04 September 2016

Mempersiapkan Pendidikan Anak Di Era Persaingan Global





Almarhumah nenek saya berprinsip, lebih baik makan berlauk garam yang penting asal anak – anaknya bisa menuntut ilmu setinggi mungkin. Hal ini mungkin dikarenakan nenek sendiri hanya lulusan setingkat MTS saja, mengingat jaman itu menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi tidaklah mudah. Selain penghasilan ayah nenek yang tak pasti, ditambah jarak menuju sekolah jauh dari rumah. Sarana yang ada tidak mendukung mimpi nenek untuk tetap bersekolah meskipun nilai – nilai nenek yang terbaik di kelasnya.


Itulah sebabnya nenek sangat disiplin dalam urusan sekolah. Beliau tidak mau anak – cucunya (baca:saya) mengalami apa yang dulu ia alami. Dengan berbagai cara nenek berusaha agar kami tetap dapat bersekolah, sukur – sukur bisa kuliah di universitas kenamaan. Alhasil anak – anak nenekpun berhasil dibidangnya masing – masing. Buah kerja keras nenek yang sekarang dinikmati anak – anaknya.


Belajar dari pengalaman nenek, sayapun jadi lebih serius memikirkan pendidikan anak – anak. Iya sih, Fadly sekarang baru kelas 3 SD, sedangkan Fara bahkan baru masuk TK A. Namun urusan pendidikan harus direncanakan dengan matang, gak mau sembarangan. Pernah gak sih teman – teman kepikiran bahwa pendidikan yang diambil bukan diri kita banget. Kepengen jadi wartawan tapi orang tua memaksa sekolah di kedokteran ataupun ekonomi. Atau kepengen jadi pramugari eh Ibu memaksa sekolah di Fakultas Hukum biar mengikuti jejak pini sepuh yang sukses menjadi Pengacara turun temurun. Hihihi saya pernah!


Dulu ketika kecil, saya kepingin jadi penyiar radio atau MC alias master of ceremony. Alasan nenek saya  itu pekerjaan hura – hura yang tidak menjanjikan. Pekerjaan yang menghasilkan itu ya sebagai akuntan, dokter, pengacara, ataupun karyawan di kantoran. Jenis pekerjaan yang tetap dan jelas,  baik jam kerja maupun penghasilan. Alhasil bakat dan minat saya pun menciut mendengarnya.  Gak berani deh membantah perkataan dan pemikiran nenek. Takut kualat!


Padahal mungkin saja saya memang memiliki kecerdasan Linguistik, sebagai salah satu dari 8 kecerdasaan majemuk atau multiple intelligences. Hal ini saya ketahui dalam acara Talkshow bersama Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Jiwasraya, Minggu 28 Agustus 2016 yang bertempat di Hongkong Cafe, Jakarta. Dengan tema “Persiapan Pendidikan Anak Menghadapi Persaingan Global”, hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain, Mira Sahid Founder Kumpulan Emak Blogger, Psikolog Elizabeth T. Santosa, dan bapak T. Guntur Priyonggodo, Kepala Cabang Jiwasraya.

Mak Nurul, MC kece hari itu


Setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda – beda. Bakat saja tidak cukup jika tidak memiliki minat, pun demikian sebaliknya. Bakat merupakan anugerah/pemberian sejak lahir. Sedangkan minat bisa dilatih. Hal inilah yang dirasakan oleh Makpon Mira Sahid, yang galau tingkat dewa menghadapi keinginan anaknya. Kedua anak Makpon selalu berganti – ganti keinginan. Terkadang ingin A, di lain waktu ingin B. Contohnya saja satu waktu ingin belajar musik, namun di lain kesempatan kepengen jadi perenang nasional. Nah bikin bingung donk ya,...maunya apa?. Padahal keduanya pasti membutuhkan biaya yang tak sedikit kan...apalagi jika tidak diseriusi/tekuni. 



Sejujurnya semua anak itu cerdas. Dan tergantung bagaimana kita menstimulasinya. Agar anak dapat meraih cita -citanya, kita sebagai orang tua perlu mendukung cita -cita anak dengan cara ; mengindentifikasi potensi anak, mengarahkan dan membina, serta memotivasi. Seperti yang diutarakan oleh Howard Garner, Professor di Harvard Univesity, bahwa tiap anak memiliki Multiple Intellegence. Ibu  Elisabeth T. Santosa atau yang lebih akrab disapa mbak Lizzie, menjelaskan bahwa ada 8 kecerdasan majemuk yang perlu diperhatikan orang tua sehingga anak dapat memperoleh masa depan yang lebih baik, antara lain:
  • Kecerdasan Linguistik atau kemampuan menggunakan kata – kata secara efektif , baik lisan maupun tulisan. Di masa yang akan datang anak yang memiliki kecerdasan linguistik cocok menjadi pendongeng, orator, artis, MC, dll. Untuk menstimulus anak bisa dilakukan dengan cara mendongeng, bermain puzzles, membuat percakapan, mendengar native speaker dll. 


  • Kecerdasan Matematis-Logis
Yang perlu diingat, kecerdasan ini tidak mlulu melibatkan kemampuan berhitung angka, melainkan lebih kepada penggunaan logika atau akal sehat.  Kita dapat mestimulasinya dengan cara mengajak anak menghitung benda yang ada di sekitarnya, menyusun balok sesuai dengan angka, warna dan ukuran.  Sejauh ini  saya lihat Fadly memiliki kecerdasan matematic – logis. Menyukai film/permainan teka teki atau semacam detektif` yang membutuhkan logika dan akal sehat. Hhmm...jadi ingat serial yang lagi digandrungi  Fadly, detektif Conan. 


  • Kecerdasan Spasial
Individu yang cerdas secara spasial, adalah individu yang mampu mempresepsikan dunia visual -spasial secara akurat. Biasanya yang lemah dalam kecerdasan ini sering kali nyasar ketika di jalanan.  Hahaha ayo siapa ayooo? Contoh lainnya Tour Guide, Seniman, Ahli bedah dll. Kebayang kalau tour guide gak bisa baca peta dan sering nyasar, kasian banget turisnya ya :p Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menstimulasinya? Mengajak anak bermain lego/play dough, crafting bersama anak, memberi mainan geometris dan lainnya. Kegiatan membuat lego/playdough sangat disenangi Fara. Kemungkinan Fara memiliki kecerdasaan ini. Semoga memang betul ya dugaan saya.




Ini mah belum jadi pelukis atau seniman, tapi senang menggambar dan menceritakannya


  • Kecerdasan Kinestetik Jasmani
Yaitu kemampuan untuk menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh olahragawan, penari, aktris, mekanik dan lain – lain. Ini salah satu tipe kecerdasan yang juga dimiliki kedua anak saya. Sama – sama gak bisa diam, suka sekali melompat, berlari, berenang,  dan senang sekali menyentuh barang di sekitarnya. Cara menstimulasi mereka yang selama ini saya lakukan antara lain; berolahraga bersama, bermain air bersama, menari mengikuti musik dari radio (biasanya saya dan fara) atau terkadang bermain peran. 









  • Kecerdasan Musikal
Kecerdasan ini tidak hanya berkisar pada kemampuan menyanyi. Dapat menari atau bermain alat musik mengikuti ritme sebuah lagu pun dapat dikatakan memiliki kecerdasan Musikal. Di rumah yang kelihatan memiliki kecerdasan ini ya Fara. Fara senang bernyanyi atau mengubah lagu. Saya dan pak suami berusaha untuk menstimulasi kecerdasan Fara ini dengan bernyanyi bersama, memberikan alat musik sederhana, mengubah beberapa lagu dan tidak lupa menari bersama mengikuti gerak lagu.





  • Kecerdasan Interpersonal
Yaitu kemampuan mempresepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi serta perasaan orang lain. Anak yang memiliki kemampuan ini biasanya mudah bermain, bersosialisasi dan berkomuikasi dengan orang lain. Tak heran anak yang memiliki kecerdasan ini pastilah memiliki banyak teman. Kita dapat menstimulasinya dengan cara ; lebih sering meminta anak bermain dengan teman sebayanya, mengajak anak ke luar rumah untuk bertemu banyak orang, membiasaan anak pergi beraktivitas tanpa didampingi orang tuanya.




Berprofesi sebagai perawat ternyata bisa dilakukan Fara tanpa perlu ditemani


  • Kecerdasan Intrapersonal
Ialah suatu kemampuan pada individu untuk memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Individu dengan kecerdasan ini biasanya memiliki EQ yang tinggi, mampu membaca situasi untuk merespon kondisi yang dihadapi. Stimulasi yang bisa kita lakukan antara lain; memotivasi anak untuk tampil di muka umum, meminta anak membuat diari yang menuliskan perasaannya dll.



  • Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan majemuk yang terakhir yaitu kecerdasan Naturalis di mana anak yang memiliki keahlian ini mampu mengenali dan mengkategorisasi spesies flora fauna di lingkungan sekitar. Wah kalau urusan fauna, Fadly dan Fara juaranya. Hingga detik ini sudah ada 3 ekor kucing yang siap menemani anak – anak bermain.  Mereka berdua dapat menghafal bagaimana kebiasaan – kebiasaan masing – masing ke-3 kucing tersebut. Cara menstimulasinya kecerdasan ini pun mudah, ajak anak bermain di halaman terbuka, memberi hewan peliharaan, mengajak mereka ke kebun binatang untuk mengidentifikasi nama – nama hewan.





Bermain bersama Kelly, salah satu dari 3 kucing Fadly






Dari sini saya jadi belajar untuk mengamati dan memperhatikan kira – kira Fadly dan Fara memiliki kecerdasan apa saja, dan hal apa saja yang saya lakukan untuk melatih mereka berdua.  Kan saya juga gak mau galau, seperti makpon Mira Sahid yang bilang kalau menuruti keinginan anak untuk kursus ini itu perlu biaya yang tak sedikit. Mbak Lizzie juga bilang kalau orang tua sebaiknya memang tidak hanya  menyiapkan uang tabungan untuk pendidikan formal. Kemungkinan untuk sekolah formal insya Alah rejeki ada saja. Tapi bagaimana dengan kuliah?Hhihihi makin pusing kan pemirsa...




Nah sesi berikutnya adalah sesi yang dinanti-nantikan. Hihihi emak – emak kalau sudah bahas dana pendidikan, rambutnya berubah jadi rambut singa semua. Pusiiing..... Untung bertemu dengan bapak T. Guntur Priyonggodo, Kepala Cabang Jiwasraya. Sebelum  menjelaskan mengenai dana pendidikan, Pak Guntur bercerita mengenai Asuransi Jiwasraya. Jiwasraya ternyata merupakan satu - satunya asuransi kepunyaan pemerintah alias BUMN. Kalau punya pemerintah insya Allah aman donk ya. Jiwasraya sendiri sudah hadir sejak jaman penjajahan Belanda atau di tahun 1859. Jadi 1859 – 2016 sudah berapa tahun itu?cukup tua yaa hahahaha. Kantor cabangnya tersebar di seluruh Indonesia, jadi jangan bilang gak bisa dilayani wong kantor cabangnya banyak kok. Yang saya suka, premi asuransinya bisa dibayarkan melalui ATM atau secara online. Proses klaim asuransinya juga sangat mudah dan tidak menyulitkan. Saat ini saja sudah ada 6 juta nasabah yang mempercayakan asuransinya pada Jiwasraya. Tolak ukur yang baik karena banyak orang yang percaya dengan perusahaan ini. 


Jiwasraya lahir dari gagasan mulia untuk memberikan pemahaman, pendidikan, dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya merencanakan masa depan dan menghadapi segala ketidakpastian dalam merencanakan masa depan itu sendiri. Untuk itu hadirlah sebuah produk asuransi yang memberikan kepastian pendidikan bagi sang buah hati, JS Prestasi. Lebih lanjut pak Guntur menerangkan bahwa JS Prestasi ini dibuat sangat fleksibel, dimana orang tua dengan bebas dapat menentukan perencanaan finansialnya sesuai dengan keinginan, kemampuan dan kebutuhan. 






Nah apa saja sih manfaat dari JS Prestasi ini.
  1. Perencanaan keuangan beasiswa yang fleksibel. 
  2. Mudah memilih manfaat sesuai dengan keinginan dan kemampuan. 
  3. Premi gratis setiap jatuh tempo tahapan. 
  4. Manfaat dana jenjang pendidikan dapat diambil 6 bulan sebelum ulang tahun polis sehingga dimungkinkan dapat digunakan pada saat dibutuhkan. 
  5. Dapat mengatasi penurunan nilai uang, karena manfaat menaik 5% setiap tahun secara majemuk. 
  6. Pengembalian premi standar jika anak yang dibeasiswakan meninggal. 
  7. Santunan 100% uang asuransi yang menaik 5% setiap tahun majemuk, jika tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi. 
  8. Santunan 200% uang asuransi yang menaik 5% setiap tahun majemuk jika tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi akibat kecelakaan. 
  9. Dibebaskan dari kewajiban pembayaran premi lanjutan jika tertanggung mengalami cacat total.











Berikut sekilas contoh perhitungan prakiraan biaya kuliah  :








Untuk  ada hal yang ingin ditanyakan atau butuh info lebih lanjut sila intip:
Atau hubungi call center (021) 1500151



Setelah penjelasan dari Pak Guntur, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Wiiih nyaris semua peserta mengacungkan jari, penasaran ini bertanya. Namun siang itu yang beruntung mendapat hadiah sebagai penanya terbaik adalah Kak Denise dan Mbak Mariana. Kak Denise bertanya bagaimana dengan anaknya yang sudah dibangku kuliah, berganti minat dan penjurusan.  Mbak Lizzie menjawab orang tua sebagai role model harusnya tetap menjaga dan menanamkan komitmen dan konsekuensi atas pilihan si anak. Berika reward jika perlu. Sedangkan mbak Mariana bertanya sejak kapankah anak sudah bisa dibuatkan asuransi? Walaupun belum bisa didaftarkan, namun tidak ada salahnya anak sudah dapat dibeasiswakan sejak usia 3 bulan. 




Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang kuis, dresscode terbaik dan livetweet terbaik. Terima kasih banyak KEB dan Jiwasraya, alhamdulillah tambah lagi ilmu saya mengenai kecerdasan anak dan pentingnya menyiapkan dana pendidikan bagi anak. Mudah – mudahan kami berdua diberi kemudahan rejeki oleh Allah, sehingga tetap bisa menyediakan dana pedidikan bagi Fadly dan Fara.


Sumber Foto : Andiyani Achmad


Rencanakan yang Terbaik,
Dengan yang Terbaik,
Untuk yang Terbaik
Buah Hati Anda






















































21 comments

  1. jadi fadly dan fara masuk kecerdasan apa nih mak?
    Semoga gak galau2 lagi deh nanti mau pada fokus di bidang apa hehehe

    ReplyDelete
  2. Berarti kalo usianya masih bayi, dikasihin aja semua stimulasi lewat permainan-permainan di atas gapapa kan mak? Anakku masih 10 bulan, lebih seneng duduk dan memerhatikan. Kalo dikasih mainan, lebih seneng diperhatikan sama dia beberapa menit trus baru dimainin :'D

    Betul, mak. Prinsipnya nenek mak sally sama kaya nenekku. Dan semoga kita-kita semua merencanakan yang terbaik untuk masa depan anak-anak kita :) Semangat!

    ReplyDelete
  3. Rencanakan yang Terbaik,
    Dengan yang Terbaik,
    Untuk yang Terbaik
    Buah Hati Anda

    suka banget quote itu mba, makasih sharingnya mba.
    Fara lucu banget hihihi, ohya aku juga suka kucing, melihara dari waktu se Fara, ambil di pasar waktu itu. Kecerdasan dan pendidikan anak emang harus dipersiapkan banget ya Mba, jadi mikir ini. Mumpung belum punya anak dan belum menikah juga, harus lebih giat menabung ya :D

    ReplyDelete
  4. Anak sekarang emang lebih pinter & nyeni dibandingkan jaman aku kecil hihihi. Peer banget buat nyiapin masa depan & mengembangkan bakat + minatnya huhuuh *curcol*

    ReplyDelete
  5. Buat anak pasti mau yang terbaik ya maaak, biar ga galau, hehehe.

    ReplyDelete
  6. Dari 3 bulan sudah bisa? Aku was-was sih mbak kalo mau asuransikan pendidikan anak, gaji bulanan belum pasti. :(

    ReplyDelete
  7. hihi fara lucu mimiin boneka
    biaya pendidikan skr mmng cihuy ya. ortu hrs punya perencanaan yg tepat, rajin menabung plus ikut asuransi :)

    ReplyDelete
  8. Iyeees, semua anak itu cerdas.
    Masa depan anak penting untuk direncanakan sejak dini

    ReplyDelete
  9. Salut deh sama neneknya mak Sally.Tapi orangtua jaman dulu emang gitu ya mak. Pengennya anak-anaknya kuliah di bidang yang keliatannya menghasilkan aja.. Hehe. Kalo sekarang Fara atau kak Fadly mau jadi penyiar radio boleh kan maaak? Hihii

    ReplyDelete
  10. Almarhum neneknya Mbak Sally kayak ibuku. Biar kata harus jual emas ngga apa-apa asal anaknya semua sekolah tinggi.

    ReplyDelete
  11. Semoga cita cita Fadli dan Fara terkabul...
    Sbg ortu kita berusaha terbaik mengantarkan ke sana dgn pahami kecerdasan majemuk dan siapkan dana

    ReplyDelete
  12. semoga sebagai ortu masa kini kita dapat memberikan yang terbaik buat anak2 kita kelaaak ya Maak...

    Ah Fadil n Fara moga terwujud cita2nya yaaa

    ReplyDelete
  13. Aku nggak sempet ketemu nenek Mba. Beliau meninggal pas aku masih bayi, hiks.
    Ngomong-ngomong soal pendidikan, semua orangtua menginginkah yang terbaik buat anak-anaknya ya. Dan mau tidak mau itu berkaitan dengan ya dana dana, hihi.
    Harus siap-siap dari sekarang, walo anakku masih kecil :)

    ReplyDelete
  14. aku sering banget baper deh mak kalo ngomongin masa depan anak, pinginnya pasti yang terbaik malah jauh lebih baik dari orangtuanya masing2. ibaratnya mah kalo kudu banting tulang dijabanin demi si anak pendidikannya bagus dan lebih kece :)

    ReplyDelete
  15. Semoga cita-cita fadil dan fara tercapai ya mak.

    ReplyDelete
  16. Emang ya orang tua dulu prihatin banget hidupnya demi sekolah anak-anaknya. Makanya banyak orang sukses dari pengalaman keprihatinan itu

    ReplyDelete
  17. amiiiinnn untuk doanya mak sally :) semoga tercapai cita2nya mak

    ReplyDelete
  18. materi yang menarik nih mba sally tentang 8 kecerdasan itu.. wah harus mempetakan bakat anak nih biar ketahuan yang menonjol yang , baru deh mikirin biayanya yak... hahhaha

    ReplyDelete
  19. Amin mak buat doanya...betewe.. nama anaknya sama ama nama anak saya.. fadli

    ReplyDelete
  20. Gw tau nya jiwasraya ini ttg asuransi kalo bikin SIM doang hehehe, ternyata ada pendidikan nya juga

    ReplyDelete
  21. wewh acaranye seru dan ilmunya yang paling penting ya mak?kita jadi mau ga mau menyiapkan dana pendidikan anak sedari dini huhuhuhuhuhuhu

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall