22 June 2021

Yuk Dukung UMKM Mendunia Bersama Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Kilau Digital Permata Flobamora




Jakarta kembali menjadi zona merah. Setelah libur lebaran usai, cluster lebaran dan keluarga lalu jadi ramai. Di sana sini banyak cerita mengenai kawasan yang di-lockdown. Gak hanya Jakarta loh, nyaris seluruh wilayah di Indonesia mengalami kenaikan jumlah kasus yang meninggi. Lalu bagaimana ekonomi bisa berjalan? Bagaimana dengan teman – teman yang memiliki UMKM. Apakah mereka bisa bertahan?


Sejak mengalami PSBB di awal pandemi lalu, Presiden Jokowi mencanangkan Gernas atau Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Gernas pertama kali diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020 sebagai upaya untuk menyelamatkan UMKM agar berhasil bangkit dan mampu melalui masa sulit pandemi Covid-19.

Gerakan ini bertujuan untuk mendorong national branding produk lokal unggulan, dan menciptakan industri baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Gerakan yang merupakan bagian dari program percepatan transformasi digital dan industri kreatif nasional ini juga mendorong para pelaku UMKM untuk masuk ke ekosistem digital. Dengan kata lain UMKM harus go digital.

Zaman now UMKM harus mau untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Agar mampu menjangkau target penjualan yang lebih luas dan lebih jauh lagi, penjualan online adalah salah satu caranya. Pemerintah kemudian tanggap dan mendukung UMKM untuk Go Digital melalui marketplace yang ada.

Untuk mendukung Gernas BBI, di NTT pada tanggal 18 Juni 2021 kemarin, diadakan puncak acara Kilau Digital Permata Flobamora di Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT. Kilau Digital Permata Flobamora adalah tema dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia seri Juni 2021. Flobamora sendiri merupakan kawasan kepulauan di Nusa Tenggara Timur, meliputi Flores, Sumba, Timor, dan Alor.

Program ini merupakan komitmen mengangkat permata ekonomi dan budaya NTT melalui transformasi digital, termasuk di bidang UMKM, pertanian, pariwisata, pendidikan, kesehatan, agar bangkit, berkembang, berjaya di negeri, dan berkilau ke penjuru dunia.

 
Acara puncak Gernas BBI Kilau Digital Permata Flobamora tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk forum tatap muka (offline) dan online melalui aplikasi Zoom dan akun YouTube Ditjen IKP Kominfo, serta disiarkan juga secara live di TVRI, Metro TV, iNews TV, dan radio RRI.

Beberapa tamu yang hadir baik secara offline maupun online antara lain adalah Presiden Joko Widodo, Luhut Binsar Pandjaitan (Menkomarves), Johnny G. Plate (Menkominfo), Perry Warjiyo (Gubernur BI), Tito Karnavian (Mendagri), Basuki Hadimuljono (MenPUPR), Sandiaga Uno (Menparekraf), Erick Thohir (MenBUMN), Teten Masduki (MenkopUKM), Abdul Halim Iskandar (Mendes PDTT), Viktor Laiskodat (Gubernur NTT), Ririek Adriansyah (Dirut Telkom), dan Edistasius Endi (Bupati Manggarai Barat), dan beberapa tamu lainnya dari berbagai instansi, lembaga BUMN dan perusahaan-perusahaan seperti, Link Aja, Tokopedia dan Grab.


Dalam sambutannya Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau agar para pelaku ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat lebih adaptif dan inovatif. Produk yang dihasilkan dinilai perlu sesuai selera dan kebutuhan pasar. Pemasarannya pun harus bisa dilakukan secara daring. Dalam era digital ini, UMKM juga harus memanfaatkan platform digital termasuk media sosial untuk mendukung perkembangan usahanya, serta mempermudah akses pada pembiayaan, distribusi dan pemasaran produknya.



Selain peluncuran aplikasi yang ada, acara juga akan diisi dengan kegiatan Virtual Expo yang menampilkan secara virtual produk-produk UMKM yang telah dikurasi oleh mitra Top Brand seperti Telkom, Bank Indonesia, serta marketplace. Virtual Expo berlangsung selama sebulan dari tanggal 9 Juni - 9 Juli 2021. Ada sekitar 1000 produk unggulan dari 100 UMKM lokal yang ditampilkan dalam Virtual Expo Kilau Digital Permata Flobamora. Virtual Expo membuka kesempatan untuk seluruh masyarakat di Indonesia untuk membeli produk-produk dari para pelaku UMKM di NTT.


Kalau teman – teman ini membeli produk UMKM Lokal di Kilau Digital Permata Flobamora.id, cukup masuk ke websitenya, lalu pilih menu pameran virtual expo, kemudian register. Kamu akan diarahkan pada lobby pameran, kemudian dapat memilih kegiatan dan kategori yang diinginkan. Kamu juga bisa langsung memilih produk yang ingin dibeli, mengisi alamat dan pilih metode pembayaran yang diinginkan. Kemudian kamu akan dihubungkan dengan pemilik UMKM yang produknya ingin kamu beli melalui chat. Simple kan.


           




Tidak hanya itu, saat acara berlangsung diluncurkan juga Aplikasi JP HUB Desa Wisata, aplikasi Pi Kampung dari Bank Indonesia, aplikasi toko online bumdes dan aplikasi GO NTT oleh BPD NTT. Untuk pembayaran diaplikasi yang diluncurkan, dapat menggunakan pembayaran online seperti QRIS BI, Link AJA, OVO dan lainnya. Dan satu lagi, di acara Gernas BBI Kilau Digital Flobamora dilakukan penandatangan nota kesepakatan antara Grab dan pemda NTT. Wah makin mudah dan semakin digital donk yaaa….


Aplikasi JP HUB

Platform digital JP Hub merupakan aplikasi hubungan elemen pariwisata yang ditujukan untuk mengangkat kekayaan alam dan wisata yang ada di tanah air terutama di lima destinasi wisata superprioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupa. Platform digital ini dapat diakses melalui Wonderin co id. JP Hub dihadirkan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di sektor pariwisata. Tujuan kerja sama tersebut untuk mewujudkan digitalisasi industri pariwisata di lima destinasi pariwisata superprioritas tersebut. JP Hub menghadirkan portal pemesanan terintegrasi dari transportasi hingga penginapan. Jadi gak pake ribet deh kalau mau liburan ke lima destinasi pariwisata di atas, mulai dari penginapan, transportasi hingga lokasi wisata mudah dicari. Di sini pelaku usaha tinggal bergabung saja di JP Hub melalui Wonderin co id. Caranya mudah, kunjungi website Wonderin.co.id, daftar, lalu isi inventory dan lalu aktifkan.


PiKampung
 
Aplikasi lainnya yang dilucurkan di acara Kilau Digital Permata Flobamora adalah aplikasi PiKampung. PiKampung adalah aplikasi yang berisi berbagai informasi mengenai perkampungan adat yang berada di NTT yang bertujuan untuk lebih memperkenalkan perkampungan adat NTT. Kunjungi www pikampung com untuk menjelajah kampong adat di NTT. 


Toko Online Bumdes
 
Toko Online Bumdes adalah sebuah website toko online tempat warga desa memasarkan produknya lewat pemanfaatan media marketplace sebagai upaya pemberdayaan potensi ekonomi warga pedesaan baik secara individu maupun pelaku usaha yang mempunyai legalitas usaha. Program Pendampingan, Pelatihan dan Fasilitasi Toko Online untuk Bumdes dan UMKM Desa ini terselenggara berkat kerjasama Kemendesa PDTT dan Kementrian Kominfo, serta didukung oleh BAKTI Kominfo. Untuk ikut bergabung,  masuk ke halaman bumdesmart.id kemudian klik daftar dan selanjutnya isi formulir pendaftaran.

Go NTT

Go NTT merupakan mikro marketplace UMKM NTT, aplikasi layanan belanja dan transportasi online untuk UMKM di Nusa Tenggara Timur. Aplikasi ini merupakan aplikasi managemen lokal yang disupport oleh Pemprov NTT dan Bank NTT dalam rangka pemberdayaan UMKM dan Pangkalan Lokal NTT di era digital. Aplikasi ini bisa diunduh di Google Playstore. Jika ingin bertransaksi pada aplikasi toko online Bumdes dan Go NTT, cukup mudah. Buka aplikasi Go NTT, kemudian pilih produk yang ingin dibeli, klik beli sekarang, lalu masukan detil dan jumlah produk yang diinginkan, masukan detil pemesan, alamat, jenis pengiriman dan lakukan pembayaran melalui QRIS BI.



Semoga dengan adanya Kilau Digital Permata Flobamora sebagai puncak acara Gernas BBI, menjadikan kita Bangga akan produk Buatan Indonesia, dan terus mendukung keberlangsungan UMKM di Indonesia dengan cara membeli produk – produk mereka.




14 May 2021

Karena BUKU Bekal Anak Bertumbuh



 

 

Buku bekal anak bertumbuh menjadi tema webinar yang saya ikuti siang itu di hari Selasa, 11 Mei 2021. Sudah lama rasanya saya gak ikutan webinar yang membahas mengenai parenting dan anak, siang itu bikin wawasan saya bertambah dan gregetan mau ngubah jadwal kegiatan bersama anak-anak jadinya.

 

Webinar hari itu merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara online oleh Blogger Perempuan Network dan Let’s Read Indonesia dengan tema BUKU – Bekal Anak Bertumbuh. Bagaimana pangsa pasar buku anak di Indonesia? Seperti yang kita tahu buat buku anak gak mudah loh, butuh ilustrasi yang bias menjelaskan pesan cerita dengan baik.

 

Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh PISA di tahun 2018 lalu menyebutkan ternyata  Indonesia menempati urutan ke 6 dari bawah untuk kompetensi membaca, mematematika dan kemampuan sains. Jadi gak heran rasanya kalau banyak pihak yang kemudian prihatin dan berusaha agar minat baca tumbuh pada anak – anak khususnya. Dan telah hadir 2 narasumber yang akan membahas mengenai Buku Bekal Anak Bertumbuh, yaitu :

  • Elsa Agustin, Social Media Content Development The Asia Foundation Indonesia 
  • Ibu Roosie etiawan, Founder Reading Bugs, penulis buku membaca nyaring penggagas komunitas Read A Loud.

 

Berkenalan dengan Let’s Read Indonesia

Let’s Read sudah ada sejak tahun 1955 di Indonesia. Merupakan aplikasi perpustakaan digital buku cerita anak persembahan komunitas literasi The Asia Foundation. Salah satu programnya saat itu adalah Books For Asia dimana berupa donasi buku sebanyak 3,5 juta eksemplar untuk berbagai pulau Indonesia. Sayangnya karena keterbatasan buku yang berbahasa asing, dan kendala buku fisik yang mudak rusak, di tahun 2017 lahirlah Let’s Read dengan konsep perpustakaan digital.

 

Fara langsung tertarik membaca melalui Let's Read

Dalam acara tersebut  Elsa Agustin mengatakan bahwa Koleksi Let’s Read berupa cerita bergambar yang ditujukan bagi anak usia PAUD dan SD kelas rendah. Buku – buku yang ada terdiri dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah yang ada di Indonesia. Buku – buku yang ada pada Let’s Read dapat diunduh dan dibagikan gratis dengan menyebutkan atribusinya, tetapi dilarang diperjual belikan baik dalam bentuk pdf maupun dalam bentuk cetak. Serta tidak diperkenankan merekam kegiatan tanpa menyebutkan atribusinya.  Saat ini Let’s Read sudah dapat diakses di Android atau bias juga melalui website ya.

 

Apa itu Reading A Loud?

Sesi berikutnya bersama Ibu Roosie Setiawan dibuka dengan beliau yang memilih sebuah buku dan membacakannya dengan nyaring untuk kami. Duh suaranya menenangkan sekali. Rupanya hal ini juga menarik perhatian Fara yang ikut mendengarkan webinar ini diam – diam. Iya gadis kecil saya ini memang tertarik membaca buku. Saat ini ia sedang menamatkan buku Harry Potter ke 7 yang tebalnya hingga 1000 halaman. Minatnya dengan buku memang sudah terlihat sejak kecil. Seperti Fadly, Fara memang tertarik membaca dan sudah bisa duduk manis membaca buku tanpa gambar.

 





Pada sesi Ibu Roosie Setiawan, beliau menjelaskan bahwa membaca dengan suara nyaring membuka wawasan anak, memberikan model membaca yang lancar dan ekspresif, bermanfaat pada kedekatan bonding ibu dan anak, mengasah keterampilan dasar anak meliputi penguasaan kosakata, kesadaran anak pada kronologis sebuah kejadian, sebab akibat dan bagaimana anak dapat menyelesaikan masalah dari cerita – cerita yang ia dengar.

 

 

 

Lebih lanjut ibu Roosie menegaskan bahwa membaca dengan suara nyaring tidak perlu dilakukan dengan buru – buru, agar anak dapat menikmati cerita yang dibacakan.  Setelah membaca nyaring, ajak anak untuk berdiskusi mengenai buku yang dibacakan tadi.  Tanyakan pendapatnya, dan mintakan ia membacanya kembali.

 

Mendengar penjelasan ibu Roosie ini membuat saya mengatur ulang semua jadwal yang ada agar saya dan anak – anak dapat meluangkan waktu 10 menit per hari untuk meluangkan waktu membaca nyaring bersama. Kalau teman-teman bagaimana? Adakah anaknya yang juga suka baca buku?

 

 

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall