05 July 2016

[Review Film] Sabtu Bersama Bapak, Warisan Seorang Bapak Kepada Keluarganya




Belakangan ini saya jarang nonton film, terlebih film Indonesia. Walaupun banyak film Indonesia bagus yang tayang, namun hanya 1-2 judul saja yang menarik minat saya. Iya, saya sedang menanti sebuah film yang diangkat dari sebuah novel yang laris manis tanjung kimpul :)


Untuk penggemar novel - novel Aditya Mulya, novel ini tentu sudah tak asing lagi. Bahkan beberapa orang yang saya kenal dan sudah membaca novel ini, berharap novel ini difilmkan. Dan tentu saja kami menebak - nebak siapa saja artis yang cocok untuk memainkan peran di film tersebut.


Dalam novelnya yang ke lima ini, Aditya Mulya berbicara tentang hubungan antara Bapak dengan anaknya. Berbicara mengenai seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Berbicara mengenai seorang pria yang belajar menjadi suami. Berbicara tentang seorang ibu yang membesarkan anak-anaknya. Dan berbicara tentang seorang Bapak yang meninggalkan pesan bagi mereka, pesan kehidupan.


Untuk teman - teman yang belum membaca novel ini, saran saya sebaiknya baca novelnya lebih dahulu, baru kemudian menonton filmnya. Kenapa? Karena ada banyak hal yang berkesan mendalam sebagai pelajaran bagi orang tua. Banyak quote yang bakalan nancep di hati. Dan tentu saja, siapkan tissu selama membacanya.


Lalu bagaimana dengan film Sabtu Bersama Bapak?


Awalnya saya gak menyangka mendapat kesempatan nonton premiere Sabtu Bersama Bapak. Film ini sendiri akan tayang serentak Lebaran 2016. Berkat kebaikan hati seorang sahabat, alhamdulillah saya dan suami berkesempatan untuk menonton film tersebut.


Adegan awal dibuka oleh percakapan Pak Gunawan (Abimana) dan istrinya, Itje (Ira Wibowo). Belum mulai, bagian prolognya saja sudah bikin air mata bercucuran, payah deh team mewek.


Film yang disutradai oleh Monty Tiwa ini bercerita mengenai Gunawan, seorang suami dan ayah dari keluarga Garnida yang memiliki istri Itje, dan 2 orang anak laki - laki, Satya dan Cakra/Saka. Kehidupan mereka berubah ketika Gunawan mengetahui bahwa ia tidak akan dapat menemani keluarganya. Agar bayangannya selalu melekat di keluarga, Gunawan melakukan suatu usaha yang dapat dinikmati setiap Sabtu oleh anak - anaknya.

Satya (Arifin Putra) anak sulung dari keluarga  Gunawan, selepas kuliah mendapat pekerjaan di luar negeri. Membawa serta istrinya, Rissa (Acha Seprtiasa)pindah bersama keluar negeri ternyata bukanlah hal yang mudah. Selain ternyata jarak masih menjadi penghalang, keinginan Rissa untuk bekerja tetap menggebu - gebu. Namun sayang, keinginan tersebut tidak diijinkan Satya. 


Di lain pihak sang Adik, Cakra/Saka (Deva Mahendra) merasa tidak beruntung dalam hal perjodohan hingga suatu ketika ia bertemu dengan sepasang sepatu yang selalu hadir di mushalla tempatnya shalat. Kegugupan yang kerap melanda Saka di depan perempuan cantik, kali ini membuat anak buah di divisinya turut andil membantu perjodohan boss mereka. 


Dalam dialog dan adegan Saka, banyak kejadian lucu yang terjadi. Menurut saya, akting Deva Mahendra di sini cukup oke. Deva bisa menjiwai karakter Saka yang pemalu dan gak PD-an. Padahal nih dalam benak saya yang memerankan sosok Saka tidaklah seganteng Deva. Hihi rasanya sebagai Saka, Deva masih terhitung ganteng juga.



"Harga diri kita tidak datang dari barang yang kita pakai. Tidak datang dari barang yang kita punya. Di keluarga kita, nilai kita tidak datang barang. Nilai kita datang dari sini (dalam hati)". Ini adalah salah satu dialog pak Gunawan yang berhasil nancep di otak saya. Atau... "Laki, atau perempuan yang baik itu, gak bikin pasangannya cemburu. Laki, atau perempuan yang baik itu....bikin orang lain cemburu sama pasangannya". Hihi gimana? Setuju gak?


Well namapun film yang diadaptasi dari novel, pastilah banyak ketidaksesuaian adegan antara novel dan film. Di novel bisa menulis apa saja, di film pastilah dibatasi oleh durasi. Namun ada beberapa bagian yang jelas berbeda antara novel dan filmnya, antara lain ;
1. Lokasi tempat Satya dan keluarga tinggal.
2. Jumlah anak Satya.
3. Lokasi percakapan antara Saka dan Ayu.
4. Pekerjaan Rissa.
5. Salah satu hal penting yang membuat Saka akhirnya mempercepat lamaran ke Ayu. Sssttt...tapi saya gak mau nulis itu apa, nanti spoiler deh.


So, film Sabtu bersama Bapak sudah bisa ditonton lebaran ini ya teman, silakan mengunjungi bioskop terdekat. Jangan lupa siapkan tissu yaa..Dan film ini layak ditonton sama yang jomblo loh...hitung -hitung belajar menjadi orang tua dari sekarang, walaupun jodoh entah kapan datangnya #eh




Walau Telah Tiada, Bapak Akan Selalu Ada


Pemain :
Abimana Aryasatya
Ira Wibowo
Arifin Putra
Acha Septriyasa
Deva Mahendra
Sheila Dara Aisha
Ernest Prakarsa 






22 comments

  1. kebayang saya akan sangat tersentuh nonton film ini..bagus ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurutku bagus mba...layak dinanti

      Delete
  2. Hehehe.. Glad that you enjoy it. Duh baca reviewnya jadi makin penasaran sama filmnya. Aku mau nontoonnn..

    ReplyDelete
  3. Aku suka banget bukunya, ga sabar buat nonton

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka bukunya mba...ayooo nonton

      Delete
  4. Ngajak anak 7 tahun cocok gak ya?

    ReplyDelete
  5. Ngajak anak 7 tahun cocok gak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada adegan berbahaya dan porno sih mba, tapi tetap perlu didampingi dan diberi penjelasan

      Delete
  6. Baca Review-nya aja udah nyari tissue. Maklum lagi ingusan soalnya. :D

    Pengen banget nonton ini.

    ReplyDelete
  7. Anehnya udsh mau tayang di rcti mba, gw juga kagt krna baru liat banner nya beberapa minggu lalu pas nonton konjuring.


    Buleipotan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wat? lah cepet bener....hak siarnya dibeli RCTI yaa

      Delete
  8. Ceritanya bagus ya. Parenting...

    ReplyDelete
  9. Jadi penasaran nihh pengen cepet2 nonton :)

    ReplyDelete
  10. Mau bgt nonton, tapi takut kecewa soalnya novelnya keren bgt πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
  11. Mau bgt nonton, tapi takut kecewa soalnya novelnya keren bgt πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
  12. Baru akan nonton senin besok, semoga sesuai ekspetasi

    ReplyDelete
  13. sabtu ini aku mau nontooonnn

    ReplyDelete
  14. Abiiiii*manggil ayah di rumah. Bacanya jadi pengen pulang, huhu.

    ReplyDelete
  15. Abiiiii*manggil ayah di rumah. Bacanya jadi pengen pulang, huhu.

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall