21 June 2018

Traveloka Bermitra Dengan Kementerian Perhubungan Untuk Mendukung Kenyamanan Pemudik Bus








Hallo teman, apa kabar mudiknya?

Traveloka resmi berkerjasama dengan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan fasilitas ruang tunggu dalam rangka menyambut momen mudik 2018.

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan para pemudik bus yang diprediksi akan terdapat peningkatan dan kepadatan di beberapa area jelang lebaran maupun saat pulang mudik.

Budi Setiyadi selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyambut baik kerjasama ini. Dirinya mengaku bahwa dukungan dari Traveloka untuk penambahan fasilitas-fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemudik. Sehingga mudik dengan menggunakan bus akan terasa lebih nyaman.

“Kami menyambut baik inisiatif Traveloka untuk menyosialisasikan kegiatan ini. Kami berharap melalui adanya dukungan dari Traveloka untuk penambahan fasilitas-fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga mudik dengan menggunakan bus akan terasa lebih nyaman. Ke depannya kami berharap kegiatan ini dapat diperluas ke terminal lainnya," ungkap Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Sedangkan Senior Vice President of Business Development Traveloka, Caesar Indra mengungkapkan bahwa dukungan fasilitas tersebut untuk menambah kenyamanan pemudik sekaligus mengedukasi masyarakat pentingnya peran digital untuk mempermudah hidup seperti memesan tiket bus melaui situs online.

“Memahami situasi tersebut, Traveloka bermitra dengan Kementerian Perhubungan dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan persepsi masyarakat, khususnya pemudik, dalam menggunakan bus sebagai salah satu moda transportasi pilihan untuk mudik. Hal ini kami lakukan guna melengkapi upaya kami dalam mendukung digitilisasi industri bus sejalan dengan misi pemerintah dalam hal akselerasi pertumbuhan transportasi di era digital.” ujar Caesar.

Fasilitas ini sudah tersedia di tiga kota yakni Terminal Giwangan (Yogyakarta), Terminal Arjosari (Malang) dan Terminal Harjamukti (Cirebon). sejak Senin, 11 Juni 2018 hingga tiga bulan ke depan. Pemudik dapat mengunjungi ruang tunggu dan menikmati berbagai fasilitas seperti televisi dengan saluran berlangganan (televisi kabel), koneksi Wi-Fi untuk hiburan, charging corner, tambahan kursi yang nyaman, serta takjil untuk berbuka puasa.
 
 

Hal tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memesan tiket bus secara online, sekaligus menghilangkan praktik calo. Selain itu, para pemudik yang belum mendapatkan tiket promo pesawat untuk mudik, dapat memilih bus menjadi moda transportasinya, diharapkan bisa merasakan kenyamanan ruang tunggu terminal bis layaknya bandara.

12 June 2018

Asuransi Milenial untuk Milenials dari Allianz


life changer
Asuransi Milenial untuk Milenials dari Allianz





Generasi milenial buah generasi yang lahir pada rentang tahun akhir tahun 1980 hingga 2000. Generasi ini merupakan anak muda yang saat ini berusia  15 - 35 tahun. Generasi milenial dimudahkan dengan adanya perangkat teknologi yang menunjang gaya hidup mereka. Smartphone, internet, beragam aplikasi dan segala kemudahan hidup lainnya. Mau berpergian, pesan makanan, antar barang, semua berada dalam gengaman tangan. Biasanya mereka masih tinggal bersama orang tua atau kakek dan nenek, dengan rentang pendapatan antara 45 - 600 juta pertahun dan berstatus belum menikah.


Kebanyakan dari generasi ini berpikiran hidup untuk saat ini, nanti ya tergantung nanti. Sehingga generasi milenial menganggap asuransi sebagai suatu hal yang belum menjadi kebutuhan. Hanya 31% dari generasi milenial yang memiliki perencanaan keuangan yang cukup matang. Sebanyak 2% nya memilih asuransi sebagai salah satu instrumen.  Dan sebagian besar memilih menabung dan berinvestasi pada usaha.

"52% bilang premi asuransi mahal, 45% lainnya mengaku kurang pengetahuan mengenai manfaat  asuransi, belum mengerti bagaimana kanal distribusinya dan lainnya menganggap proses klaim itu sulit"
- Karin Zulkarnaen, Head of Market Management Allianz Indonesia -




Life Changer
Ibu Karin



Fakta ini menunjukkan bahwa sebagian besar generasi milenial belum mengetahui manfaat dari asuransi. Untuk itu, Allianz Indonesia membuat suatu program  yang berfokus pada milenial yang ingin membangun jiwa entrepreneurship dalam bidang jasa keuangan asuransi, dan mengembangkan model bisnis ini sehingga dapat diwariskan ke generasi berikutnya, dan tentu saja bersiap menjadi Life Changer.



7 Juni 2018 lalu, saya dan beberapa teman blogger berkunjung ke kantor PT Buss Neo Soho Capital Office Tower yang berada di Jakarta Barat. Sore itu saya dan teman - teman berbuka puasa bersama Joos Louwerier, Country Manager &  Presiden Direktur Allianz Life Indonesia. Hadir pada acara tersebut ibu Ginawati Djuandi, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, Christian Sontani, Business Patner Allianz Star Network, dan ibu Karin Zulkarnaen, Head of Market Management Allianz Indonesia.


Dalam acara buka puasa sekaligus seminar "Life Changer: Capturing the Future Customer", Joos mengatakan bahwa Allianz menyadari bahwa perlindungan asuransi maupun perencanaan keuangan yang baik merupakan bagian penting dalam upaya mengubah diri sendiri maupun orang lain (secara finansial). Melalui program Life Changer, Allianz memberikan kesempatan bagi milenial untuk mewujudkan aspirasinya, yakni membangun bisnis yang dapat membawa perubahan positif bagi diri sendiri dan sesama, berkemampuan melindungi diri dan orang lain di sekitarnya.

life changer
Mr. Joos


Namun seringnya jika mendengar kata asuransi, menjadi momok yang menakutkan tersendiri. Banyak cerita dari teman - teman, kalau ada seorang teman lama yang menghubungi dan mengajak ketemuan, kebanyakan dari mereka biasanya menawarkan asuransi. Atau sering kali kita menerima telpon dari nomor yang gak dikenal, atau tetiba ditawarkan program asuransi ketika sedang berjalan - jalan di mall. Hal - hal semacam ini sejujurnya membuat tak nyaman dan menimbulkan stigma bahwa agen asuransi gigih berusaha menjaring nasabah sebanyak mungkin.


life changer

Hal - hal semacam ini menurut Christian Sontani, menjadi salah kaprah. Menurut Business Patner Allianz Star Network (ASN) ini, " Sebagai seorang milenial, saya menemukan bahwa model bisnis ASN ini mampu membuat saya menjadi wirausahawan sepenuhnya. Sebagai asa depan Industri asuransi, kami memiliki tanggung jawab untuk membuat asuransi selalu relevan bagi masyarakat. Hal ini bukan berarti kami hanya menyediakan produl dan layanan terbaik, namun juga mentransformasi cara kita berinteraksi dan bertansaksi dengan nasabah. Mobilitas, fleksibilitas dan efisiensi akan tetap menjadi pendorong utama untuk evolusi bisnis".

life changer
kika : Ginawati Djuandi - Joos Louwerier - Christian Sontani

Lebih lanjut Christian mengatakan sebagai agen marketing di Allianz, mereka tidak lantas begitu saja membandingkan asuransi keluarga Indonesia mana yang terbaik satu dengan asuransi lainnya. Menurut Christian ada kepercayaan, pengalaman, strategi dan pemahaman mengenai asuransi yang baik untuk bisa mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi yang sudah melekat hingga saat ini.

Melalui komunitas, aberinteraksi antara teman, Christian percaya hal tersebut bisa sebagai sarana untuk mengedukasi seorang Life Changer, mengubah pemikiran bahwa asuransi tidak hanya sekedar unit link atau invetasi melainkan proteksi.



Sejalan dengan temuan penting dari riset Accenture mengenai "Segmentasi  Nasabah di Pasar Penting Asia", yang menjelaskan bahwa generasi milenial secara umum memiliki aspirasi karir masa depan untuk mendirikan bisnis sendiri. "Segmen milenial sangat menarik karena memiliki potensi besar untuk menjadi kontributor premi pendapatan bruto di masa depan. Sebaagi seorang wirausahawan, para Life Changer harus benar-benar menjadi mitra dan menyediakan layanan terbaik bagi nasabah dengan memggunakan beragam sarana dan infrastruktur, khusunya yang berbasis digital", ujar ibu Ginawati Djuandi di kesempatan terpisah dengan blogger dan media.


Ibu Ginawati juga menjelaskan bahwa teknologi digital memiliki peran yang tidak terpisahkan dari para milenial. Allianz Life menyadari hal ini dan telah menyiapkan langkah strategis yang diperlukan, proposisi produk yang tepat dan layanan berbasis digital. Saat ini sudah banyak proses transaksional  mulai dari pengajuan asuransi, pelayanan polis dan klaim yang dapat dilakukan melalui platform digital. Semua inisiatif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wirausahawan milenial, yang saat ini merupakan 50% dari total agen  Allianz Life, untuk menjadi bagian dari jaringan distribusi perusahaan.



Dapat dikatakan Allianz sebagai program asuransi milenial yang mengerti keinginan dan kemauan generasi milenial. Sudah siap menjadi Life Changer?

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall