12 May 2016

Mengenal Srikandi Gunung, Evrina Budiastuti





Sosok perempuan hebat yang akan saya bahas di Kamis Inspirasi berikut adalah sesosok perempuan tangguh yang mampu menaklukan beberapa gunung di Indonesia. Sepak terjangnya yang terakhir adalah menjejakkan kakinya di gunung Rinjani, gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. 


Bagi perempuan ini, gunung mengajarkan banyak hal. Mengajarkannya untuk percaya pada diri sendiri yang menghantarkannya menjuarai beberapa lomba blog. Dialah Srikandi Gunung, Evrina Budiastuti. Hobi naik gunungnya bermula dari kesukaannya pada sesuatu yang berwarna hijau. Keinginannya untuk menaklukan gunung sudah terpendam sejak jaman kuliah, tetapi restu orang tua tak kunjung didapatkannya. Namun keinginan Evrian (gpp ya sok akrab secara memang cukup sering ketemu) terwujud ketika menikah dengan seseorang yang juga mencintai gunung.

Buat Evrina, naik gunung itu menguras tenaga dan bikin kegerahan tapi hepi karena udaranya tetap adem. Jadi secape apapun gak akan terasa. Beda halnya dengan suasana pantai yang menurutnya panas dan membuatnya kegerahan. Hihihi iya sih, kalau di pantai biarpun angin keras berhembus tetap saja udaranya terasa gerah kan ?:D





Evrina mulai naik gunung setelah melahirkan Alfi, anak pertamanya. Bersama sang suami mereka berdua kompak menjelajah pegunungan di Indonesia. Namun untuk mengajak Alfi, saat ini Evrina belum berani. Masih sebatas mengajaknya ke gunung wisata saja. Namun Evrina berkeinginan suatu saat nanti akan mengajak Alfi untuk menjelajah Papandayan dan camping di sana. “Mau melihat reaksi Alfi bagaimana. Soalnya walaupun gunung wisata tetap saja kondisinya dingin” ujar Evrina.

Mendengar cerita Evrina, saya jadi teringat cerita seorang teman beberapa tahun silam. Ketika itu teman saya sedang jatuh cinta pada salah satu 'anak gunung' di kampus. Dan si cowok ini pun mengajak teman saya naik gunung bersamanya. Salah satu keraguan teman saya untuk ikut adalah bagaimana nanti ia harus BAK dan BAB. Hahaha buat teman saya yang gelian, membayangkan harus pup di semak – semak bakalan bikin dia kuat menahan hasrat untuk BAB seminggu lamanya. Ketika hal ini saya tanyakan kepada Evrina, menurutnya tidak ada cara lain selain mencari semak – semak :D “Usahakan gali lubang biar airnya meresap ke dalam, mbak. Aku kemarin gak pup sama sekali karena memang tidak mau dan tidak bisa di semak – semak. Di Rinjani banyak ranjau kemarin, soalnya banyak yang pup gak pada gali lubang. Jorok banget deh “ gerutunya.” Kalau mau pipis gimana donk?tanyaku. Ya nunggu gelap aja hahahaha“ jawab Evrina.





Selain masalah BAK dan BAB, kabarnya naik gunung identik dengan hal – hal ghaib yang biasa dialami oleh pendaki. Namun sejauh ini hal tersebut tidak pernah dialami Evrina. Menurutnya fokus pada tujuan (bagaimana bisa selamat untuk turun), kondisi badan  fit dan kesadaran harus terjaga adalah kuncinya melewati pendakian seberat apapun medannya. Berikut adalah tips persiapan mendaki gunung bagi pemula ala Evrina yang berhasil saya himpun :

  1. Untuk awal – awal, daki gunung yang bersahabat dulu dengan ketinggian 2400 mdpl agar kita dapat mengukur stamina kita. Mampu atau tidak kondisi fisik kita.
  2. Miliki beberapa perlengkapan wajib untuk mendaki. Kaena harganya cukup mahal, cicil saja sedikit demi sedikit.
  3. Olahraga sebelum mendaki, jaga kebugaran tubuh.
  4. Cari tahu kondisi gunung yang akan kita daki. Letak geografisnya, medan dan jalur yang akan kita tempuh.
  5. Pilihlah tim mendaki yang satu visi dengan kita.
  6. Bawa air. Ini penting banget loh. Tas jika berat bisa ditinggal, tapi jangan sekali-sekali tidak bawa air, bisa kacau akibatnya.
  7. Bawa porter. Ini lumayan membantu Evrina dipendakian terakhirnya.


Bersama pak suami ...kompak selalu yaa


Selain keberaniannya mendaki gunung, hal lain yang saya kagumi dari Evrina adalah semangatnya untuk berbagi. Baik itu melalui blog yang menghantarkannya menjuarai berbagai Blog Competition maupun melalui pekerjaannya sebagai Penyuluh Pendamping Lapangan bidang Pertanian yang sangat sabar membimbing para bapak dan ibu petani. Luar biasa ya sepak terjangnya. Ya jadi Ibu, istri, penyuluh, blogger yang berprestasi dan terakhir menjadi pendaki. Lulusan IPB jurusan Pemuliaan Tanaman & Teknologi Benih 2006 ini pertama kali saya temui di sebuah acara pengambilan hadiah brand buah ternama, merupakan sosok yang rendah hati, humoris, penyayang, mandiri dan kreatif. Evrina juga aktif di sebuah komunitas blogger (Asinan Blogger) yang berada di kota hujan, Bogor, kota domisilinya. Ngorol dengan Evrina itu asik dan seru. Sayang kita belum sempat foto berduaan hihihi ...

Mau kepoin Evrina lebih lanjut, sila intip dan follow akunnya ya. Siapa tahu bisa ikut ditraktir sehabis menang smartphone kemarin :D

Facebook : Evrina Budiastuti
Twitter & Instagram : @evrinasp









4 comments

  1. hallo mbak sally makasih ya atas reviewnya, ayo atuh ikut ke gunung, asik lho, ke gunung wisata aja dulu hehe :p bakalan ketagihan lho

    ReplyDelete
  2. Mbak Ev emang keren, udah emak-emak tetep bisa naik gunung :)

    ReplyDelete
  3. Wah, Sally kepengen juga nih ke gunung, hahahaa

    ReplyDelete
  4. Mba Evrina, kereen bangat ya... kuat mendaki gunung, tapi pasti seru karena dukungan suaminya tercinta :)

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall