19 May 2017

Crowde Membantu Permodalan Petani Melalui Sistem Investasi Bersama




Indonesia adalah negara agraris. Namun sejauh ini, banyak orang Indonesia, khususnya kaum muda yang  memilih untuk tidak menjadi petani. Mereka lebih suka bekerja ke kota, entah itu sebagai kuli bangunan, tukang ojek bahkan karyawan pabrik.


Mengapa demikian? Para pemuda beranggapan bahwa menjadi petani tidak akan mengubah taraf ekonomi mereka. Sejauh ini hanya hitungan jari petani yang sukses menaikkan taraf perekonomian keluarganya. Itupun dari mereka banyak yang terjerat lintah darat. Karena tak punya modal.


Saya jadi ingat cerita di mbak asisten jaman saya masih kuliah. Ketika itu si mbak bilang, dia kabur dari rumah karena akan dinikahkan dengan seseorang karena orang tuanya terikat hutang. Si mbak ini dendam karena awalnya orang tersebut berbaik hati menawarkan pinjaman untuk pembelian bibit padi, obat-obatan anti hama dan lainnya. Ternyata panen tahun itu gagal, banyak sawah yang dilanda kekeringan. Orang tua si mbak pun kebingungan bagaimana cara untuk mengembalikan hutangnya. Sawahnya yang sepetak akhirnya tergadai juga, bahkan kurang untuk membayar hutangnya. Lalu, permintaan pernikahan itu akhirnya diutarakan.


Mendengar ceritanya, serasa menonton sinetron di televisi. Namun itulah kenyataan yang sesungguhnya terjadi . Hal - hal seperti itulah yang membuat CEO Crowde, Yohanes Sugihtononugroho, mendirikan sebuah start up yang peduli pada nasib petani. Crowde bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup petani dengan cara memberi akses permodalan yang baik, andal dan dapat dipercaya. 

Yohanes Sugihtononugroho, CEO Crowde


Yaitu dengan cara memberi kesempatan kepada masyarakat, siapapun untuk berinvestasi. Sistem yang dijalankan adalah bagi hasil, di mana setiap investor akan memperoleh persentase sesuai modal yang mereka investasikan. Dan dibagikan ketika panen.


Setiap investasi memiliki resiko. Pun demikian halnya dengan Crowde, apabila panen tak berjalan sesuai rencana, investor dan petani menanggungnya bersama -sama.

Demikian yang disampaikan Yohanes dalam acara  bincang bersama teman teman dari Komunitas Indonesian Social Blogpreneur, Rabu, 17Mei 2017 yang bertempat di Gordy HQ, Jakarta Selatan.



"Crowde merupakan platform pembiayaan bagi petani. Gagasan ini lahir dari adanya krisis pangan yang ada di Indonesia. Sementara petani sendiri kesulitan mencari pendanaan untuk​ menggarap petak sawah/ladang miliknya. Sedangkan sistim​ peminjaman dari bank di Indonesia masih sulit diakses bagi petani. Lalu timbullah tengkukal atau lintah darat. Hal ini yang membuat kami mendirikan Crowde. Bekerja sama dengan koperasi atau komunitas tani sekitar, para petani bisa mendapat bantuan permodalan dengan sistem investasi bersama oleh Teman Crowde, melalui platform situs Crowde.co",ujar Yohanes.
 

Tak perlu ragu dan takut berinvestasi dengan Crowde. Saat ini Crowde sudah mendaftar ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan sudah berbadan hukum. Crowde mengambil komisi 3% dari pendanaan. Hingga hari ini, Crowde sudah memiliki 300 petani dengan 100 project, dengan target market Crowde kalangan menengah ke bawah, TKI, Ibu rumah tangga, PNS dll. Ketika acara berlangsung beberapa petani binaan Crowde turut hadir dan memberikan testimoninya. Ke depan, Crowde akan mencoba bekerja sama dengan petani yang berada di Kalimantan, setelah pulau Jawa sudah didatangi dari ujung hingga ujung untuk membantu petani.

Salah satu petani binan Crowde memberikan testimoni


Oiya, jika teman teman ada yang tertarik untuk berinvestasi di Crowde, bisa klik ke Crowde.co ya. Investasi mulai dari 10rb , kita juga dapat memilih investasi di mana saja. Apakah di sektor pertanian, perkebunan ataupun perternakan. 
Hasil pertanian petani binaan Crowde


Tak perlu ragu dan bimbang, di webnya Crowde ada skema dan penjelasan untuk berinvestasi ataupun cara untuk menjadi petani teman Crowde.

Mari Bantu Petani Indonesia!
#SalamBantuPetani














3 comments

  1. gagal pokus sama foto terakhir ^_^
    liat sayuran yang seger2 gitu, bawaannya jadi laper hehehe

    ReplyDelete
  2. Ya mba Sally Klo petani sekarang pada sejahtera hidupnya... Ceritanya pasti beda nggak perlu lagi jauh2 cari kerjaan ke kota

    ReplyDelete
  3. Halo,
    Aku Mrs. Maureen Kurt, kreditor pinjaman swasta, apakah Anda secara finansial sedang jatuh? Mencari pinjaman untuk menumbuhkan bisnis Anda, melunasi tagihan dan hutang Anda, pernahkah Anda ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Saya memberikan pinjaman kepada lokal dan internasional untuk semua pihak yang membutuhkan pinjaman dan dapat membayar kembali dengan tingkat bunga rendah sebesar 2%. Saya terdaftar dan disetujui oleh Kerajaan Inggris untuk mengendalikan institusi keuangan di seluruh dunia. Saya memberikan pinjaman melalui transfer rekening atau cek bank dan tidak memerlukan banyak dokumen.
    Anda dapat menghubungi kami via Email: (maureenkurtfinancialservice@gmail.com). Datanglah kepada kita dan kita akan memperbaiki hidupmu.

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall