas pergi. Pagi itu jalanan sepi. Waktu menunjukkan 7.45 WIB ketika ban mobil melaju meninggalkan pekarangan rumah kami. Hanya memakan waktu 30 menit, kami pun tiba di pintu utama Ancol, meeting point tim VIVA dan blogger hari itu. Setelah registrasi awal dan pembagian ID card, kami pun menuju lokasi yang tak jauh dari gerbang utama Ancol. Buat yang belum pernah ke Ancol dan Dufan, masuk gerbang Ancol dikenakan tiket masuk sebesar 25 ribu. Untuk anak - anak yang berusia lebih dari 2 tahun pun sudah dikenakan biaya tiket masuk yang sama. Kendaraan yang digunakan juga dihitung ya, untuk mobil 25 ribu, motor 15 ribu dan bus 45 ribu. Tapi kalau kamu datang di weekend sebelum pukul 7 pagi, harga tiket masuk yang kamu bayarkan cukup 15 ribu/orang😁. Hemat kan....


Setelah semua blogger dan keluarganya hadir dan registrasi di depan loket pendaftaran, kami masuk ke Dufan yeaaayπŸ™†πŸ™†πŸ™†. Oiya, ke Dufan, gak afdol donk kalau gak foto di gerbang Dufan. Semua peserta bergegas ambil ancang - ancang untuk berpose....jepret! Senyum gak boleh ketinggalan.

dufan
Registrasi dulu


Memasuki pintu masuk Dufan, biasanya tangan kanan kita akan distempel eh dicap dengan logo Dufan. Hal ini akan memudahkan apabila kita ingin keluar masuk Dufan. Semua peserta bergegas antri, setelah itu kami langsung menuju Pentas Prestasi, untuk menghadiri press conference VIVA dan Dufan.


dufan
Loket tiket Dufan yang masih sepi



Pentas Prestasi berada di antara wahana Halilintar dan Pontang Panting. Entah saya yang gak ngeh selama ini, saya baru tahu kalau ada Pentas Prestasi yang bisa digunakan untuk berbagai acara indoor di Dufan. Kami disambut tim VIVA, dan mas Adi Maryadi selaku Pemimpin Redaksi VIVA yang memberikan kata sambutan.



Mas Adi bilang, di 2017 VIVA sempat vakum dengan kegiatan bersama bloggers. Untuk 2018 nanti, VIVA bakalan akan lebih sering mengadakan kegiatan bersama dengan bloggernyaπŸ™†πŸ™†πŸ™†πŸ™†.  Untuk kamu yang belum tahu, VIVA.Co.Id merupakan sebuah portal media online yang menghadirkan #1newstainment , memiliki kanal  tersendiri untuk para blogger yang meng-submitkan blognya, agar informasi yang ada dapat disebarkan lebih luas lagi. Oke mas Adi yang penting saat submit blog, aksesnya dipermudah aja #tsurhat.
viva
Mas Adi bilang, 2018 VIVA bakalan sering ajak blogger diberbagai acara


Setelah mas Adi, giliran pak Reynon dari Dufan yang menyambut rombongan kami. Pak Reynon pun menceritakan sejarah Dufan hadir di Indonesia. Dufan diresmikan pada 29 Agustus 1985, sebuah tempat hiburan yang berada di dalam komples Taman Impian Jaya Ancol, dengan luas 18 hektar. Wiih pantes gempor keliling Dufan hahaha ternyata Dufan merupakan taman rekreasi tematik terbesar di Asia Tenggara. Dufan pun kini telah memiliki sisi kenyamanan dan keamanan sesuai standar internasional. Sudah mendapat ISO 9001: 2015  dan KAN (Komite Akreditasi Nasional) donk πŸ‘πŸ‘πŸ‘



Ada 33 wahana yang bisa kita nikmati di Dufan, dengan 19 wahana yang ditujukan khusus untuk anak. Tetapi tetap saja tinggi badan dijadikan syarat mutlak untuk mencoba sebuah wahana, gak boleh ngeyel loh ya. Daripada kenapa - napa,tul gak...

Dufan
Pak Reynon on the stage

Dalam setahun, Dufan diaudit 2 kali, agar pengunjung yang datang dan mencoba wahana yang ada tetap merasa aman. Dufan sendiri terdiri dari beberapa kawasan yang dibuat bertema. Ada tema Eropa, Asia, Amerika dan tentu saja Indonesia. Kesemua tema diwakili oleh maskot Dufan. Hayooo siapa yang tahu maskot/karakter Dufan ada berapa? Dua? Yeyyy...kamu salah. Maskot Dufan ternyata ada 9. Banyak kan... Mereka adalah ;

  • Dufan : Dunia Fantasi
  • Dufi : Dunia Fantasi
  • Kabul :  Katak Gembul
  • Bije : Bison Jenaka
  • Garin : Garuda Indonesia
  • Tanit : Tapir Genit
  • Kombi : Komodo Gembira
  • Cili : Kancil Licik
  • Barus : Babi Rakus

Maskot Dufan adalah Kera Bekantan yang diberi nama Dufan, singkatan dari Dunia Fantasi. Mengapa dipilih kera sebagai maskot, ini mengingatkan bahwa Ancol dulu adalah kawasan kera. Selain itu pemilihan kera bekantan semata - mata untuk mengenalkan jenis satwa langka Indonesia yang kini telah dilindungi. 


Tahun 2014 lalu pak suami pernah mendapatkan Annual Pass dari pak boss di kantor. Sayang waktu itu pak suami lupa menyimpannya hingga expired. Annual Pass Dunia Fantasi adalah tiket Dufan yang cukup dibayar sekali dan bisa digunakan selama setahun. Tuh rugi yaa😒 gak dipergunakan. Buat kamu yang FBD alias Fans Berat Dufan, wajib punya Annual Pass biar bisa bebas main di Dufan setiap waktu. Sekarang sih Annual Pass sudah bisa dibeli online, gak perlu datang ke Dufan lebih dulu. Yang asik selama bulan April, ada diskon kece untuk pembelian Annual Pass. Dari harga asli 600 ribu jadi 299 ribu saja. Wedeeew...iritnya gak nanggung - nanggung. 


Kartu Annual Pass Dufan tidak bisa dipindahtangankan, juga tidak dapat diwakilkan. Selain itu kartu tersebut menggunakan foto dan sidik jari, jadi kalau hilang dan ditemukan orang lain gak akan bisa digunakan ya.. Tapi jangan khawatir, pemegang kartu Annual Pass Dufan bisa datang dan berekreasi setiap hari, baik sabtu minggu maupun hari libur nasional lainnya😍. Bikin kepengen....



Selama saya ke Dufan, gak pernah tuh yang namanya gak antri. Mimpi kali kalau gak antri. Yaiyalah wong Dufan merupakan tempat wisata favorit, jangan ngaku warga Jakarta kalau gak tahu en belum nyobain jejeritan di DufanπŸ˜‚πŸ˜‚. Buat yang ogah antri, Dufan menyediakan Fast Trax, alias tiket jalur khusus tanpa antri di 14 wahana favorit. Jadi kalau rang-orang antri di Halilintar atau Hysteria, pengguna Fast Trax bisa lempeng terus ke dalam gak pake antri dan hemat waktu plus tenaga. Harga tiket  Fast Trax 200 ribu, nantinya setiap pengunjung akan memperoleh gelang merah yang dipasang di pergelangan tangan dan ditunjukkan pada petugas di wahana yang diinginkan. Asik ya...πŸ˜πŸ’ƒ


Di Dufan, setiap minggu sore ada parade Dufan dengan aneka penari, maskot, dan marching band yang seru dan heboh. Pernah satu kali di 2010, saya ke Dufan bersama Fadly (2 tahun saat itu) dan pak suami. Kami ikut serta dalam rombongan kantor saya dulu di FKM UI. Parade Dufan adalah penutup acara kami seharian itu. Fadly yang tadinya ngantuk begitu mendengar suara tabuhan drum yang gegap gempita, langsung segar lagi. Dan sempat meminta naik ke kereta parade yang lewat πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Sayangnya saat kami ber4 kembali ke Dufan full team, pas hari sabtu. Mesti balik ke Dufan satu hari nanti dan harus hari Minggu. 


Harga Tiket Dunia Fantasi Plus Pintu Masuk Taman Impian Jaya Ancol

Publish Rate
Weekdays IDR 225ribu
Weekend IDR 320ribu

Rombongan (Umum atau perusahaan)
Weekdays IDR 205ribu
Weekend IDR 270ribu

Rombongan (pelajar) 
Weekdays IDR 180ribu
Weekend IDR 235ribu


Selain promo Annual Pass, Dufan juga menghadirkan 3 wahana baru; Galactica, Dream Playground dan Pertunjukan Magic House. 


Galactica A Battle for Mars

Wahana Galactica ini menyerupai wahana perang bintang yang sempat ngehitz di era 2000. Memiliki panjang lintasan 225 meter, permainan simulasi tembak menembak dalam perang bintang antar galaksi ini menggunakan pisol laser dan kereta berbentuk UFO. Pengunjung masuk ke dalam sebuah kereta UFO yang berjumlah 16 buah, di mana satu kendaraan dapat berisi 6 orang. Kereta UFO akan berjalan melintasi galaksi, dan setiap pengunjung bisa menembak makhluk - makhluk luar angkasa yang dilintasi. Jangan lupa, akan ada point yang bisa kita dapatkan, dan akan terpampang di papan score yang bisa dilihat di pintu keluar. Buat si pemegang skor tertinggi, skornya akan terus dipajang di layar skor. 




Dream Playground

Wahana baru Dunia Fantasi ini merupakan wahana indoor playground untuk anak - anak terbesar di Indonesia. Luasnya saja 900 meter persegi, jadi wajar ya kalau digadangkan sebagai wahana indoor terbesar. Interiornya yang didesain ramah anak, berwarna warni menarik minat anak - anak untuk mencobanya.


Di wahana ini, anak dengan tinggi badan 145cm ke bawah dipersilakan untuk mencoba trampoline, permainan pasir, kolam bola, berbagai permainan ketangkasan yang mengharuskan anak - anak memanjat dan merosot, dan membagai permainan yang melatih  karakter anak, seperti bermain peran pembeli dan penjual.


Semua permainan yang ada terbuat dari balon plastik dan dikelilingi matras, sehingga aman bagi anak - anak. Walaupun semua aman bagi anak, tetap saja ada hal - hal penting yang harus diperhatikan;
  • Tinggi maksimal  anak 145 cm
  • Anak berusia di bawah tiga tahun harus didampingi orang tua
  • Dilarang bermain menggunakan alas kaki, baik sepatu maupun sendal. Tetapi wajib menggunakan kaos kaki.
  • Lamanya waktu bermain maksimal 1 jam.
  • Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam wahana permainan. 
  • Dilarang menitipkan barang bawaan pada petugas.
  • Bagi ibu hamil atau memiliki penyakit khusu, dilarang mendampingi anak bermain.
  • Dilarang memanjat pembatas dan wajib mengikuti instruksi.

Wahana Dream Playground di Dufan ini beroperasi setiap hari dari pukul 10.00 - 17.00 WIB. Khusus  diakhir pekan beroperasi dari pukul 10.00 - 19.00 WIB. 






Magic House

Sejak 30 Maret hingga 30 April 2018 ini, ada atraksi baru dan seru di Dufan. Magic House merupakan atraksi sulap yang membawa pengunjung ke dunia halusinasi selama 40 menit. 

Lokasi pertunjukan Magic House ini berada di arena pertunjukan Treasureland, berada persis di  sebelah wahana Hysteria.


Pesulap yang hadir antara lain Danny Darko, yang mampu menyedot perhatian pengunjung wahana ini. Bayangkan saja arena Treasureland dengan kapasitas 1200 penonton full terisi. Wahana ini hanya hadir 1 kali pertunjukan, dan pada sabtu itu dimulai pukul 13.30 WIB.


Magic house Dufan

Lebih lanjut pak Reynon menjelaskan, Dufan saat ini juga memiliki drinking water (Tap Water) yang airnya dapat langsung diminum, seperti di film-film, gak perlu takut sakit perut. Cuaca panas di Dufan, gak takut dehidrasi. Kran air ini tersedia diberbagai tempat, jadi gak perlu rebutan dan takut kehabisan. Masalah haus teratasi, bagaimana kalau perut kerucukan memanggil? Tenang, di Dufan sekarang banyak resto/warung makan yang menyajikan makanan favorit kita. Ada McD, Yoshinoya, Shillin, Bakso Afung, bahkan Chatime dan Dum Dum juga ada. Makan minum kelar, gimana urusan eksis? Tenang...di Dufan kamu gak bakalan mati gaya kehabisan baterei pada smartphone kamu, di beberapa area disediakan tempat charging alias charging area untuk smartphone kamu. Urusan eksis tetep jalan donk yaa.... Untuk merchandise, kamu bisa membelinya di gerai - gerai yang tersedia di dalam Dufan. Berbagai kaos, topi, asbak, tempat minum, boneka dan lainnya siap menanti dibawa pulang.




Setelah mendengar penjelasan pak Reynon mengenai wahana baru di Dufan, promo apa saja yang bisa didapatkan, beliau juga menjelaskan mengenai Fantasy Light dan Fantastique yang hadir mewakili kawasan Africa, yang dapat dinikmati ketika malam hari. Pak Reynon bilang di libur lebaran nanti akan ada wahana baru, Dragon Ball  Show. Cocok nih untuk Fadly si penggemar  Dragon Ball. Sesudah itu seluruh peserta beserta tim VIVA dan pak Reynon berfoto bersama, dilanjutkan dengan pembagian merchandise dan makan siang. Fadly pun segera menggamit saya sambil berbisik bahwa perutnya minta diisi terlebih dahulu, sebelum menjelajahi wahana - wahana yang ada. 


viva dan dufan
Foto bareng dengan Tim Viva dan pak Reynon dari Dufan

😎


Menjelajahi Dunia Fantasi Bersama Suku Perut Buncit πŸ˜‚πŸ˜œ


Setelah perut kenyang, kami berempat bergegas menuju wahana Galactica, wahana terbaru dari Dunia Fantasi. Rupanya selama di Pentas Prestasi, Fadly menyimak apa yang disampaikan pak Reynon mengenai wahana ini, sehingga ia tak sabar ingin mencobanya. Begitu kami tiba di sana, antri donk ya. Karena hati senang, dan ini pengalaman perdana kami lengkap ber4 menjelajah Dufan, jadi antri pun tak jadi masalah. 


Setibanya giliran kami masuk ke dalam, wahana Galactica ini cukup gelap dengan sinar remang temaram, persis di luar angkasa. Fara awalnya sempat ketakutan melihat boneka yang menyerupai aliens dan para pemain Star Wars berjejeran. Tibalah kendaraan kami datang, wuss....kereta menyerupai UFO ini bergerak perlahan dan siap menembak musuh yang terlihat. Daaan pemegang skor tertinggi tentu saja pak suami, huh sebel ...padahal saat perolehan nilai saya sempat memimpin loh😏😲.

Galactica Dufan
Fadly yang sudah tak sabar mencoba Galactica

Selesai mencoba wahana Galactica yang adem tapi kurang lama 😁😁 kami bergegas menuju wahana burung tempur di Kawasan Hikayat. Di sini kami berpisah, saya dan Fara naik burung tempur, Fadly dan pak suami menuju Kawasan Yunani, ingin mencoba naik Halilintar. Iya, ini perdana kalinya juga Fadly mencoba beberapa wahana favorit di Dufan, karena tinggi badannya sudah sesuai dengan syarat yang ditetapkan. Sayangnya untuk Fara, ada beberapa wahana yang belum bisa dinikmati. Untuk menghemat waktu, kamipun berpisah.


Burung tempur sudah, Fara lanjut mencoba Baku Toki, kiddies bumper car di Kawasan Asia. Di sini berbeda dengan wahana Ubanga-Banga, bumper car di Kawasan Kalila. Baku Toki hanya dapat dinaiki anak yang tinggi badannya di bawah 145 cm. Fara bisa, tapi Fadly gak bisaπŸ˜‚.  Dari Baku Toki, Fara meminta saya menuju Poci - Poci di Kawasan Amerika. Rupanya Fara ingin mencoba karena mendengar cerita saya bahwa Fadly di usia 2 tahun kala itu, senang mencoba Poci - Poci. Saya dan pak suami sempat merasa pusing, Fadly malah tertawa senang.



Usai naik Poci - Poci, saya mengajak Fara untuk masuk ke Istana Boneka yang berada di Kawasan Indonesia. Di luar dugaan, Fara menolak. Menurutnya itu kurang seru, hanya melihat boneka yang diam dan melambaikan tangan. Fara mengajak saya mencoba Alap-Alap yang berada di Kawasan yang sama dengan Istana Boneka. Duh nih anak beneran mau naik Alap-Alap, berulang kali saya menyakinkan Fara atas pilihannya.


"Kata Abang, Alap-Alap seru, bu. Aku gak takut kok. Gak bakalan minta turun deh...", ujar Fara ketika saya berulang kali menyangsikan keinginannya. Seingat saya, Fadly perdana naik Alap-Alap sempat meminta turun ketika wahana belum selesai, karena takut. 


Ternyata tebakan saya keliru, walaupun jejeritan dan sempat memeluk saya, Fara gak takut, gak minta turun dan terlihat senang sesudahnya. Untuk mengapresiasikan keberaniannya, saya bergegas mencetak foto kami berdua di booth foto terdekat. 


Alap alap Dufan
Saya dan Fara


Hal yang sama rupanya dilakukan pak suami tanpa janjian. Melihat Fadly yang berani naik Halilintar dan Kora - Kora, beliau mencetak foto untuk kenang-kenangan Fadly. Saat kami bertemu kembali di wahana Gajah Bleduk, di Kawasan Asia,  pak suami memperlihatkan foto ia dan Fadly yang sangat ekspresif di dalam Kora - Kora. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ‘πŸ‘πŸ‘Hebatlah anak bapak ibu😘😘😘.


kora kora Dufan
Fadly dan pak suami baris ketiga kiri dari belakang :D

Halilintar Dufan
Fadly dan pak suami, kedua dari depan

Saya dan Fara lanjut antri di wahana Gajah Bleduk yang ramai bukan main, sementara Fadly dan bapaknya beristirahat setelah naik Pontang - Pontang, Ombang - Ombang di Kawasan Yunani dan Burung Tempur. Setelah selesai naik Gajah Bleduk, giliran wahana Ice Age di Kawasan Kids Fantasy menjadi tujuan kami berikutnya. Di sini karena hari beranjak sore, kami memutuskan kembali jalan bersama. 





Antrian di Ice Age mengular sejak dibuka. Wahana ini termasuk wahana favorit lainnya yang berada di Dufan. Ice Age berada satu lokasi dengan wahana Hello Kitty, Kontiki, Dream Playground  dan Colour of Kingdom yang sama - sama berada di Kawasan Kids Fantasy. Karena antrian yang cukup lama, Fara sempat duduk tertidur di lantai. Huhu kasian anak ibu😝 . Tetapi begitu antrian bergerak maju, Fara langsung ceria dan semangat kembali memasuki wahana ini. Ini pertama kalinya kami mencoba wahana Ice Age. Jalan masuk yang berliku - liku membuat kami bertanya - tanya, seperti apa sih permainan yang akan kami hadapi di dalamnya. Tibalah saat kami mendapat giliran menaiki sebuah perahu. Dalam benak saya, ooh...kaya di Istana Boneka, hanya melihat boneka Sid dan teman - temannya di petualangan es.



Ice Age Dufan
Sesaat sebelum Sid bilang"Hati -hati di depan ada gunung berapi..."

Ooo...dugaan saya SALAH. Perahu yang membawa kami gak hanya berjalan dalam aliran sungai yang lurus, setelah melewati 1 kali turunan dan kecipratan air, kami ber 4 yang duduk di depan tertawa senang...yeaayπŸ’ƒπŸ’ƒ main air juga. Tunggu, itu belum seberapa. Begitu Sid bilang, "hati - hati di depan ada gunung api", saya otomatis melihat ke depan, dan mendapati terowongan yang gelap gulita. HadeuhπŸ˜– saya kan takut gelap, otomatis saya merapat ke Fadly yang duduk di sebelah saya. Rupanya tidak hanya gelap gulita, perahu yang kami naiki tiba - tiba turun dengan sangat cepat, daaan.......naik cukup tinggi. Huaaaa....kami kaget dan berteriak, terlebih air di sekeliling perahu menciprati kami cukup basah. Fadly sempat memeluk saya, dan ternyata Fara pun sama, otomatis kaget dan memeluk Fadly di sebelahnya. Sesudahnya kami semua tertawa terbahak - bahak, melewati terowongan gunung berapi yang gelap gulita dan naik turun, bikin kaget bin jantungan. Saya lihat Fara dan Fadly saling menertawakan satu dengan lainnya. Mereka mengatakan sempat kaget karena perahu jalannya menurun dan menanjak tiba - tiba dalam gelap, namun mereka tidak kapok dan ingin mencoba kembali. Sayang antrian di luar tak bersahabat, membuat kami mengurungkan niat antri kembali. Iya, masih banyak wahana lain yang belum kami coba.

Ice Age Dufan
Muka - muka hepi kebasahan

Puas tertawa dan baju plus celana sedikit basah, Fadly meminta kami naik burung tempur lagi. Hahaha hari itu kami ber4 naik burung tempur masing - masing 2 kali. Mungkin karena antriannya gak pakai lama, dan berada di dalam burung tempur saat sore hari ternyata enak, adem dan menyenangkan. Di sebelah burung, nampak wahana Rajawali, the Flying Condor yang masih sama-sama berada di Kawasan Hikayat. Sayang tinggi badan Fara belum cukup untuk menikmati wahana tersebut.


Burung Tempur Dufan
Fara happy bareng bapak



burung tempur dufan

Apalah artinya ke Dufan, kalau belum menaiki wahana Bianglala yang berada di Kawasan Asia. Antrian yang lama dan mengular tidak menyurutkan langkah kami. Wahana ini tidak akan beroperasi jika gerimis. Benar saja, tak berapa lama kami naik, gerimis datang menghampiri. Wahana Bianglala pun menyudahi atraksinya hari itu.


Hujan yang turun ternyata tak membuat kami menepi. Dengan jas hujan dan payung yang sudah kami persiapkan dari rumah, kami pun menjelajahi arena Dunia Fantasi yang mulai menyepi. "Bu, katanya mau naik Niagara, jadi gak?", tanya Fadly. Semalam sebelum pergi, saya sempat menunjukkan video wahana  Niagara kepada DuoF dan mereka mengaminkan keinginan saya untuk mencoba wahana itu bersama. Kami pun bergegas menuju Niagara - Gara, yang berada di Kawasan Amerika. Gerimis yang sempat datang dan bergegas pergi membuat pengunjung Dufan menepi dan beberapa menghilang. Untung bagi kami, wahana Niagara - Gara malam itu sepi, hanya kami saja ber4. Sayang bagi Fara, tinggi badannya belum sesuai dengan syarat minimal tinggi badan, alhasil saya dan Fara tidak bisa mencicipi wahana tersebut. Fadly dan pak suami bergegas masuk menuju perahu yang mengantar mereka menaiki Niagara - Gara.


Ternyata Niagara-Gara bukanlah wahana terakhir kami malam itu. Setelahnya Fara menarik tangan saya, ingin menaiki Turangga-Rangga yang berada di Kawasan Jakarta. Wahana Dufan yang iconic ini masih dipadati dengan pengunjung yang sebagian besar anak - anak, antri masih mengular. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 WIB. Di sebelah  Turangga - Rangga, panggung musik masih terus mengalunkan lagu - lagu top 40. Antripun jadi tak terasa 😜😝.

Turangga Rangga Dufan
Foto ala candid


Malam itu, akhirnya kami pun berfoto bersama ber4. Hahaha nasib gak bawa tongsis, untung ada mbak petugas yang mau memfoto kami. Hasil fotonya buru - buru ditebus pak suami di booth foto. "Gpp, biar foto ini jadi kenangan, kalau kita ber4 sudah pernah menjelajahi Dufan. Biar jadi kenangannya anak-anak", jawab pak suami ketika saya protes kalau kami terus menerus mencuci foto yang ada. Iya sih, foto sendiri dengan foto yang dicetak dengan kertas foto bergambar wahana Dufan pasti berbeda. Biarlah foto ini menjadi kenangan untuk DuoF kelak. 


Turangga Rangga Dufan
Foto dari photobooth Dufan


Begitu deh cerita keseruan kami seharian menjelajah dan mencoba berbagai wahana di Dunia Fantasi. Hingga hari ini, DuoF masih susah move on, masih menertawakan kehebohan kami saat terciprat air di wahana Ice Age. Bahkan Fadly pun sempat membawa foto ia di wahana Halilintar dan Kora-Kora ke sekolah, untuk diperlihatkan kepada teman - temannya. Sesuai taglinenya, Dufan, Dunia  Keajaiban dan Kegembiraan Keluarga, itulah yang kami rasakan hari itu. Terima kasih tim VIVA.Co.Id, Pak Reynon dan Dufan, serta teman - teman blogger untuk keseruannya hari itu. Sampai berjumpa lagi dikeseruan berikutnyaaaa....

Salam!











































© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall