expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>>

26 December 2018

Perempuan dan Literasi Keuangan untuk Indonesia yang Lebih Baik







Almarhumah Nenek pernah bilang, menjadi seorang perempuan harus lah serba bisa. Memasak, mengurus rumah, mendidik anak, melayani suami, mencari nafkah hingga mengatur urusan keuangan keluarga.





Memang sih kalau masalah urusan keuangan, perempuan lah yang acap ambil bagian sebagai menteri keuangan, juru bayar, sekaligus sebagai pengawas keuangan. Mau tidak mau, perempuan pun dituntut mampu mengelola keuangan keluarga agar bisa mempersiapkan masa depan yang lebih baik.





Tapi, ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ perempuan juga yang sering kali tergoda diskon atau promo suatu produk. Coba deh yang kemarin ikutan harbolnas, nampaknya masih dikuasai perempuan. Produk untuk perempuan lengkap tersedia. Mulai dari pakaian, skincare, kosmetik, assesoris hingga perintilan rumah tangga yang seringnya bikin perempuan tergoda untuk beli. Eh apa ini cuma saya saja ya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž


Hal ini tentu saja membuat perempuan lebih beresiko terdampak dari berbagai isu sosial. Jadi tak heran jika tantangan ini harus dapat diatasi oleh semua pihak, karenanya perempuan memegang peranan penting dalam pengelolaan keuangan keluarga.







Sayangnya berdasarkan hasil survey OJK, data 8/2016 lalu bahwa hanya 25,5% perempuan yang melek dengan literasi keuangan. Sedangkan pria lebih tinggi sekitar 33,2% yang melek literasi keuangan.








Melihat hal tersebut PT Prudential Life Assurance ( Prudential Indonesia) tidak tinggal diam. Prudential Indonesia mengadakan Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan yang telah berlangsung sejak tahun 2009. Program ini ditujukan sebagai pemberdayaan perempuan Indonesia agar mampu mengelola keuangan keluarga secara mandiri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Selain itu pelatihan literasi ini juga merupakan salah satu fokus utama dan program unggulan Community Investment Prudential Indonesia dalam bidang edukasi.





Dalam acara press conference yang berlangsung di Gedung Wanita Pusat, Jakarta, hadir sebagai narasumber, bapak Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia. Dalam sambutannya beliau mengatakan betapa pentingnya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan perempuan Indonesia. Selain itu pelatihan literasi ini sejalan dengan strategi pemerintah yang menempatkan perempuan sebagai prioritas utama dalam berbagai program peningkatan literasi keuangan di Indonesia. “Kami menaruh perhatian besar kepada perempuan pada program peningkatan literasi keuangan yang kami jalankan, dan kami percaya pada tingginya potensi perempuan Indonesia terhadap kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.”






Pak Jens juga bilang kalau Program Pelatihan Literasi Keuangan ini sudah diikuti oleh 27.000 perempuan yang berada di 24 kota di Indonesia. Program ini sudah sesuai dengan amanat OJK No 76/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan/atau Masyarakat, Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (revisit 2017), Peraturan Presiden No. 82/2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan berbagai program dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.






Narasumber berikutnya ada ibu Titi Eko Rahayu, Staf Ahli Menteri Bidang Pengentasan Kemiskinan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, memberikan apresiasi untuk program pelatihan yang dilakukan Prudential.








Menurut beliau program ini sejalan dengan komitmen Kementerian PPPA untuk terus meningkatkan kesejahteraan perempuan secara mandiri melalui program Pengembangan Industri Rumahan.





Narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan, bapak Horas Tarihoran, Direktur Literasi dan Edukasi OJK antusias menyambut positif kegiatan ini. Beliau berharap program pelatihan ini dapat membantu OJK untuk mencapai target literasi keuangan sebesae 35% di 2019. ”Dari tahun ke tahun, tingkat literasi terus meningkat. Hal ini tidak lepas dari kontribusi perusahaan - perusahaan dalam mengedukasi masyarakat, salah satunya adalah Prudential, ujar pak Horas.”




Ibu Nini Sumohandoyo, Corporate Communications & Sharia Director Prudential Indonesia, menegaskan bahwa komitmen Prudential Indonesia untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia dengan perempuan sebagai fokus utamanya. “Prudential Indonesia merasa bangga dapat turut serta meningkatkan literasi keuangan pada perempuan, mengingat potensi besar mereka untuk berkontribusi pada perekonomian keluarga dan masyarakat Indonesia. Kami berharap program ini dapat menginspirasi perempuan untuk lebih percaya diri dalam mengelola keuangan keluarga.”





Ibu Nini juga berharap agar kontribusi Prudential Indonesia tidak hanya sampai di sini, namun dapat lebih banyak lagi menjangkau perempuan di banyak kota, khususnya di Indonesia bagian Timur. Program yang merupakan bagian dari Community Investment Prudential Indonesia, diharapkan dpaat menyelesaikan tantangan sosial di wilayah tersebut. Di 2022, Prudential menargetkan akan ada 50.000 perempuan di Indonesia yang sudah mengikuti pelatihan yang diadakan.




Program Pelatihan Literasi Keuangan sendiri dimulai sejak bulan Oktober di Manado. Selanjutnya menuju Ambon, Sorong, Malang dan ditutup di Jakarta. Pemilihan kota - kota tersebut berdasarkan indeks literasi yang berada dibawah rata - rata nasional. Seperti Manado dengan indeks 28,7% Ambon dengan 26,2%, Sorong dengan indeks 19,3%. Dari ke lima kota tersebut, sudah ada lebih dari 2.500 perempuan dari berbagai kalangan dan latar belakang yang telah mengikuti pelatihan seperti istri nelayan, UMKM, pedagang dan berbagai kalangan termasuk masyarakat prasejahtera.








Harapan saya pribadi ke depannya program ini terus berlanjut, tidak hanya ditujukan bagi ibu - perempuan dewasa, remaja putri pun perlu belajar sejak dini untuk mengatur keuangan mereka nantinya. Karena semakin banyak perempuan Indonesia yang peduli dengan literasi keuangan, maka perekonomian Indonesia akan jauh lebih baik lagi๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜.




14 comments

  1. Kalau ngutip kata ahli keuangan kita masih lemah ya di literasi keuangan. Good ada acara gini karena perempuan kan pondasi keluarga jupa plus menteri keuangan RT hahaha

    ReplyDelete
  2. Nahh!!
    Perempuan di manapun tentunya butuh Literasi Keuangan seperti ini ya
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  3. Perempuan dan keuangan bagaikan dua mata pisau, disatukan sisi kita harus pandai berhemat agar segala kebutuhan terpenuhi tp buat saya yang gampang tergoda untuk blenji tiap liat sesuatu yang menarik jd PR bgt dh buat bisa kekepin dompet

    ReplyDelete
  4. Menteri keuangan adalah ibu yah dimana2 tapi kalo aku si suami karena dia yang mengontrol aku kalo khilaf belanja baju hahaha. Kapan2 pengen ikutan acara seperti ini agar dapat mengatur keuangan.

    ReplyDelete
  5. Bu Nini, aku menunggu janjimu heheheh ditunggu pembekalan literasi keuangannya di Kota Comal, Pekalongan, dan Kendal. Biar ilmunya bisa diterapin juga ke saudara-saudara dan lingkungan

    ReplyDelete
  6. Hihi, perempuan jgn tahunya cuma kasur dan sumur aja tp juga harus bisa jd kasir ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  7. Sebagai perempuan penting bngt ya blajar literasi keuangan apalg sebagai ibu rumh tangga yg pegang keuangan keluarga y

    ReplyDelete
  8. Sebagai manajer keuangan keluarga, berasa yaa ngurus duit itu menantang. Kudu bisa senyum dari awal gajian sampai tanggal tua. Hahahah. Penting nih pelatihan literasi keuangan supaya keluarga sejahtera.

    ReplyDelete
  9. Setuju sama paragraf penutupnya. Jangan pas dewasa aja melek literasi keuangan, tapi juga saat usia sekolah. Supaya masa depan financial bisa dikendalikan dengan baik.

    ReplyDelete
  10. Harapan saya ke depan blogger jg diajarin hehe :D
    Bagus ya pelatihan2 seperti ini. Dengan demikian perempuan makin melek terhadap keuangan rumah tangga dan bisa lbh sejahtera lg :D

    ReplyDelete
  11. Semoga suatu hari nanti ada juga pelatihan mengelola keuangan untuk freelancer atau blogger, biar bisa lebih baik dalam mengelola keuangan yang penghasilannya masih tak menentu. Dan semoga programnya Prudential terus berlanjut.

    ReplyDelete
  12. perempuan memang harus sangat handal dalam perencanaan keuangan karena menjadi bendahara keluarga selain itu juga harus bisa berinvestasi juga

    ReplyDelete
  13. Keren ya program Prudential , dengan begini para wanita jadi lebih melek literasi finansial dan juga bisa mandiri mengelola keuangan.

    ReplyDelete
  14. Sepakat mba. Perempuan emang harus serba bisa, terutama ngurus soal keuangan rumah tangga. Kalo bundaharanya masih suka tergoda diskonan, apa kabar tabungan? hoho. Beruntung ya ada acara keren kaya gini. Ilmunya bisa banget diaplikasiin ke kehidupan sehari-hari :)

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall