Di masa kecil saya, susu merupakan minuman mewah, yang hanya saat tertentu saja bisa saya dapatkan. Ketika menginap di rumah sepupu ibu saya, atau menginap di rumah kakak ibu saya. Saat - saat itulah saya menikmati segelas susu coklat hangat yang disediakan tuan rumah.
Saat itu (SD) kondisi keuangan nenek membuat beliau terpaksa mengatur uang belanja sehemat mungkin. Yang penting bisa makan dengan menu sehat, sudah cukup baginya. Susu untuk beliau hanya sebagai pelengkap. Selain memang harganya tak terjangkau bagi nenek.
Karena jarangnya bersinggungan dengan susu, membuat saya pun jadi malas minum susu dan menjadi pemilih. Kalau bukan susu rasa coklat, atau susu merk X, saya tak mau. Bukan apa - apa, pernah satu kali karena takjubnya melihat stok susu putih melimpah di rumah kakak ibu, seharian saya hanya minum susu putih. Dan sukses diare keesokan harinya. Perut melilit dan terasa nyeri. Kapok deh pokoknya. Begitu tercium bau susu putih, saya langsung kabur 😁😂. Di kepala saya kala itu, susu putih membuat diare. Dasar bocah 😥😂
Pengalaman trauma dengan susu gak sekali dua kali kejadian. Trauma di sini maksudnya sampe bikin diare bolak balik ke wc, lebih dari 5x. Pertama sewaktu saya dalam perjalanan ke Jakarta.
Tahun 2000 saya berkesempatan menjenguk bapak dan kakek di Aceh, menggunakan bus selama 3 hari 4 malam. Sebelum bus berangkat, bapak memberikan kantong plastik berisi 3 kotak susu uht dan beberapa buah biskuit untuk cemilan. Beliau hanya berpesan agar saat lapar, bisa makan atau minum susu, sebelum bus berhenti di rumah makan.
Susu pertama ludes sesaat setelah adzan Ashar. Begitu kotak susu kedua habis, perut saya sempat melilit. Tapi waktu itu saya meyakinkan diri kalau rasa melilit itu hanya karena lapar, bukan karena susu. Begitu kotak ke tiga saya minum keesokan harinya, perut tak hanya melilit tapi diare pun datang silih berganti. Kebayang kan naik bus tapi sedang diare, gak enak banget kan😟😥😏
Sejak saat itu saya curiga dan menyalahkan si susu kotak yang tak bersahabat dengan perut saya. Apa itu bikin saya kapok? Tentu tidak....😂👻
Di tahun 2003, saya sempat keracunan susu. Manteman sering lihat susu yang dijual di gerobak? Karena yakin perut saya baik - baik saja, saya pun nekad mencicipi. Susu coklat yang dingin, ditengah udara panas dan kerjaan kantor yang nyaris tak berhenti, jodohkan? Cencu saja tidak!
Entah kondisi badan yang gak fit, salah makan, ataupun susu yang dijual sudah tidak fresh, sepanjang sisa hari itu di kantor saya merasakan pusing, keringat dingin, dan mual. Sesampainya di rumah, saya pun muntah cukup banyak. Kapok? Iya. Waktu itu saya berjanji untuk tidak mencoba susu coklat lagi.
Susu putih bikin eneq, susu coklat sukses bikin diare, mual dan muntah. Lalu gimana donk, ada gak sih susu yang aman untuk perut saya?
Ternyata hingga saat ini, berdasarkan data USDA Foreign Agricultural Service pada tahun 2016 lalu, konsumsi masyarakat Indonesia masih terbilang rendah, atau dikisaran 12,1 liter/kapita/tahun, dibandingkan sejumlah negara ASEAN yang diperkirakan mencapai 20 liter perkapita per tahun. Bandingkan dengan negara tetangga Malaysia yang hingga mencapai 50,9 liter/kapita/tahun.
Salah satu penyebab orang Indonesia malas mengkonsumsi susu ialah gejala yang timbul setelah mengkonsumsinya. Diare, mual, muntah atau bahkan sembelit, adalah kejadian yang biasa terjadi karena kandungan protein beta casein A1 yang terdapat dalam susu bereaksi, dengan protein yang terdapat dalam pencernaan tubuh manusia.
Salah satu penyebab orang Indonesia malas mengkonsumsi susu ialah gejala yang timbul setelah mengkonsumsinya. Diare, mual, muntah atau bahkan sembelit, adalah kejadian yang biasa terjadi karena kandungan protein beta casein A1 yang terdapat dalam susu bereaksi, dengan protein yang terdapat dalam pencernaan tubuh manusia.
Hal ini akan memicu gejala yang disebut intoleransi lactosa, yaitu ketidakmampuan seseorang untuk mencerna laktosa atau gula yang terdapat di dalam susu dikarenakan tubuh tidak menghasilkan enzin laktase yang cukup.
Jika tidak memiliki enzim laktase yang cukup, maka laktosa yang ada tidak dapat dicerna. Dan tentu saja akan mengganggu pencernaan tubuh, memicu terjadinya flatulensi (penumpukan gas dalam perut dari usus besar) sehingga menyebabkan perut kembung, diare, mual, muntah setelah mengkonsumsi susu.
Lalu saya dan orang - orang yang intoleransi laktosa gak bisa menikmati susu donk?
Susu Sapi dari Sapi A2
Sejatinya meski semua susu terlihat sama secara kasat mata, tetapi tentu saja ada banyak varian yang terkandung didalam susu. Coba deh kalau kita lihat antara susu sapi, susu kedelai, susu kacang almond, sepintas bentuknya sama tetapi kandungannya tentu saja berbeda. Demikian juga dengan susu fermentasi.
Nah, kabar terbaru dari dunia kesehatan yaitu mengenai adanya Susu A2. Susu A2 merupakan susu terbaru yang diduga lebih baik bagi sistem pencernaan manusia dalam berbagai aspek nutrisi.
Susu yang kita konsumsi mengandung dua campuran jenis protein, Beta Casein A1 dan A2. Keduanya hanya dibedakan dengan satu asam amino saja.
Sejumlah studi penelitian mengatakan bahwa susu A2 dinilai sebagai varietas asli protein yang kemudian ditemukan dalam susu sapi, dan ternyata lebih mudah dicerna bahkan untuk orang yang gak bisa mengkonsumsi susu.
Untuk mendapatkan susu A2 memang dibutuhkan serangkaian seleksi pada sapi. Mulai dari tes DNA dan lainnya. Ini berarti susu A2 yang dihasilkan merupakan sapi pilihan yang lolos seleksi dengan ketat.
Apa sih Bedanya A1 dan A2 ?
Susu yang kita konsumsi mengandung 40 persen A1 dan 60 persen A2. Kedua kandungan dalam susu ini didapat dari rekayasa genetik dari perkawinan silang. Perbedaan kedua kandungan ini dinilai sedikit. A1 memiliki asam amino histidin yang terletak pada posisi n67 dalam rantai protein. Sementara itu A2 memiliki asam amino prolin.
Perbedaan susu sapi A1 dan susu sapi A2 |
Narend dan aku juga suka minum ini nih. Aku suka yg original, narend suka yg coklat :)
ReplyDeletesetuju tuh ama judulnya, kadang kan aku minum susu karena yakin kalau susu baik untuk kesehatan, tapi setalh minum ok jadi khawatir ini itu weleh weleh
ReplyDeleteSusu KIN ini menarik perhatian saya kalau jajan di minimarket. Gambar sapinya itu loh kayak ngajak minum susu. ��
ReplyDeleteWah ada rasa coklat. Maukk
ReplyDeleteIni susunya beneran enak Dan ga negh mbak... Untung kemarin di Alfa lagi promo beli 2 Gratis 1 jadi aku nyobain jg. Emang enak banget kok
ReplyDeleteIni buat yg lagi diet gimana mbak? Kalori berlebih kah?
ReplyDeleteAku suka yg coklat sm kopi sal tp dingin. Ga enegh lagi lho
ReplyDeleteEnak banget susu KIN ini, awalnya aku suka yogurtnya tapi sekarang udah ada fresh milknya jadi nambah favorit
ReplyDeleteBelum pernah nyobain nih saya mba susu kin fresh milk. tapi ada temen yg doyan banget beli ini. jadi penasaran ya sama rasanya seperti apa.
ReplyDeleteDulu ya. Susu bagian dari empatsehat lima sempurna. Susu jadi barang mewah ya. Kalo sekarang kapan mau minum susu bisa, banyak jenis dan harganya juga murah. Belinya juga dimana aja. Rasanya juga variatif. Susu ini aku belum nyoba
ReplyDeleteSusu yang ga bikin eneg dan perut kembung ya, mba sally. Aku suka yang rasa coffe, enak banget kalau diminum dingin
ReplyDelete