10 September 2019

Ayo Cek KLIK dan Jadi Konsumen Cerdas Sebelum Belanja




Salah Satu Me Time untuk saya adalah berbelanja. Entah itu di mall, supermarket ataupun di pasar tradisional. Berbelanja dipercaya mampu memperbaiki suasana hati, obat pelangsing alami dan memperpanjang umur, mempertajam otak dan kemampuan mental, serta mengurangi stress.


Namun berbelanja juga tidak boleh asal beli. Kita harus benar – benar yakin makanan, obat dan kosmetik yang kita beli berada dalam kondisi baik – baik saja. Kadang kala saat berbelanja kita lebih mudah tergiur dengan harga murah, promo dan diskon yang bertebaran. Acap kali tanpa memeriksanya barang tersebut sudah duduk manis di rumah atau sudah dikonsumsi. 





Teman-teman pernah tidak menggunakan kosmetik/mengosumsi makanan yang sudah kedaluwarsa? Apa yang teman – teman lakukan? Pasti jawaban terbanyak adalah membuangnya, yekan. Sebagai konsumen kita juga wajib smart, teliti sebelum membeli.

 
Makanan, kosmetik maupun obat yang kita beli, jika terdapat  hal yang meragukan, kita bisa saja menghubungi BPOM, Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang berusaha untuk selalu melindungi hak konsumen. Melalui  email Halo BPOM Contact Center, dan akun social media BPOM, kita bisa mendapat informasi mengenai  produk yang kita gunakan.


Di 2016, BPOM melengkapi pelayanannya melalui  sebuah layanan call center Halo BPOM 1500533. Hal ini semakin memudahkan masyarakat untuk mencari dan memastikan produk yang digunakan sudah teruji pada BPOM.



Sabtu 7 September 2019 bertempat di Avenue of The Stars nya Lippo Mall Kemang, BPOM kembali hadir mengedukasi masyarakat dalam talkshow  dengan tema "Bagaimana memilih obat dan makanan yang aman". Hadir sebagai narasumber :
  • Ibu DR. IR PennyK. Lukito, MCP, Kepala Badan POM RI
  • Bapak Tulus Abadi, Ketua YLKI
  • Bapak Ojak S. Manurung, SE, M, Kementerian Perdagangan
  • Bapak Fathurrahman, ST, APRINDO
  • Ussy Sulistiawaty, Womenpreneur dan Selebrity


Foto by Imawan


Dalam kesempatan tersebut, Ibu Penny kembali mengingatkan untuk melakukan CEK KLIK, yaitu:
· Cek Kemasan, pastikan ketika membeli makanan atau pun minuman untuk selalu memeriksa kemasan yang kita terima. Jika kemasan terbuat dari kaleng/logam, pastikan tidak menggembung, tidak penyok, dan tidak karatan. Sedangkan jika kemasan terbuat dari plastik, pastikan tidak berlubang dan bocor. Dikhawatirkan jika kemasan berlubang atau penyok, produk  dapat tercemar dan terkontaminasi yang akan membahayakan konsumen.
·  Cek Label, biasakan untuk selalu teliti membaca label untuk melihat komposisi dan zat yang terkandung didalamnya.  Saat ini di label suatu produk makanan juga dicantumkan mengenai nutrisi/nilai  gizi yang terkandung di dalamnya sehingga label tidak menyesatkan masyarakat.
· Cek Ijin Edar, merupakan nomor yang diberikan pada pangan olahan dan dikeluarkan oleh BPOM RI (BPOM RI MD/BPOM RI  ML/ P-IRT).  Untuk produk yang mengandung babi, izin edarnya harus mencantumkan kata mengandung babi dan memuat gambar babi warna merah muda.
· Cek Kedaluwarsa, agar produk aman dikonsumsi dan tidak tercemar, pada kemasan wajib mencantumkan tanggal kedaluwarsa dengan jelas.



Ibu Penny juga  meminta sebagai konsumen kita haruslah smart dan teliti, terlebih sebagai ibu yang menentukan menu dan nilai gizi makanan yang dikonsumsi keluarga.  Untuk memudahkan masyarakat, BPOM meluncurkan aplikasi BPOM Mobile. Di aplikasi ini kita dapat mencari tahu produk yang kita beli dengan cara men-scan barcode yang ada pada produk. Setelahnya data dari produk yang sudah dikenali akan tampak pada layar. Sedangkan untuk produk yang belum dikenali, kita bisa memeriksanya melalui izin edar yang ada.  Oiya saat ini  aplikasi BPOM Mobile sudah diperbaharui dengan 2D Barcode (QR Barcode) untuk memudahkan konsumen mengecek produk yang dibelinya. Tidak hanya itu, melalui aplikasi BPOM Mobile, kita bisa melakukan pengaduan jika kita menemukan produk yang cacat atau bermasalah.




Dalam acara ini, Bapak Tulus Abadi, Ketua YLKI mengingatkan kita bahwa sebagai konsumen kita jangan hanya menuntut haknya saja. Kita berhak mendapat obat, makanan dan kosmetik yang aman, sehingga kita pun wajib untuk melakukan Cek KLIK sebelum  belanja. Sebagai konsumen kita juga harus berdaya, saat tahap pra transaksi, biasakan cek dahulu harganya, bahannya dan semua informasi yang berkaitan. Hal ini bisa lewat internet maupun dari orang lain. Intinya cari tahu lebih dahulu. Berikutnya saat bertransaksi, lihat kemasan, label, izin edar dan masa kedaluwarsanya. JIka ternyata setelah transaksi  jual  beli produk tersebut cacat, ya harus disampaikan serta meminta pertanggung jawaban ke pembeli/toko/produsen. YLKI mengharapkan masyarakat turut aktif mengawasi produk yang beredar di pasaran.



Hal ini pernah saya alami beberapa waktu lalu. Niat hati ingin minum teh dingin dalam kemasan bersama pak suami. Ternyata teh dalam kemasan yang pak suami minum berubah rasa, dan sedikit berubah warna. Jujur saja waktu itu saya belum mengenal aplikasi BPOM Mobile atau call center BPOM. Alih-alih menghubungi BPOM, saya justru menyampaikan keluhan melalui akun instagram produk teh dalam kemasan tersebut. Alhamdulillah mereka mau menanggapi keluhan saya, bahkan mengganti produk yang rusak tersebut.


foto by Imawan


Di kesempatan yang sama Bapak Ojak juga menyampaikan bahwa peran pemerintah dalam hal pengawasan obat dan makanan yaitu sebagai regulator (pembuat kebijakan), eksekutor (sebagai pengawas) dan fasilitator (pemerintah memberi himbauan makanan, obat dan kosmetik apa saja yang bisa dikonsumsi)  agar masyarakat mengetahui cara memilih makanan dan obat yang aman.


Lalu bagaimana dengan produk yang kita dapatkan dari ritel? Menurut Bapak Faturrahman, sebelum produk beredar di masyarakat, bahkan sebelum produk tersebut masuk ke toko, sudah dilakukan pengecekan di gudang. APRINDO menjamin hak - hak konsumen seperti standar yang perlu ditaati seperti kemasan layak jual, label, ijin yang harus dipenuhi dan tanggal kedaluwarsa. Para pengusaha ritel juga diminta  untuk  memasang flyer yang berisikan  informasi ajakan untuk melakukan Cek KLIK saat berbelanja di semua display toko ritel yang ada. Sedangkan untuk produk-produk di marketplace, BPOM RI sudah memiliki cyber patrol untuk mengawasi produk yang beredar di  masyarakat. Di mana hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi BPOM yaitu untuk selalu mengedukasi masyarakat untuk memahami dan melaksanakan Cek KLIK saat berbelanja. Juga  semakin maraknya bisnis online, BPOM semakin berhati – hati dan waspada.





Narasumber terakhir yang tak kalah jelinya dalam cek KLIK, Ussy Sulistiawaty menyampaikan bahwa ia selalu  mengecek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa sebelum membeli sebuah produk. Ussy bahkan mengatakan ia menolak  barang palsu dan barang yang tak memiliki izin BPOM ketika ada tawaran endorse. Ia mengaku tak mau mengalami kejadian seperti beberapa teman artis yang mengendorse produk kecantikan yang bermasalah dan tanpa izin BPOM.

Kunjungan ke Hypermarket, jangan lupa Cek KLIK yaa


Diakhir acara, bu Penny berpesan agar kita selalu menjadi konsumen cerdas, jangan membeli produk yang illegal, dan pastikan melakukan Cek KLIK  sebelum berbelanja. 

Happy Shopping all



No comments

Post a Comment

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall