08 October 2016

Ayo Bu, Belajar Mengenal Instalasi Listrik di Rumah






Sebagai ratu rumah tangga, eh ibu rumah tangga, sudah sepatutnya kita  mengerti dan mengatur semuanya. Termasuk juga urusan perlistrikan. Maksud saya bukan yang bagian bongkar pasang instalasi, tapi paling tidak sebagai ibu kita wajib aware dengan instalasi listrik di rumah. 



Gini deh, buibu di sini ada yang pernah kesetrum ketika menyetrika atau saat sedang menggunakan hairdryer? *ngacung* saya cukup sering :D.  Kadang kala ini, ulah si Jerry temannnya Tom di Film animasi Tom & Jerry, dan benar -benar meresahkan. Atau pernah juga saat saya menggunakan setrika, eh bersamaan dengan pak suami dan anak – anak lagi asyik bikin jus buah di rumah dengan blender. Dan listrikpun jepret. Padahal masih dalam batas pemakaian normal loh.  Huhuhu jangan anggap sepele hal tersebut yaa... bisa jadi itu pertanda ada something wrong dengan instalasi listrik di rumah kita. Sebaiknya kita  segera menghubungi teknisi listrik yang terpercaya atau menghubungi PLN untuk memeriksanya. 



Hihihi tumben banget ya saya sok bahas – bahas hal begini... Terus terang nih, di rumah pak suami malah sama sekali buta soal listrik. Ada adik saya yang dianggap lumayan ngerti, tapi pernah sekali dia coba benerin sakelar lampu yang mati. Eeeh...bongkarnya jago, giliran pasang kembali malah ga karuan..alias tetap mati. Kezel kan! Pernah juga satu lingkungan rumah saya mati lampu.  Lalu gak berapa lama tetangga kanan kiri depan belakang sudah nyala, tetapi kok rumah saya tetap padam. Saya pun menelepon PLN untuk meminta bantuan. Petugas PLN yang datang ke rumah menyatakan bahwa MCB rumah saya terbakar ketika arus pendek tadi.  Pak petugas bilang saya harus mengganti MCB, agar listrik rumah saya bisa kembali menyala. Beberapa hari kemudian oom saya datang ke rumah dan  bilang kalau MCB yang baru terpasang tersebut ternyata palsu. Sigh! Kena tipu...



Beruntungnya saya, Sabtu 1 Oktober 2016 lalu, Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Schneider Electric mengundang saya dan teman – teman blogger untuk membahas perihal listrik dalam rumah tangga. Beuuh gahar bener kan bahasannya. Biasa bahas soal parenting – biuti – masak memasak, kali ini bahasannya rada machoan dikit, listrik. Kenapa saya bilang begitu? Karena awalnya kami semua yang hadir tidak tahu apa dan siapa itu Schneider Electric. Ternyata Schneider Electric sudah cukup lama berada di Indonesia, tepatnya sudah 45 tahun. Perusahaan asal Perancis ini bergerak dalam penjualan dan pelayanan jasa perlistrikan, baik itu untuk perorangan maupun untuk perusahaan. Hadir siang itu sebagai narasumber adalah Frankco Nasarino yang akrab dipanggil mas Rino. Dimoderatori makpon kesayangan, Mira Sahid, mas Rino menjelaskan bagaimana proses aliran listrik dari tiang di luar rumah hingga ke dalam rumah.




Buibu di rumah tahu gak berapa daya listrik rumahnya?kira – kira dengan daya segitu, MCB dengan ukuran berapa yang tepat digunakan. Eh memang MCB ada ukuran?ada buibu. Ukuran MCB merefleksikan daya listrik sebuah rumah atau perusahaan. Ada MCB C4 hingga MCB C64. Di rumah saya menggunakan 2200 watt, dibagi 220 watt. Jadi MCB di rumah saya harus menggunakan C10. HIhihi mulai paham sekarang....




Mas Rino juga menjelaskan bagaimana proses aliran listrik dari tiang PLN hingga ke rumah. Melalui kabel Jaringan  Tegangan Rendah atau JTR, aliran listrik dialirkan ke rumah melalui kabel untuk saluran rumah. Dari kabel saluran rumah kemudian dialirkan ke KWH meter (box listrik yang menempel di dinding luar rumah, biasanya berisi pencatatan sudah berapa KWH yang digunakan). Dari KWH meter ini kemudian listrik dialirkan ke MCB yang berada di dalam rumah untuk selanjutnya aliran tersebut dibagi ke kamar tidur, dapur, kamar mandi dan lainnya. MCB atau Miniature Circuit Breaker berfungsi untuk membagi aliran listrik dan melindungi listrik yang ada di dalam rumah dari pemakaian yang berlebihan  yang dapat mengakibatkan korsleting.  Namun demikian, MCB bukanlah alat yang mampu mencegah kita dari sengatan arus listrik yaa..


penampakan MCB



Terkadang kontak yang terjadi antara arus listrik dengan tubuh kita saat bersentuhan tanah mengakibatkan kita tersetrum. Agar tidak terjadi kejadian ini, Schneider membuat sebuah inovasi yang diberi nama ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker. Yaitu sebuah alat yang berfungsi untuk memutus aliran listrik saat terdeteksi kebocoran arus listrik yang dapat menyebabkan sengatan atau bahkan kebakaran. ELCB harus dipasang berdampingan dengan MCB dalam satu box. Namun Schneider terus berinovasi untuk mendapat sebuah perpaduan alat MCB dan ELCB yang diberi nama RCBO atau Residual Current  Circuit Breaker with Over Current Protection. RCBO ini nampak lebih ramping dibanding ELCB. Selain otomatis memutus arus listrik ketika terjadi beban listrik yang berlebih, RCBO pun dapat memutuskan aliran listrik jika dideteksi terdapat kebocoran listrik. Double protection ya... sehingga RCBO ini sebaiknya dipasang di ruangan yang lembab seperti kamar mandi, dapur, kolam renang, atau daerah di mana listrik berada dalam jangkauan anak – anak. Mmmm...kira kira seperti yang dijelaskan di video ini. Sila disimak...











Kira – kira seberapa besarnya sih jika arus listrik bocor, dan kita kesetrum? Berikut tingkatan bahaya arus bocor terhadap manusia:

ü  0.5 mA        :  Getaran kejut kesemutan

ü  10 mA         : Gangguan sistem pernafasan

ü  30 – 50 mA: Kontraksi pada jantung

ü  80 mA        : Denyut jantung terganggu

ü  1 A              : Jantung berhenti



Beuh nyeremin juga ya ternyata. Jadi jangan dianggap sepele ya buibu. Pastikan instalasi di rumah memiliki RCBO. Psst...soal harga, RCBO jauh lebih hemat loh...



Yang perlu diingat ya buibu, KWH Meter atau MCB tidak boleh dibongkar pasang sendirian. Harus sesuai prosedur dan memang ahlinya yang tersertifikasi. Lebih baik mencegah kan....



Selesai mendengar penjelasan Mas Rino, kami para peserta ditantang Schneider untuk dapat merakit dan membedakan antara MCB, ELCB dan RCBO. HIhihi para mak yang biasa sibuk temenan sama pisau ganti haluan pegang obeng, sekrup, dan kabel hihihi...seru! Acara terakhir yaitu games tas terbanyak perabotannya, pengumuman livet tweet dan IG competition.




Dan ada penawaran menggiurkan selama acara bagi 10 emak yang membeli RCBO saat acara berlangsung, mendapatkan pemasangan dan instalasi ulang listrik di rumah secara GRATIS. Wiiihh asyik’kan!

Ini dia RCBO dan ELCB



Terima kasih KEB dan Schneider untuk ilmu barunya bagi saya dan semua teman – teman yang hadir. Dan karena penasaran, sampai rumah saya buru – buru ngecek MCB yang ada di rumah, ternyata merknya Schneider dan sudah SNI. 

Terima kasih KEB & Schneider






Untuk tanya – tanya dan info lebih lanjut sila  ke :

Pusat Layanan Pelanggan (Jakarta)

Telepon 1500055

Fax (62) (21) 750  4415 – 16



















52 comments

  1. Hai mak Selly, bener bgt deh soal jepret listrik dirumah masih sering dicuekin kadang, bolak balik naikin lagi sekringnya.. jd lbh paham skrg ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mak, makin ngerti dan gak mau nyuekin lagi yaa

      Delete
  2. Halo mba, acara kemarin asyik ya, jadi bikin kita tahu soal listrik. Tambah pengetahuan deh jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mba, nambah ilmu bangetttt

      Delete
  3. Acaranya seruu banget, jadi melek masalah listrik yaa. Salam kenal ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak,jadi makin tau soal listrik...salam kenal kembali mak..

      Delete
  4. Aku juga buta Mbak masalah listrik padahal dulu SMP-nya jurusan listrik, masuknya karena terpaksa sih. Kudu belajar neh, masa kalah ama Mbak Sally.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di rumah, OOmku gitu mas..maunya anak cewek juga ngerti urusan beginian. Sekarang baru kerasa manfaatnya...

      Delete
  5. Mba Sally, aku jg dtg di acar ini kmren, sayang kita gk.bnyak ngobrol ya. Iylah, wong kita seriyes belajar soal listrik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. HIhihi iya, dirimu duduknya di depan ya..alhamdulillah jadi makin pinter bedain mCB dan RCBO

      Delete
  6. Memang sbgai calon kepala rumah tangga pria harus tahu ttg listrik ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurutku, kita sebagai ibu juga mesti ngerti soal listrik di rumah mba...

      Delete
  7. Hi Mbak Sally, di acara kemaren nggak banyak ngobrol yah kita. Waduh yang di atas sama banget deh, di rumahku sering jeglek alias listrik turun terus tinggal dinyalain lagi deh. Sayangnya di rumahku dianggap hal yang biasa. Eh setelah ikut acara ini aku baru tahu kalau ternyata hal itu berbahaya yak. Makasi sharingnya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAllo mba Ifa, salam kenal
      iya..dengan adanya acara ini jadi bikin kita lebih aware soal listrik yaa

      Delete
  8. Hai mak. Soal listrik ini memang agak ngeri2 sedap
    kitanya butuh tapi juga takut kesetrum
    beruntung ya bisa ikutan eventnya, jadi tambah ilmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak arni... butuh tapi takut.

      Delete
  9. Mbaa Sally,ketemu tapi ngga bisa sapaan. Aku bawa bayik euy hihii..
    Btw, jadi emak skrg tau MCB ELCB rcbo yaah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga next event kita bisa ketemuan lagi ya ....

      hahaha iya, berasa jadi pinter

      Delete
  10. jadi tau bedanya MCB, RCBO, sama ELCB. Lumayan nambah ilmu soal listrik. Kan ibu juga kudu peduli sama lingkungan rumah termasuk si listrik ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener Uci...nambah ilmu banget

      Delete
  11. Ngacuuuung... pernah kesetrum...

    ReplyDelete
  12. Parno deh klo dah masalah listrik, emang iyaa sih lbh sering minta tolong pak suami hahhaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi paling gak sekarang mulai gak parno lagi ya mbak...

      Delete
  13. Kesetrum, pernah. Ikut ngacung ya, Mak Sally! Hihihi.

    ReplyDelete
  14. Serem ya kalo kesetrum. Aku pernah kesetrum, jarinya sampe kempot hitam gitu

    ReplyDelete
  15. pernah kesetrum sampe lemas

    ReplyDelete
  16. Biasa pegang pisau buat iris bawang, sekarang udah pegang obeng buat rakit MCB. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaha iya, untung gak ketuker...

      Delete
  17. Gimana rasanya merakit kabel mak? Meski skala kecil...hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. nagih mak hahahaha ...kayanya kekeselan hati bisa diwakilin sama obeng dan kabel #lah

      Delete
  18. Ibu2 di rumah harus ngerti perlistrikan uga ya Mba..jangan kudet soal listrik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener mba Rita, obengnya kesaru sama ulekan

      Delete
  19. Terus terang saya buta soal listrik.
    Ternyata gak bisa cuek ya, demi keselamatan keluarga apalagi kalau punya balita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes mba,.. ternyata sebagai ibu kita juga mesti peduli soal bahaya listrik

      Delete
  20. Jangan sampe deh kesetrum, mba. Takut euy . Selalu mencoba menjaga keamanan demi anak-anak :)
    Nice info mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap...makasih udh mampir mbaa

      Delete
  21. Hihihi...ceritanya emak2 kudu tahu tentang listrik juga ya terutama bahaya listrik yg kota gunakan sehari-hari di rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, ternyata jadi emak butuh tau juga

      Delete
  22. aku pernah kesetrum untung langsung refleks gitu narik tangan, jadi pobia sama listrik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha aku sering mba, pantes rambutku keriting

      Delete
  23. Emak-emak pun penting mengenal soal listrik begini, ga bisa cuma andalkan suami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyess...kalau suami gak ngerti juga piyee

      Delete
  24. biarpun cewe, aku suka ngopenin terkait listrik, tapi alhamdulillah belum pernah kesetrum.hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pernah mba,.. ada beberapa kali lagi. Tapi gak kapok

      Delete
  25. satu hari ngurusin kabel2 yaa... biasanya ngurusin ulek2 bumbu ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ulekannya tuker obeng....

      Delete
  26. Padahal melek soal kelistrikan juga harus ya buat emak2. Tapi kadang suka njelimet dan ga mau repot,huhuhu. *itu aku si :D* Infonya bermanfaat banget, eye opening.

    ReplyDelete
  27. iya ya, bener juga
    meskipun perempuan, kita harusnya paham soal listrik dan segala peralatannya

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall