16 March 2009

Antibiotik...siapakah diri mu????

Pagi2 udah bikin sebel gara2 air yang ngadat di kantor. Aiihhh....aura nya udah ga bagus nih..bakalan susah pipis dan wudhu nanti :D. Mo ngopi aja jadi ketunda gara2 ga ada air. Tapi postingan kali ini gw ga ngebahas soal air. Kali ini gw mo berbagi info tentang antibiotik. Well kalo kemarin gw sempat posting tentang puyer dan penggunaannya, kali ini antibiotik yang menurut gw perlu kita ketahui efek dari penggunaannya. Masih banyakkan kita temui dokter2 yang "hobi" memberi antibiotik untuk penyakit yang seharusnya bisa sembuh tanpa penggunaan antibiotik. Demam, flu, pilek, dan batuk....jika penyakit tersebut disebabkan oleh virus seharusnya dapat sembuh sendiri dengan memperkuat sistim kekebalan tubuh kita. Untuk Ibu - ibu yang memiliki bayi dan balita...gw sarankan untuk tidak sembarangan memberikan antibiotik kepada anak. Ini demi kebaikan buah hati kita juga. Artikel ini bisa dilihat langsung di sini dan di sini. Dan postingan berikut gw ambil dari sini.

ANTIBIOTIKA

Arti antibiotika
Antibiotika = anti + bios (hidup/kehidupan)
Antibiotika adalah substansi atau zat yang bisamembunuh/melemahkan mikroorganisme/jasad renik (bakteria, parasit)

Efek pemakaian antibiotika
Tubuh kita penuh dengan kuman baik yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kita.
Pemakaian antibiotika yang membabi buta akan membunuh kuman baik di tubuh kita.
Sebagian besar penyakit infeksi pada anak-anak disebabkan oleh virus.
Antibiotika tidak dapat membunuh virus dan tidak mempercepat penyembuhan infeksi virus.

Virus ato bakteri?
Selesma dan flu disebabkan oleh virus dan bisa menyebabkan penumpukan cairan di rongga telinga tengah.
Sebagian besar batuk dan radang tenggorokan juga disebabkan oleh virus.
Bronkitis akut juga disebabkan oleh virus.
Pada keadaan-keadaan di atas, termasuk juga pada sebagian besar sinusitis, antibiotika TIDAK diperlukan.

Kapan antibiotika diperlukan?
Infeksi telinga yang tidak terkait flu/selesma
Infeksi sinus yang berat (>2 minggu sakit kepala hebat, wajah bengkak)
Radang tenggorokan akibat kuman streptokokus *pantesan dsa-nya Kiefe mau test dulu yah sebelum menentukan radangnya perlu ab ato gak*
Infeksi saluran kemih *nah, kalo in penyakit gua nih hehehe… udah bbrp kali kena ISK :p*
Tifus
Tuberkulosis
Diare akibat amoeba

Resistensi antibiotika
Konsumsi antibiotika secara tidak bijak akan memposisikan kita pada kondisi yang berbahaya yaitu meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotika di kemudian hari.
Semakin sering mengkonsumsi antibiotika, semakin besar kemungkinan terinfeksi bakteri resisten antibiotika yang berarti semakin sering jatuh sakit.
Infeksi bakteri resisten antibiotika menyebabkan penyakit lebih susah disembuhkan, sakit lebih lama, butuh antibiotika lebih kuat (lebih toksik), dan butuh biaya pengobatan lebih mahal.

Bagaimana mencegah resistensi antibiotika?
Dokter:
- Cuci tangan setiap selesai memeriksa pasien.
- Jangan mengabulkan permintaan pasien akan antibiotika untuk infeksi virus flu dan kondisi lain yang tidak membutuhkan antibiotika *lah kalo yang ngasih dokternya sendiri gimana dong?*
- Resepkan antibiotika sesuai dengan kuman sasaran, jangan langsung meresepkan antibiotika dalam spektrum luas *naah… ini yang gak dijalankan semua dokter*
- Isolasi pasien yang terinfeksi bakteri resistensi antibiotika.
- Ketahui informasi terbaru tentang pola kuman dan kuman yang telah resistensi antibiotika.
Pasien:
- Jangan menuntut dokter meresepkan antibiotika. Antibiotika bukan obat dewa.
- Antibiotika termahal dan terkuat bukan berarti yang terbagus.
- Jika perlu antibiotika gunakan sesuai dosis yang dianjurkan dan jangan menyimpan antibiotika.
- Cuci tangan untuk engurangi penularan
- Cuci buah dan sayur, masak telur dan daging sampai matang.
- Jangan menggunakan sabun, detergen, pembersih lantai, atau lotion yang menganduk antiseptik. Kuman di rumah adalah kuman baik , antiseptik bisa membuat kuman baik menjadi jahat.

DEMAM

Fever is part of growing up.
Deman bukanlah penyakit tapi merupakan alarm alami tubuh karena bertujuan memerangi infeksi.
Penyebab utama demam pada anak dalah infeksi, terutama infeksi virus.
Anak sering demam karena sangat rentan terhadap infeksi virus seperti flu, pilek, dan diare.
Demam merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk menyingkirkan virus penyebab infeksi. Virus akan mati pada suhu tinggi dan tumbuh subur pada suhu rendah.
Jangan mengandalkan perabaan untuk mengukur suhu tubuh karna tidak akurat. Pakailah termometer.

Komplikasi demam
- Dehidrasi.
- Kejang demam. 1 dari 30 anak deman mengalami kejang demam terutama pada usia 6 bulan - 5 tahun. Serangan terjadi dalam 24 jam pertama demam. Umumnya sebentar dan tidak berulang dan tidak membahayakan otak.

What to do?
- Tidak panik
- Amati perilaku anak. Apabila anak masih riang dan mau bermain, ortu tidak perlu cemas.
- Cegah dehidrasi dengan minum, minum, dan minum. (air, air sup, jus buah segar yang dicampur air es, es batu, es krim, dll) >>>pocari boleh ga yaaa????
- Bila sering muntah atau diare, beri minuman elektrolit seperti pedialyte dan oralit. >>>pocari boleh dunk :D
- Jangan beri penurun panas bila demam tidak tinggi karna virus tumbuh subur di suhu rendah.
- Biarkan anak memakan apa yang dia inginkan, jangan dipaksa. Hindari makanan berlemak yang sulit dicerna.
- Tepid sponge (seka tubuh dengan air hangat)

Kapan ke dokter?
- Bila bayi berusia 38 derajat Celcius.
- Bila bayi berusia 3-6 bulan suhu tubuh >38.50 derajat Celcius.
- Bila bayi berusia >6 bulan suhu tubuh >40 derajat Celcius.
- Tidak mau minum atau sudah dehidrasi
- Iritabel atau menangis terus menerus dan tidak bisa ditenangkan.
- Tidur terus menerus dan tidak bisa dibangunkan.
- Kejang
- Kaku kuduk leher
- Sesak napas
- Gelisah
- Muntah dan diare
- Sakit kepala hebat

Jenis obat penurun panas
- Asetaminofen (parasetamol) paling aman dengan syarat dosisnya tidak berlebihan.
- Ibuprofen dapat menyebabkan pendarahan lambung. Tidak boleh diberikan pada anak diare/muntah karena dapat merusak ginjal.
- Asetosal/aspirin dapat menimbulkan pendarahan lambung dan sindroma Reye (tidak boleh diberikan untuk anak usia Important Notes
- Jangan berikan 2 macam obat penurun panas karna risiko efek samping meningkat.
- Tujuan memberikan obat penurun panas bukan untuk menormalkan suhu tubuh melainkan untuk sedikit menurunkan suhu tubuh agar lebih nayman (pain killer).
- Tingginya deman bukan berarti penyakitnya semakin parah.



Semoga artikel ini membantu kita semua....terutama gw en hubby biar tetap waspada en siaga ketika Fadly sakit. Emang susah ya nerapin RUD (Rational Use Drug). Apalagi kalo anak kita yang sakit...bawaannya selalu parno...jadi ga rasional lagi. Kadang dokter ngasi obat apa pun kita terima..yang penting anak cepet sembuh. Semoga bermanfaat.......



**Mohon maaf bila ada pihak2 yang tidak berkenan. Sumber postingan tetep gw tulis loch...jadi gw bukannya pengen ngejiplak tulisan orang. Artikel ini gw dedikasiin untuk siganteng Fadly. Doakan Ibu ya nak...biar tetap bisa RUD ketika Fadly sakit. Tapi kalo boleh sih...Fadly ganteng jangan sakit yaa:D

2 comments

  1. Anankku sering kena radang tenggorokan mbak setiap kali ke Dokter dalam resepnya selalu ada antibiotik. Selama dutahun, tiap dua minggu selalu ngosumsi antibiotik. kalau nggak minum batunya kagak akuan sampe nggak bisa nafas. sekalarang Alhamdullilah sudah mendingan, meski lumayan sering batuk gitu. Informatif banget mbak, terima kasih

    ReplyDelete
  2. Bahaya juga ya ternyata resistensi antibiotik, ku kira sebelumnya itu bukan masalah yang serius...

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall