31 October 2019

Seseruan di Family Day Bersama HP & Fimela







printer hp


Belakangan ini marak berita mengenai anak – anak yang kecanduan game online dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Banyak orang tua yang menganggap memberikan gadget pada anak membuatnya anteng, duduk manis dengan tenang dan diam. Namun  dengan pengawasan yang kuat dan durasi pemakaian yang bijak, kehadiran gadget semestinya membantu anak – anak untuk belajar, mengenal dunia.


Jadi kalau ada event yang memperbolehkan mengajak anak-anak, saya senang sekali. Selain mampu mengalihkan keasikan duoF pada gadget, juga membangun bonding saya pada mereka. Terlebih jika acara yang ada mengharuskan saya dan anak-anak berkegiatan bersama, makin seru kan…



Seperti minggu 27 Oktober 2019 kemarin, HP Indonesia dan Fimela  mengadakan acara Family Day dan memperkenankan mengajak anak-anak. Saya pun gak mau ketinggalan, memboyong Fara ke lokasi acara di Taman Kajoe, Cilandak. Pagi itu dengan menggunakan Transjakarta dan ojek online, saya dan Fara tiba lebih dulu di lokasi acara. Setelah registrasi, kami pun masuk ke dalam ruangan. Seketika itu Fara langsung berguman “Wah asik ada playgroundnya,….aku bisa main sambil nunggu ibu”


Benar saja, begitu saya dan Fara ke bagian taman belakang ruang outdoor yang terbuka, nampak playground besar seperti di mall-mall. Kalau kaya gini sih yakin gak bakalan bikin Fara bosan menemani saya. Ia bisa bermain dan bersosialisasi dengan teman-teman lainnya.  Saya pun jadi focus menyimak bahasan kece dari narasumber yang hadir.


Talkshow  Creative Learning Through Print
Ada Psikolog Keluarga, Dita Rachman yang hadir di acara Family Day with HP dan Fimela kali ini. Dita mengatakan  menjadi orangtua sebaiknya mengetahui karakter anak-anaknya. Karena beda anak, beda pola pengasuhannya. Orangtua memiliki peranan penting dalam pembetukan pendidikan anak, karena pola pikir orangtua nantinya akan berdampak pada anak. Jadilah orangtua yang hangat dengan anak, yang ahli di dunia digital dan parenting, serta perbanyak komunikasi dengan anak. 

"Berikan anak aktivitas fisik atau kegiatan kreatif ketimbang gadget", ujar Dita


Dita juga mengatakan, tidak masalah orangtua membatasi penggunaan gadget pada anak, karena orangtua pun yang bertugas membentuk keterampilan anak, salah satu caranya dengan menghabiskan waktu belajar atau berkegiatan bersama. Apalagi di zaman digital seperti sekarang, orangtua harus memanfaatkan teknologi sebagai proses pendidikan dan pembelajaran bagi anak-anak. Salah satu caranya dengan memanfaatkan teknologi cetak untuk memperkuat bonding dan mendorong kreativitas anak.


Narasumber lainnya, Mona Ratuliu,  yang datang bersama keluarga mengatakan bahwa setiap orang tua haruslah mau belajar, mencari tahu dan memiliki strategi khusus sehingga anak lebih kreatif. Lebih lanjut Mona mengatakan bahwa ia percaya anak juga harus bisa merasakan dan melihat secara langsung suatu hal sehingga dapat sepenuhnya memahami. Seperti saat menyelesaikan tugas sekolah atau crafting bersama.



Printer HP
Ibu muda idolaku


Untuk mendukung urusan belajar, Mona menyiapkan printer yang ramah bagi keluarga, agar semua kebutuhan anggota keluarga terpenuhi. Apalagi sebagai ibu dari 3 orang anak, Mona mengakui harus jeli memahami kebutuhan ke tiga anaknya. Seperti Mima yang sehari – hari penuh dengan tugas sekolah atau Nala yang gemar bermain flash card dan crafting. Membuat Mona menjatuhkan pilihannya kepada HP, brand printer termuka yang hadir dan memberikan solusi belajar yang menyenangkan.


Seperti yang disampaikan Fajar Hariyanto, Country Manager Marketing HP Indonesia, dari hasil riset  sekitar 85% orangtua di Indonesia khawatir anaknya akan tumbuh tanpa keterampilan. Hal ini menjadi latar belakang HP Inc menyelenggarakan HP Family Day bersama Fimelahood. Tema yang diangkat Creative Family Learning Through Print, sesuai dengan keinginan orangtua untuk selalu menemani anaknya belajar.


printer hp
Fajar dari HP Indonesia


Fajar lebih lanjut mengatakan acara ini bertujuan memberikan edukasi bagi orangtua mengenai pentingnya pembelajaran melalui print-out, untuk membekali anak dengan keterampilan dan kesiapan yang diperlukan di masa depan. Dalam hal ini HP juga melihat betapa pentingnya penggunaan bahan ajar cetak dan metode pembelajaran digital secara bersamaan untuk semakin meningkatkan kegiatan belajar anak.



printer hp
Narasumber yang hadir



Crafting bersama IdeKuHandMade


Selepas makan siang, tiba saatnya workshop bagi anak-anak. Untuk anak –anak usia 5-8 tahun membuat DIY Calender, sedangkan anak-anak yang berusia 9-12 tahun membuat pop-up frame lucu. Fara pun sudah tak sabar ikutan, apalagi setelah diberi tahu kalau ia akan membuat calendar 2020 sendiri.


Printer HP
Yang udah gak sabaran mau bebikinan


Buat yang suka crafting atau kerajinan tangan yang lucu-luc, pasti udah gak asing dengan Puri, ownernya IdeKuHandMade. Kali ini ia mengajak anak-anak untuk membuat kalender mengunakan spidol warna-warni, gunting, dan aneka stiker lucu yang diprint menggunakan printer HP. Karena Fara baru saja berusia 8 tahun, jadi deh Fara ikut kelas adik-adik yang membuat kalender. Meja pun sudah tertata, anak-anak dipersilahkan menempati tempatnya. Puri mencontohkan apa saja yang dilakukan untuk membuat kalender. Kalendernya sendiri special, karena anak diminta menggambar dan mengisi tanggal yang hilang, serta menghiasnya. Di sinilah diperlukan kerja sama orangtua dan anak. Sebagai orangtua kita dituntut kreatif dan sabar menemani anak menjalani prosesnya.



Puri dan team

printer hp
Mana ya yang mau ditempel duluan?

Awalnya saya memilih untuk melihat dari jauh apa yang dikerjakan Fara. Belakangan saya tak tega juga melihatnya panik karena banyak temannya yang dibantu orangtua untuk menggunting aneka stiker yang ada. “Oke ‘De, ibu bantuin guntingin stikernya ya….”


Fara pun mulai menghias kalendernya, menempel tanggal yang hilang, menjawab pertanyaan yang ada di kalender dan menghias tanggal di mana abang, ibu, bapak, dan sepupunya berulang tahun. Ia terlihat sangat senang, dan saat selesai meminta saya untuk menyimpan stiker lucu lebihnya, untuk membuat kartu ucapan bagi temannya yang akan berulang tahun.



taraaa....ini dia hasilnya

Banyak hal yang bisa dikerjakan dengan metode print-out, terlebih bagi anak usia balita yang tertarik dengan gambar. Seperti membuat scrapbook, membuat kartu ucapan, atau stiker-stiker lucu untuk membantu mereka beraktivitas. Jangan khawatir, HP Indonesia menyediakan aplikasi yang memudahkan orangtua dan anak berkegiatan bersama yang menarik dan layak dicoba.



Dipenghujung acara, saya dan Fara mendapatkan kejutan. Kami berdua memperoleh doorprizes berupa satu unit HP Deskjet Ink Advantage 2135, yang bisa digunakan Fadly dan Fara untuk berkegiatan bersama saya di rumah. Terima kasih banyak HP Indonesia dan Fimela untuk undangannya. Sukses selalu di acara-acara berikutnya….


5 comments

  1. Bersenang-senang bersama keluarga memang suatu hal yang sangat bermanfaat ya Mbak.

    ReplyDelete
  2. Wah senang sekali bisa bersenang-senang bersama keluarga ya Mbak.

    ReplyDelete
  3. Wah, program satu ini memang sangat bermanfaat sekali ya Mbak dan bisa berkumpul bersama dengan keluarga.

    ReplyDelete
  4. Wah bagus banget, anak-anak juga diajak mengasah kemampuan kreativnya juga nih.

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah program yang sangat bermanfaat dan terimakasih banyak atas informasinya ya mbak.

    ReplyDelete

Tanda sayang

© Cerita Keluarga Fauzi
Maira Gall