19 December 2021

Pensiun Bahagia Bareng DPLK Manulife







“Pensiun, kita mau ngapain?”

 

Belakangan ini topik mengenai pensiun dan segala drama yang menantinya, menjadi bahasan saya dan pak suami. Maklum saja, kami berdua sama-sama freelancer yang gajiannya gak tentu. Baru setahun belakangan ini pendapatan yang kami terima nyaris sama besarannya tiap bulan.

 

Kami berdua terlibat dalam satu project pekerjaan yang sama. Mengikuti masa kontrak, masa kerja kami dengan klien kemungkinan akan berakhir di bulan Maret tahun depan. Harapannya tentu saja diperpanjang selamanya, ada amiinnya teman...

 

Saya dan pak suami kepingin diusia pensiun nanti kami berdua tetap punya penghasilan mandiri, tidak menjadi beban bagi anak dan cucu, serta masih bisa jalan – jalan travelling berdua. Namun dengan penghasilan kami sekarang, mungkin gak hal itu terjadi ?

 

Rabu, 15 Desember 2021 lalu, saya mengikuti acara webinar yang digelar oleh Manulife melalui google team. Bahasannya sesuai dengan pembicaraan yang tak berujung dengan pak suami beberapa minggu belakangan ini, Rahasia Pensiun Bahagia!. Hadir kedua narasumber, Bapak Karjadi Pranoto, Director & Chief EB and Sharia Distribution Manulife Indonesia. Lalu ada mbak Citra Anjelina, Head of Strategy and Transformation Pension Business Manulife Indonesia.

 

Dalam acara tersebut, Bapak Karjadi menyapa teman – teman blogger yang hadir. Beliau menanyakan apakah sudah ada persiapan untuk liburan akhir tahun? Menurut beliau perencaan itu penting terlebih di usia muda, agar saat memasuki usia pensiun dapat dengan tenang. Tua itu pasti, jadi perlu dipersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Nah biar mudah merencakanan keuangan masa depan, kita perlu jeli dan bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan agar tidak boros.

 

Selanjutnya ada mbak Citra Anjelina yang menjelaskan banyak hal mengenai masa pensiun nanti. Mbak Citra bilang selama pandemi ini, 88% responden yang diwawancara menyatakan perencanaan masa pensiun kini semakin penting.

 

Saat memasuki masa pensiun, penghasilan dari mana? Mbak Citra mengatakan sebaiknya sejak sekarang kita membuat list, penghasilan apa saja yang kita punya dan dapat bertahan hingga usia pensiun nanti.

 

Lalu untuk saya dan pak suami yang freelancer bagaimana? Apa yang kita lakukan menghadapi usia pensiun nanti? Menurut mbak Citra ada beberapa hal yang bisa kita lakukan mulai dari sekarang, yaitu :

  1. Pemasukan memang bervariasi, namun usahakan pengeluaran tetap stabil. 
  2. Hitung kebutuhan masa tua 
  3. Strategi pengumpulan dana pensiun:
  • Instrumen investasi sesuai profil resiko
  • Ikut serta dalam program dana pensiun individu DPLK   Manulife yaitu MiGolden Retirement
    4. Disiplin menyisihkan dana setiap bulan, jika perlu siapkan        rekening terpisah khusus untuk dana pensiun.

 

 

Yang disampaikan mbak Citra membuat saya dan pak suami kembali berdiskusi. Bagaimana dan hal apa saja yang perlu kami persiapkan ke depannya. Mbak Citra menyarankan untuk mencatat semua pemasukan dan pengeluaran sekecil apapun, sehingga kebutuhan dan kewajiban setiap bulan dapat dialokasikan dengan mudah.  Dari situ pun kita dapat mengetahui apa saja pos pengeluaran di masa pensiun nanti.

 

Untuk saya dan pak suami, berarti kami berdua harus mencari penghasilan tambahan lainnya, tidak hanya mengandalkan project yang sedang berjalan ini. Setelah menghitung di kebutuhan di masa tua nanti, kami pun harus memastikan memiliki dana pensiun di rekening terpisah. Sementara ini saya dan pak suami mencoba mencari penghasilan lainnya pada investasi saham dan reksa dana. Sedikit sih belum berani banyak – banyak, karena penghasilan yang kami terima pun hanya cukup untuk hidup sehari – hari saja, tetapi untuk mempersiapkan dan memiliki dana pensiun dikemudian hari kenapa tidak, yakan.

 



Tetapi seperti pak Karjadi bilang, menyisihkan untuk tabungan pensiun nantinya haruslah disiplin dan konsisten. Gak harus banyak, tetapi wajib konsisten. Nah konsisten ini yang susah, saya masih suka latah kalau e-commerce orange lagi sale hahahaha.

 

 

Berkenalan dengan DPLK Manulife


Apa sih #DPLKManulife itu? DPLK Manulife adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife Indonesia yang merupakan badan hukum yang didirikan oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia untuk mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun berdasarkan landasan hukum dana pensiun yaitu Undang-undang Nomor 11 tanggal 20 April 1992 serta peraturan pelaksanaannya.

 

DPLK Manulife Indonesia telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan, No. KEP-231/KM.17/1994, tanggal 5 Agustus 1994.

 

DPLK dirancang untuk memenuhi kesejahteraan hari tua sehingga kehidupan di masa pensiun dapat terjamin. Apa saja manfaat DPLK bagi karyawan dan perusahaan?

Manfaat DPLK bagi Karyawan:

  1. Jaminan kesinambungan penghasilan di usia pensiun. 
  2. Dapat mengurangi pajak penghasilan pribadi (PPh 21).
  3. Pendanaan yang "sudah pasti" dari Pemberi Kerja.
  4. Hasil investasi bebas pajak sampai dengan manfaat program dibayarkan.
  5. Terpisah dari kekayaan perusahaan.

Manfaat bagi Perusahaan:

  1. Memberikan solusi atas masalah arus kas yang mungkin dihadapi oleh perusahaan dikemudian hari. 
  2. Dapat mengurangi pajak penghasilan badan (PPh 25/29). 
  3. Dapat mempertahankan karyawan berkualitas. 
  4. Menjadi nilai tambah bagi perusahaan. 
  5. Iuran bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

 

Manulife menyediakan 2 produk dana pensiun dan perlindungan hari tua seperti MiFuture Income Protector (MiFIP) dan MiGolden Retirement. MiFuture Income Protector (MiFIP) adalah produk dari Manulife Indonesia yang akan memberikan penghasilan di hari tua hingga delapan kali dari total Dana Mapan. Selain itu, MiFIP juga memiliki perlindungan risiko kematian dan kecelakaan hingga 100 persen dari Dana Mapan. 

 

Sedangkan untuk yang ingin pensiun lebih cepat, ada MiGolden Retirement yang dapat membantu mempersiapkan tabungan pensiun bahkan kalau kita berniat untuk pensiun di usia 40 tahun sekalipun! Belum lagi, manfaat pensiun juga bisa diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan, jika yang tertanggung meninggal dunia.  

 

Nampaknya saya dan pak suami perlu diskusi lebih lanjut untuk mempersiapkan dan memiliki dana pensiun. Dan kira-kira produk apa yang cocok untuk kami. Biar kami sekeluarga #semakinharisemakinbaik baik hari ini, esok dan masa tua nantinya.

 

 

 

 

2 comments

  1. Wih mantep ini, memang di hari tua membutuhkan dana pensiun tapi gak semuanya bisa karena hanya untuk PNS. Jadi, ini solusi banget buat yang bukan pegawai negeri.

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall